Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Israel Dihantam Rudal Iran, Dampak Kerusakan Disebut Disensor Ketat

Tim Redaksi, Admin
Rabu, 11 Maret 2026 18:28 WIB
Israel Dihantam Rudal Iran, Dampak Kerusakan Disebut Disensor Ketat
NEWSREAL.ID - Pemandangan Tel Aviv akibat serangan rudal Iran (Foto: Al Mayadeen)

NEWSREAL.ID, TEL AVIV- Serangan rudal Iran ke Israel disebut menimbulkan kerusakan dan korban yang tidak sedikit. Namun di tengah perang yang terus memanas, pemerintah Israel dituding membatasi informasi terkait dampak serangan tersebut.

Serangan rudal yang dilancarkan Iran ke wilayah Israel sejak akhir Februari 2026 disebut menimbulkan kerugian besar, baik dari sisi korban jiwa maupun biaya perang yang harus ditanggung. Meski Israel mengklaim berhasil menghancurkan sejumlah target strategis Iran bersama Amerika Serikat, laporan dari berbagai media menyebut dampak serangan balasan Iran juga cukup signifikan.

Di sisi lain, biaya perang yang harus dikeluarkan Amerika Serikat dalam konflik tersebut juga menjadi sorotan. Sejumlah laporan menyebut pengeluaran militer bisa mencapai sekitar Rp15 triliun per hari.

Di tengah konflik yang berlangsung, muncul pula laporan mengenai pembatasan peliputan media di Israel. Jurnalis asal India Praj Mohan Singh yang baru kembali dari Israel mengaku melihat adanya kontrol ketat terhadap informasi terkait dampak serangan.

Menurutnya, wartawan tidak diizinkan mengakses rumah sakit yang menampung korban maupun mendokumentasikan lokasi kerusakan akibat rudal. Ia juga menyebut dalam beberapa kasus jurnalis tidak diberi tahu lokasi pasti serangan yang terjadi.

Tanpa Sirene

“Pemerintah tidak memberi tahu apa pun. Kami bahkan tidak tahu di mana lokasi insiden terjadi,” ujarnya dalam laporan yang dikutip sejumlah media internasional. Singh juga menyebut beberapa rudal Iran menghantam target tanpa didahului sirene peringatan, berbeda dengan pernyataan resmi pemerintah Israel yang menyebut sistem peringatan dini bekerja dengan baik.

Ia mengklaim beberapa warga sipil bahkan meninggal dunia meski berada di tempat perlindungan yang sebelumnya dinyatakan aman. Sementara itu, data resmi Kementerian Kesehatan Israel menyebut sedikitnya 13 orang tewas dan lebih dari 1.900 lainnya terluka akibat serangan Iran sejak 28 Februari.

Laporan mengenai pembatasan informasi tersebut memicu perdebatan luas di media sosial. Sebagian pihak menilai langkah Israel merupakan upaya mengendalikan narasi publik selama masa perang. Namun pihak lain berpendapat kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi informasi yang umum dilakukan negara mana pun saat menghadapi konflik militer.

Sejumlah analis juga mencatat minimnya detail dalam laporan media internasional, termasuk ketika rekaman rudal Iran yang menghantam Tel Aviv ditayangkan tanpa menyebut lokasi pasti maupun tingkat kerusakan. Situasi ini membuat informasi mengenai dampak sebenarnya dari serangan Iran masih sulit diverifikasi secara independen. (tb)

Berita Terbaru

Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza

GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...

Lancar, Tiga Kloter Perdana Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

MADINAH, NEWSREAL.id — Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026 dengan tertib dan lancar. Mereka...

Israel Dituding Terapkan Lebanon Selatan Seperti Gaza

OVIEDO, NEWSREAL.id – Kebijakan Israel dalam menerapkan strategi di Lebanon Selatan dikritik habis oleh Pemerintahan Spanyol. Jika hal itu terus dilakukan Israel tidak bisa mempertahankan...

Kloter Pertama Jamaah Haji Mendarat di Madinah 22 April

*Manfaatkan Fast Track MADINAH,newsreal.id — Persiapan penyambutan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci memasuki tahap akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh...

AS Cegat Kapal Iran Terobos Blokade di Teluk Oman

WASHINGTON, newsreal.id – Kapal dagang berbendera Iran bernama Touska dicegat oleh militer Amerika Serikat karena berusaha menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman, Minggu...

Nasib Dua kapal Pertamina Terkini, Kabar Terakhir Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz

JAKARTA,newsreal.id – Dua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PT Pertamina...

Jalur Pelayaran Strategis Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Mentah Turun Tajam

JAKARTA,newsreal.id – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz kembali dibuka untuk aktivitas komersial. Hal itu dikatakan Abbas Araghchi...

Blokade AS Aktif, Kapal Tanker Iran Diinformasikan Melenggang Teluk via Selat Hormuz

TEHERAN,newsreal.id – Meski dibawah sanksi ketat Amerika Serikat (AS) berupa blokade laut, tersiar informasi kapal-kapal tanker Iran bebas melenggang memasuki perairan Teluk melalui Selat Hormuz....

Ini Kabar Teranyar Nasib Dua Kapal Tanker RI Tertahan di Selat Hormuz

JAKARTA, newsreal.id– Upaya negosiasi tanpa pantang menyerah dan berani yang dilakukan diplomat-diplomat Indonesia untuk pembebasan dua kapal tanker untuk melintasi Selat Hormuz menunjukkan sinyal positip....

Ancam AS, Iran Targetkan Kapal Induk dan Perang

TEHERAN, newsreal.id – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menargetkan sejumlah kapal perang termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln yang berada di sekitar Selat Hormuz....

Seskab Teddy: Presiden Putin Apresiasi Ucapan Paskah Presiden Prabowo

*Simbol Toleransi dan Persahabatan Antarbangsa ADA momen hangat dan menarik saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan 5 jam dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir...

Prabowo-Putin Sepakat Geber Kerjasama Ekonomi dan Energi

JAKARTA,newsreal.id – Presiden RI Prabowo Subianto langsung melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pembantunya setibanya di Moscow. Dalam pertemuan itu Prabowo menyampaikan apresiasi...