Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Rusia dan Turki Coba Jadi Penengah, Iran Masih Ogah Bahas Gencatan Senjata

Tim Redaksi, Admin
Kamis, 12 Maret 2026 18:45 WIB
Rusia dan Turki Coba Jadi Penengah, Iran Masih Ogah Bahas Gencatan Senjata
NEWSREAL.ID - RUDAL IRAN: Petugas penyelamat dan personel militer beroperasi di lokasi kejadian di mana beberapa orang tewas akibat serangan rudal Iran di Beit Shemesh, Israel, Minggu (1/3/2026). (Foto: AP Photo)

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Upaya meredakan perang di Timur Tengah mulai bermunculan. Rusia dan Turki disebut sudah menawarkan diri menjadi mediator konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Tapi dari pihak Teheran, sinyal damai belum benar-benar menyala, setidaknya untuk sekarang.

Sumber yang dekat dengan pemerintah Iran mengatakan sejumlah negara tengah mencoba membuka jalur komunikasi untuk meredakan konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah. “Saat ini komunikasi masih berlangsung dan upaya negosiasi telah ditempuh oleh sejumlah pihak internasional dan kawasan, khususnya Rusia dan Turki,” kata sumber tersebut kepada RIA Novosti.

Meski demikian, Iran disebut belum siap membahas gencatan senjata dalam waktu dekat. “Iran pada dasarnya tidak menolak prinsip mediasi, tetapi pada saat ini mereka tidak setuju adanya gencatan senjata,” lanjut sumber tersebut.

Sebelumnya, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menyampaikan bahwa Moskow siap membantu meredakan ketegangan di Timur Tengah, meski upaya tersebut membutuhkan koordinasi dengan banyak pihak. Konflik besar ini bermula pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk di ibu kota Teheran.

Serangan Balasan

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Awalnya, Washington dan Tel Aviv menyatakan operasi militer itu bertujuan menghentikan ancaman dari program nuklir Iran. Namun belakangan muncul klaim bahwa tujuan sebenarnya adalah mendorong perubahan kekuasaan di Teheran.

Dalam serangan hari pertama, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas. Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengutuk serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sekaligus mendorong deeskalasi serta penghentian permusuhan secepat mungkin. (dc)

Berita Terbaru

Perundingan Iran-AS Belum Maksimal, Selat Hormuz Jadi Fokus

MOSKOW, newsreal.id – Iran dan Amerika Serikat (AS) gagal mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu, karena berbeda pandangan. Diantaranya adalah isu Selat Hormuz serta tuntutan berlebihan...

Militer AS Klaim Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

NEW YORK, newsreal.id – Central Command atau Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat (AS) dikabarkan melakukan pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Dikabarkan oleh Xinhua, CENTCOM melalui...

Diprediksikan Malam ini, Perundingan AS-Iran Berlangsung di Pakistan

TEHERAN,newsreal.id – Perundingan yang direncanakan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad diprediksi dimulai pada Sabtu (11/4) malam dan berlangsung selama satu hari, menurut Kantor...

Ini Kondisi Terkini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

NEWSREAL, Teheran – Teka-teki kondisi terkini pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mulai terkuak. Putra mendiang Ali Khamenei ini dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan...

Iran Tegas Tolak Usulan Gencatan Senjata dengan AS-Israel

NEWSREAL, Teheran – Pemerintah Iran menolak usulan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel. Hal ini seperti yang diwartakan media pemerintah Iran pada hari Senin...

Desakan BoP ke Hamas Soal Rencana Demiliterisasi Gaza

NEWSREAL, Washington – Hamas didesak agar segera menyelesaikan rancangan kesepakatan demiliterisasi Jalur Gaza paling lambat akhir pekan ini. Desakan ini disampaikan langsung oleh perwakilan Dewan...

Tentara Israel Hancurkan Kamera UNIFIL di Lebanon

NEWSREAL,ID, BEIRUT- Tentara Israel dilaporkan menghancurkan seluruh kamera pengawas yang mengarah ke markas Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di Naqoura, Lebanon selatan. Tindakan tersebut...

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Pangan Global 2,4 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Food and Agriculture Organization (FAO) melaporkan harga pangan global mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen pada Maret 2026. Lonjakan ini dipicu meningkatnya biaya energi akibat...

Iran Tolak Gencatan Senjata 48 Jam Usulan AS, Konflik Kian Memanas

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran dilaporkan menolak usulan Amerika Serikat (AS) untuk melakukan gencatan senjata selama 48 jam di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur...

Macron Ajak Negara Dunia Kurangi Ketergantungan pada AS

NEWSREAL.ID, SEOUL- Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan sejumlah negara untuk bersatu dan membangun kemandirian global tanpa bergantung pada Amerika Serikat. Seruan tersebut disampaikan saat ia...

Lagi, Tiga Prajurit TNI Terluka Kena Ledakan di Lebanon

NEWSREAL.ID, BEIRUT- Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian Indonesia di Lebanon. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dilaporkan...

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serang Iran

NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Pemerintah Austria menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi militer terhadap Iran. Penolakan ini didasarkan pada prinsip netralitas militer yang...