kantor-irjen-esdm13

*Berkat Sentuhan Prof Akhmad Syakhroza

SUARA gemericik air terdengar lirih saat tamu hendak memarkirkan mobilnya di Inspektorat Jenderal Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (Itjen KESDM).

Sumber suara air yang berasal dari air mancur yang dipasang di ujung-ujung kolam ukuran lebar satu meteran dan dalam kolam puluhan centimeter sengaja menarik perhatian orang.

Pasalnya, lokasinya tepat di pintu masuk kantor memanjang dan dicat cerah warna-warni. Sebanyak empat kolam ikan yang ada di situ, berisi ikan Nila, Mujair, Patin, ikan Mas, dan ikan Lele.

Ratusan ekor ikan seukuran jari hingga lengan manusia berseliweran bebas berenang di kolam-kolam air tersebut.

Pemandangan tak kalah elok di atas kolam ikan. Tanaman hijau segar tumbuh subur, gemuk, dan terawat. Tanaman semacam ini juga tumbuh di area luar perkantoran atau di tepi jalan umum.

Khusus tanaman hidroponik yang dipelihara adalah tanaman produktif berupa tanaman obat, sayur-sayuran, dan tanaman lain yang bernilai ekenomis bermanfaat dan bisa dikonsumsi.

Dinding Mural

Beralih di sisi pintu masuk utama kantor ini. Tepat di ujung temboknya terdapat sebuah aquarium Ikan KOI yang terlihat berenang dengan ukuran sebesar lengan. Jadi ada kolam ikan dan ada aquarium disana.

kant-irjen-esdm1

Di sebelah kiri bangunan kantor yakni pintu masuk basement. Terlihat tembok tinggi sepanjang 100 meteran, dihiasi lukisan mural dengan berbagai tema tentang energi dan pertambangan menjadi artistik.

Lukisan dinding ini mencerminkan perkembangan teknologi pembangkit listrik yaitu dimulai dengan pembangkit tenaga diesel, batubara, air, gas, angin, sampah, biomass, dan pembangkit tenaga arus dan gelombang laut.

Jadi tembok yang dihiasi lukisan mural tetap terkesan kreativitasnya, tetap memiliki makna di dunia pertambangan dan energi. Serta pastinya pas sekali untuk ajang selfi.

Itulah sekelumit wajah kekinian Inspektorat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Semenjak kantor tersebut dinahkodai Prof Akhmad Syakhroza, Phd. Sekeliling kantor berubah total, lebih bersih, rapi, hijau dan asri.

Tak ditemui ada tanah dan ruang kosong bangunan. Tanah atau ruang kosong yang menganggur langsung disulap menjadi sarana yang lebih produktif, ditanami atau dibangun kolam-kolam ikan, dan aquarium.

Prof Akhmad sapaan Irjen mengaku, dulunya ada ruang terbatas dalam pagar kantor .

“Sebelum diubah kolam ikan, tempat itu ditumbuhi rumput,” tuturnya sambil menunjukkan kolam ikan di dekat pos penjagaan.

Akhmad Syakhroza ingin gedung di kantornya lebih hijau, ditumbuhi tanaman produktif, dan aneka ikan. Konsepnya adalah optimalisasi lahan dan green (hijau). Konsep ini kata dia, memiliki maksud kegiatan untuk kreativitas inovatif dan produktivitas.

Sosok yang juga Guru Besar Universitas Indonesia itu juga menguraikan kenapa dinding-dinding dihiasi dengan lukisan-lukisan kegiatan KESDM.
Temanya pun bermacam-macam, mulai dari pembangkit listrik dari diesel sampai pembangkit arus laut.

Lalu, kenapa gedung itu juga dihiasi kolam ikan, aquarium, dan tanaman hidroponik.

Panen Sendiri

Konsep yang diciptakan ini demi menumbuhkan kekreativitasan yang produktif dan langsung bisa dikonsumsi.

“Jika tanaman dan ikan siap panen, kalangan staf hingga masyarakat sekitar langsung bisa panen,”

“Tamu bisa disuguhi jus sayuran, minuman rempah dari jamu-jamuan. (Sebab) tidak ada tanaman yang tidak memberikan manfaat. Dan suasananya juga nyaman,” pungkasnya.

Diwa, salah satu tamu kepada portal ini mengaku terkesan menyaksikan inovasi yang mengubah gedung yang kokoh dengan warna hitam dominan abu menjadi lebih hijau dan asri.

“Ternyata benar loh, kantor Itjen ini ditanami tanaman hidroponik dan ada kolam ikannya,” kata tokoh perempuan milenial yang juga berkesempatan melihat dari dekat inovasi ini.

Menurutnya, pada masa pandemi Covid-19 terobosan dan inovasi seperti yang dilakukan kantor Inspektorat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan memiliki dampak positif.

Sebab konsep itu harus ditiru dan dikembangkan ke pelosok negeri. Bila perlu kantor-kantor lain dari tingkat pusat sampai daerah mengadopsinya.

“Pada masa pandemi sekarang ini konsep yang diterapkan di kantor Inspektorat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bisa ditiru dan diimplementasikan. Jika serius malah akan membangkitkan sektor ekonomi yang saat ini terpuruk karena wabah Covid-19,” harapnya.

kantor-irjen-esdm130

Pada bagian lain, Laode, satu staf yang ditemui mengaku terobosan-terobosan yang dilakukan pimpinan di Itjen KESDM inovatif dan wajib diapresiasi.

Menurutnya, setiap lembaga pemerintahan juga turut peduli terhadap lingkungan, minimal di sekitar kantornya seperti inovasi yang diimplementasikan di Itjen KESDM.

“Bayangkan bila seluruh perkantoran pemerintah dan swasta di Ibu Kota ini juga mengusung nuansa yang sama seperti di kantor Itjen KESDM. Pastinya, bangunan-bangunan di Jakarta akan lebih hijau lagi,” pungkasnya.

Dan benarlah kiranya perlu adanya pergesaran konsep, perkantoran pemerintahan dan swasta yang jamak dengan gedung menjulang tinggi ke langit atau berhalaman luas. Bangunan yang dikelilingi pagar atau tembok pembatasan diubah lebih hijau dan produktif.

Buktinya, ada di kantor Inspektorat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Silahkan mampir ke Jl Patra Kuningan Raya, No 1B, Jakarta Selatan untuk membuktikannya !

Tinggalkan Pesan