NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah kembali mengirimkan bantuan penanganan bencana ke tiga provinsi terdampak, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Jumat (28/11) pagi.
Langkah cepat ini dilakukan atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, yang sejak hari pertama bencana memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak tanpa jeda.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan, bantuan diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma pada pukul 07.30 WIB menggunakan empat pesawat: tiga Hercules dan satu A400 yang baru tiba di Indonesia awal bulan ini.
Baca juga: BNPB Ungkap 116 Korban Meninggal di Sumut, 42 Warga Masih Hilang
“Empat pesawat ini terbang menuju Padang (Sumbar), Bandara Silangit (Sumut), Banda Aceh, dan Lhokseumawe sebagai titik terdekat dari lokasi terdampak,” ujar Seskab usai melepas pengiriman bantuan.
Penanganan Langsung
Ia menegaskan bahwa pengiriman ini bukan yang pertama. Sejak bencana terjadi pada 25 November 2025, Presiden Prabowo telah menginstruksikan Menteri Koordinator PMK untuk mengoordinasikan penanganan secara langsung. Pengiriman bantuan terus berlangsung melalui pesawat TNI maupun maskapai sipil, menyesuaikan kebutuhan yang diperoleh dari koordinasi pemerintah pusat dan daerah.
Menurut Seskab, Presiden Prabowo berkomunikasi langsung dengan sejumlah kepala daerah di Sumatera Barat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, serta Gubernur Sumut dan Aceh untuk memastikan kebutuhan lapangan terdeteksi secara akurat. Masukan dari daerah menjadi dasar penentuan jenis bantuan yang diterbangkan hari ini.
Bantuan yang dikirim mencakup kebutuhan-kebutuhan vital seperti 150 tenda, 64 perahu karet untuk evakuasi, genset, alat komunikasi sebanyak 100 unit, bahan makanan siap saji, serta tim medis gabungan dari TNI dan Kementerian Kesehatan.
“Yang penting semua bantuan segera terbang ke lokasi, sampai ke daerah terdalam,” tegas Seskab, menirukan arahan Presiden Prabowo. Dengan mobilisasi cepat ini, pemerintah menegaskan komitmen penuh untuk memastikan keselamatan warga di wilayah terdampak sebagai prioritas utama. (tb)


