
- Jateng Dukung Swasembada Pangan
SEMARANG- Pemprov Jateng menegaskan komitmennya mendukung program pemerintah pusat merealisasikan target swasembada pangan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto demi ketahanan pangan nasional.
Hal tersebut disampaikan Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana dalam Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, di Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jateng, Selasa (31/12).
Rapat koordinasi diikuti oleh sejumlah menteri di bawah Kemenko Pangan, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Badan Pangan Nasional, Badan Gizi Nasional dan lainnya. Hadir pula Forkopimda Provinsi Jawa Tengah, DPRD, Kepala OPD, bupati dan wali kota.
Menurut Nana, kerja sama dengan berbagai pihak diperlukan dalam mewujudkan swasembada pangan. “Dalam hal swasembada pangan ini perlu adanya kebersamaan, kerja sama dan sinergi dari pusat sampai daerah, ini harus menyambung, saling membantu, saling mendukung dari pusat sampai daerah. Start sudah dimulai, tahun 2025 sudah mengurangi impor padi, gula, garam, jagung,” kata Nana, ditemui seusai kegiatan.
Ditambahkan, Pemprov berkomitmen untuk meningkatkan pangan. Walaupun Jateng diakui merupakan salah satu lumbung pangan nasional, atau lumbung padi nasional, namun pihaknya tetap akan meningkatkan pangan, baik kualitas maupun kuantitasnya.
Terkait swasembada pangan, termasuk masalah pertanian seperti bagaimana irigasinya, penyuluh pertanian, termasuk pompanisasi yang sudah dilaksanakan, Nana menyampaikan, Jateng termasuk daerah yang dilakukan optimalisasi dan penambahan lahan baru. Misalnya, luas tambah tanam, Jawa Tengah untuk padi sudah melebihi target, yaitu hingga November sudah 115,86 persen, atau artinya sudah melewati target dari pemerintah pusat.
“Juga masalah perkembangan distribusi pupuk. Memang pupuk ini menjadi kendala. Sekarang sudah mulai bagus artinya pemerintah memperhatikan, pendistribusian sampai ke kios-kios sudah jelas. Kemudian masalah pemberdayaan peternak lokal untuk program makan bergizi gratis. Jadi ini merupakan investasi untuk Indonesia ke depan. Mulai anak-anak, anak-anak kita ini harus memiliki asupan makan yang bergizi,” ujarnya.
Nana melanjutkan, masalah perbaikan budidaya ikan juga disinggung dalam rakor bidang pangan tersebut. Diharapkan, sebagai negara maritim, kebutuhan ikan yang kaya vitamin bagi masyarakat juga menjadi perhatian.
Untuk masalah irigasi, Nana menuturkan, di Jawa Tengah saat ini kondisi irigasi baru 33,7 persen dalam kondisi baik. Selebihnya mayoritas rusak ringan, kemudian lainnya rusak. Sedangkan untuk kabupaten/ kota yang tidak memiliki anggaran, maka akan ditarik ke atas atau dibantu pemerintah pusat.
“Masalah irigasi ini hampir sama dengan jalan. Irigasi A kewenangan pusat, irigasi B kewenangan provinsi, dan C kewenangan kabupaten/kota. Memang paling besar milik kabupaten/kota yang dalam hal ini perlu perbaikan-perbaikan,” ujarnya.
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan pihaknya melakukan Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Daerah Jateng. Ini merupakan kali ketiga setelah sebelumnya Jabar dan Lampung, untuk membahas program prioritas utama Presiden Prabowo Subianto, yaitu swasembada pangan.
“Karena itu tidak mungkin hanya pusat tapi dibutuhkan satu visi, satu misi, karena kita satu tim, pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota harus sama semangatnya. Tujuan kita swasembada pangan secepat-cepatnya dalam artian luas. Yaitu, ada gula, garam, jagung, beras dan lain-lain,” kata Zulhas, sapaan akrabnya di lokasi.
Menurutnya, ada dua hal yang dilakukan, yaitu optimalisasi yang ada. Jateng terkenal dengan lumbung pangan, maka optimalisasinya antara lain irigasi. Pihaknya meminta lahan-lahan tadah hujan atau yang tidak ada irigasinya segera dilaporkan walaupun pihaknya sudah punya data di PU, tapi ini diharapkan lebih detail, lebih tepat, dan lebih cepat. “Ada hampir 30-40 persen Jateng yang tidak irigasinya. Kedua, tidak bisa dibangun irigasi karena tidak ada bendungannya. Nah itu bisa dengan pompa. Pompanisasi, cepat dilaporkan,” tuturnya.
Ketersediaan Pupuk
Perihal pupuk, kata mantan Menteri Perdagangan ini, pihaknya sudah memangkas aturannya biar tidak mengular lagi. Selain juga disediakan dashboard untuk memonitor. Dengan begitu, kalau dulu peraturannya banyak seperti melalui SK Bupati, SK Gubernur, SK Mendag, atau macam macam lagi, sekarang langsung dari Menteri Pertanian tunjuk penerima pupuk. Gerakan cepat itu bisa langsung ke gapoktan, kios, pengecer, atau distributor.
Selanjutnya soal penyuluh, Zulhas menyatakan, penyuluh akan jadi kunci. Diketahui, penyuluh tidak hanya padi tapi holtikultura, dan lainnya. Untuk mendukung semangat para petani, pemerintah akan membeli hasil pertaniannya.
“Kemarin Rapat dipimpin Presiden langsung bersejarah. Kenapa bersejarah? Karena diputus bapak Presiden berapapun hasil pertanian padi dan jagung, baru dua produk, yang tidak diserap pasar, maka akan dibeli seluruhnya oleh pemerintah melalui Bulog. Harga sudah disesuaikan,” ujarnya.
Misalnya, terang Zulhas, harga gabah Rp6 ribu per kg jadi Rp6.500. Ada juga harga jagung Rp5 ribu jadi Rp5.500 per kg. Produk yang tidak diserap pasar akan dibeli pemerintah. Nanti tentu kerja sama dengan pabrik padi yang ada di daerah.
“Presiden memerintah menteri-menterinya jangan cengeng, jangan punya mental minderan, jangan pesimis. Presiden memerintah menteri-menterinya semangat dulu, yakin dulu, kerja keras dulu, coba dulu,” tegasnya.
Zulhas juga mengatakan, mulai 2025, pemerintah tidak akan melakukan impor beras, gula untuk konsumsi, jagung untuk pakan ternak, dan garam. “Jadi di empat bidang ini, para petani, para pengusaha silakan lomba berusaha. Insyaallah bagus harganya. Besok mudah mudahan tahun 2025 sudah tidak impor lagi. Minimal kita tidak impor lagi empat macam yang saya sebutkan,” jelasnya.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto mengatakan untuk turut serta menyukseskan program swasembada pangan, anggaran untuk dana desa pada 2025 Rp70 triliun. Dari jumlah tersebut 20 persennya wajib untuk ketahanan pangan. “Sebanyak 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan. Kita matangkan dengan modul. Kami mohon bupati dan camat se-Jateng, 2025 fokus ketahanan pangan,” kata Yandri. (tb)
Salat Idulfitri di Simpanglima, Gubernur Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Kepedulian
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berbaur dengan ribuan warga saat melaksanakan Salat Idulfitri 1447 H di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Sabtu (21/3/2026). Luthfi...
Lebaran di Balai Kota Semarang: Ribuan Warga Tumpah, Toleransi Makin Terasa
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa kuat di halaman Balai Kota Semarang saat ribuan warga memadati lokasi untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447...
Lebaran, 10 Puskesmas di Semarang Tetap Buka 24 Jam Lengkap IGD
NEWSREAL.ID, SEMARANG– Kabar baik untuk pemudik dan warga, sebanyak 10 puskesmas di Kota Semarang tetap buka selama libur Idul Fitri 2026. Seluruhnya dilengkapi Instalasi Gawat...
BBM dan Listrik di Jateng Dipastikan Aman Saat Lebaran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memastikan pasokan energi di Jawa Tengah aman selama arus mudik dan Idul Fitri 2026. Stok bahan bakar minyak (BBM) hingga listrik disebut...
Pemkot Semarang Gelar Shalat Idulfitri di Halaman Balai Kota
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Pemkot Semarang siap menggelar Shalat Idulfitri 1447 H/2026 M di halaman Balai Kota, Jalan Pemuda No. 148. Momen ini bakal jadi ajang kumpul...
Cek Posko Mudik, Wali Kota: Jalur Darat Waspada, One Way Siap Diterapkan
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti turun langsung memantau sejumlah posko pelayanan mudik bersama Forkopimda, Rabu (18/3/2026), untuk memastikan kesiapan jelang puncak arus...
Safari Ramadan di Polrestabes, Forkopimda Kompak Jaga Kondusivitas Kota
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Safari Ramadan dan Tarawih Keliling Pemerintah Kota Semarang bersama Forkopimda di Masjid Al Hidayah Polrestabes Semarang,...
Plat Merah Masih Wira-Wiri Saat Lebaran? Agustina: Itu Lagi Tugas, Bukan Jalan-Jalan
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng angkat bicara soal kemungkinan kendaraan dinas atau mobil pelat merah yang masih terlihat beroperasi saat libur Lebaran 2026....
Kapolrestabes Semarang Tekankan Pelayanan Maksimal Saat Mudik
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Kapolrestabes Semarang, M Syahduddi, bersama Dandim 0733/Kota Semarang, Priyo Handoyo, melakukan kunjungan kerja ke Pos Pelayanan (Posyan) di Stasiun Tawang, Senin (16/3/2026) malam....
Mudik Gratis, Ahmad Luthfi Berangkatkan Ratusan Warga Jateng dari Pasar Senen
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, melepas ratusan peserta program Mudik Gratis 2026 dengan moda kereta api dari Stasiun Pasar Senen, Selasa (17/3/2026). Keberangkatan ditandai dengan...
Polda Jateng Siapkan One Way Lokal dari Kalikangkung ke Bawen
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Polda Jawa Tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol saat puncak mudik Lebaran 2026. Direktur Lalu Lintas...
Posko Mudik di Mangkang Jadi Oase Pemudik, Wali Kota Agustina: Ini Bukti Semarang Masih Guyub
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menghadiri peresmian Posko Mudik Lebaran yang didirikan oleh GP Ansor, Banser, dan KNPI Kota Semarang di kawasan Mangkang...

