
JAKARTA- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan, selama intensifikasi pengawasan pangan pihaknya menemukan 35.534 pieces pangan yang melanggar ketentuan, dan didominasi oleh pangan tanpa izin edar (TIE) sebanyak 19.795 pieces atau 55,7 persen.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan di Jakarta, Jumat, (21/3),berdasarkan hasil pengawasan produk pangan olahan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri pihaknya menemukan pelanggaran dalam tiga kategori, yakni tanpa izin edar (TIE), kadaluwarsa, dan rusak.
Pelanggaran berupa TIE diikuti oleh produk kadaluwarsa 14.300 atau 40,2 persen, serta pangan rusak sebanyak 1.439 pieces atau 4,1 persen. Dia menambahkan, Jakarta menjadi wilayah dengan pangan tanpa izin edar (TIE) terbanyak, yakni sebanyak 9.195 pieces, diikuti oleh Batam (2.982), Tarakan (2.044), Balikpapan (1.185), dan Pontianak (487).
Dia menyebutkan bahwa pangan TIE tersebut diimpor dari sebelas negara, antara lain Malaysia, Tiongkok, Arab Saudi, dan Singapura. Terdapat berbagai jenis pangan, katanya, seperti minuman serbuk, bumbu, hingga biskuit.
“Meski jumlah produk rusak lebih sedikit, tetap diperlukan perhatian untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan,” katanya. Menurutnya, hal itu menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap distribusi dan kepatuhan regulasi.
Ritel Modern
Adapun produk-produk yang melanggar ketentuan, katanya, ditemukan pada pengawasan terhadap 1.190 sarana peredaran yang terdiri dari ritel modern sebanyak 50,3 persen, ritel tradisional sebanyak 30,6 persen, gudang distributor 18 persen, gudang importir 1 persen, dan gudang e-commerce 0,2 persen.
Selain pengawasan langsung di lapangan, pihaknya juga melakukan pengawasan secara siber. Pihaknya menemukan 4.374 tautan yang menjual produk pangan Tanpa Izin Edar (TIE), dengan mayoritas produk berasal dari Malaysia, Jepang, Nigeria, Singapura, Australia, dan Belgia. “Temuan ini menunjukkan bahwa produk impor ilegal masih banyak beredar secara daring, berpotensi membahayakan konsumen,” katanya.
Terkait hasil pengawasan takjil, Taruna menyebutkan bahwa hanya ada 96 pieces atau 1,94 persen yang melanggar aturan dari 4.958 sampel yang diuji. Dia menyebutkan bahwa total nilai keekonomian produk yang ditemukan dalam pengawasan langsung dan daring yakni Rp16,5 miliar. Adapun pengawasan dilakukan sejak 24 Februari 2025.
BPOM menindaklanjuti temuan-temuan tersebut dengan langkah-langkah korektif seperti sanksi administratif, pencabutan link jualan, preventif seperti Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pelaku usaha dan masyarakat.
“Kolaborasi semua pihak termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan ekosistem perdagangan dan peredaran pangan yang baik dan berkeadilan dalam rangka memastikan pangan yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi,” dia menambahkan. (Ant,tb)
Kunjungi Indonesia, Presiden Jerman Dipameri Kerukunan Umat Beragama
JAKARTA,NEWSREAL.id — Indonesia menampilkan salah satu praktik baik kerukunan antar umat beragama kepada Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Ibu Negara Elke Büdenbender saat...
Modernisasi Stasiun Gambir dan Penanganan Perlintasan Sebidang Fokus PT KAI
JAKARTA, NEWSREAL.id – Pengembangan sektor perkeretaapian nasional, mulai dari modernisasi stasiun hingga peningkatan keselamatan perjalanan kereta api disorot. Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian itu saat...
Harga BBM Subsidi tidak Naik, Ini Penjelasan Pertamina
JAKARTA, NEWSREAL.id – Harga BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan. Baca Juga Bila Indonesia Impor Minyak Mentah Rusia, Pertamina Pastikan Siap Mengolahnya...
Laporan DEN, Survei MBG Tunjukkan Dampak Positif bagi UMKM
JAKARTA,NEWSREAL.id – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melaporkan hasil survei independen terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menunjukkan dampak positif tidak hanya terhadap pemenuhan...
Pembangunan Giant Sea Wall-Pelabuhan, Pemerintah RI Gaet Rusia
JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah RI mengkampanyekan pembangunan Giant Sea Wall yang menjadi salah satu agenda strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah Indonesia juga...
Staf Khusus Menag RI di Vesak Festival 2026: Doakan Presiden Prabowo Jaga Perdamaian dan Kerukunan Bangsa
JAKARTA,NEWSREAL.id— Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar mengajak seluruh umat menjaga kerukunan, persatuan, dan semangat kebangsaan. Dalam acara “Sanghadana Vesak Festival 2026” yang diselenggarakan Young...
Cetak Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan sebagai Kepala KUA
JAKARTA,NEWSREAL.id– Baru-baru ini sejarah dicatat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kementerian yang dipimpin Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA baru saja mengangkat belasan pejabatnya ke...
Pelaksanaan Program MBG, Presiden Prabowo : Tekankan Integritas dan Akuntabilitas
BOGOR, NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan tidak ada ruang bagi penyimpangan...
Pimpinan BGN Diganti, Ketum G-Nesia : Program MBG Butuh Sentuhan Pemimpin Perempuan
SOLO,NEWSREAL.id – Lonceng pertanda bersih-bersih di institusi Badan Gizi Nasional (BGN) sudah dibunyikan Presiden Prabowo Subianto melalui pengumuman yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi...
Presiden Prabowo Benahi BGN, Ketua dan Wakil Ketua Dicopot
JAKARTA,NEWSREAL.id- Presiden Prabowo Subianto membenahi Badan Gizi Nasional. Ketua dan Wakil Ketua BGN copot dan digantikan yang baru. “Bapak presiden mengambil keputusan untuk lakukan pergantian...
Kunjungan Presiden ke Luar Negeri Dikritik, Seskab Teddy : Terpenting Hasil Konkretnya
JAKARTA,NEWSREAL.id – Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya pasang badan guna menangkis serang dari berbagai pihak terkait kunjungan Kepala Negara Bersama rombongan ke luar negeri....
12 Kloter Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj : Zamzam sudah Disiapkan”
JAKARTA,NEWSREAL.id — Awal Juni 2026 mulai memasuki fase kepulangan gelombang pertama jamaah haji ke Tanah Air. Pemulangan dilakukan secara berjenjang melalui Bandara Internasional King Abdul...