Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

Kecil Peluang Islah PDIP dan Jokowi

Tim Redaksi, Newsreal.id
Rabu, 19 Maret 2025 17:54 WIB
Kecil Peluang Islah PDIP dan Jokowi
NEWSREAL.ID - HUT PDIP: Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat menghadiri HUT PDI Perjuangan ke-44 di Jakarta Convention Center, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Dok: Setkab)

JAKARTA- Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno pun memberi analisis terkait kemungkinan islah atau perdamaian antara PDIP dan Jokowi setelah arahan Puan tersebut. Menurutnya, kans islah politik Jokowi dan PDIP masih sangat kecil.

“Bagi Puan, peristiwa politik dengan Jokowi adalah masa lalu, tidak perlu diperpanjang. Tapi untuk islah agak sulit karena sangat kelihatan sakit politik PDIP, efek ditinggalkan Jokowi belum selesai dan sulit dihilangkan,” tutur Adi, Selasa (18/3).

Ketua DPP PDIP Puan Maharani meminta suasana panas yang terjadi antara PDIP dengan Joko Widodo (Jokowi) untuk disudahi. Puan menilai masih banyak persoalan bangsa yang perlu diatasi.

Adi menjelaskan ucapan Puan itu menguatkan dugaan adanya dua haluan di internal PDIP terkait sikap terhadap Jokowi. Kelompok pertama, dia berujar, bersikap keras dan konfrontatif terhadap Jokowi. Sikap konfrontatif ini diwakili oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Pemenangan Pemilu Eksekutif PDIP Deddy Sitorus, hingga politikus PDIP Guntur Romli.

“Pada saat yang bersamaan, ada mazhab kedua seperti yang ditunjukkan Puan Maharani. Terlihat cukup soft, cukup akomodatif dan cenderung menganggap apa yang terjadi antara PDIP dan Jokowi itu masa lalu, tidak perlu diperpanjang dan dikonfrontasikan,” kata Adi.

Gamang

Menurut Adi, dua kubu di tubuh partai berlambang banteng itu membuat sikap politik PDIP sering terlihat gamang. PDIP dinilai memiliki dua wajah yang berbeda dan diwakilkan dari keberadaan kedua kelompok tersebut.

“Terlepas dari sikap politik PDIP yang dinilai terbelah, tapi tetap saja secara kelembagaan politik, posisi politik, PDIP masih diperhitungkan oleh pemerintahan saat ini,” imbuh Adi.

Sebelumnya, Puan merespons memanasnya kembali hubungan PDIP dan Jokowi. Ia meminta agar hal itu disudahi, terlebih di bulan Ramadan. “Sudahi hal-hal yang kemudian hanya membuat kita ini terpecah belah, sudahi hal-hal yang membuat kita ini kemudian hanya berkutat dengan hal-hal yang kemudian membuat kita itu saling berprasangka. Apalagi ini di bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah,” kata Puan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/3).

Puan menilai masih banyak persoalan bangsa yang perlu diatasi bersama-sama. Menurutnya, tidak ada pihak yang bisa membangun bangsa tanpa kerja sama dengan pihak lain. “Kita semua pastinya manusia yang tidak sempurna, kita semua pasti punya masa lalu, tapi kita ingat bahwa membangun bangsa itu nggak bisa sendirian,” imbuhnya. (dtc,tb)

Share:

Berita Terbaru

Menhaj Pastikan Haji 2026 Tetap Sesuai Jadwal

NEWSREAL.ID, SURABAYA- Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf memastikan keberangkatan jamaah haji Indonesia tahun 2026 tetap berjalan sesuai jadwal, meskipun situasi geopolitik global tengah...

Kepala BNN Dorong Pendekatan Berimbang Tangani Narkotika

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kepala Badan Narkotika Nasional RI Suyudi Ario Seto menegaskan pentingnya pendekatan berimbang dalam penanganan narkotika, yang tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga...

BGN Bentuk Tim Khusus Awasi Sertifikasi SPPG, Jaga Mutu Program Makan Gratis

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) membentuk tim internal khusus untuk mengawasi sertifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas program...

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Setor Rp17 Triliun ke Dewan Perdamaian Trump

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak pernah berjanji maupun berkomitmen memberikan dana sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17 triliun untuk bergabung...

Mensos: Efisiensi Anggaran Tak Akan Sentuh Bansos

NEWSREAL.ID, SURABAYA- Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan kebijakan efisiensi anggaran yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto tidak akan berdampak pada bantuan sosial (bansos)...

Puncak Arus Balik Diprediksi 24 Maret, Polri Imbau WFA untuk Hindari Penumpukan Kendaraan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kepolisian Negara Republik Indonesia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengurai potensi kemacetan saat arus balik Lebaran 2026. Langkah...

Menhub Pastikan Mudik-Balik Lancar

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan seluruh fasilitas transportasi selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan optimal. Pernyataan itu disampaikan saat...

Usai Lebaran, ASN WFH 1 Hari per Pekan, Pemerintah Klaim Hemat BBM hingga 20 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah Lebaran 2026. Skema ini dirancang sebagai langkah efisiensi energi...

Arus Balik Lebaran, KAI Siapkan 293 Ribu Kursi ke Jakarta

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan ketersediaan kursi kereta api untuk arus balik Lebaran 2026 masih aman. Tercatat, sebanyak 293.937 tempat duduk masih...

Arus Balik Lebaran, Polri Minta Pemudik Manfaatkan Diskon Tol 26-27 Maret

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat memanfaatkan diskon tarif tol saat arus balik Lebaran pada 26–27 Maret 2026 guna mengurai kepadatan kendaraan....

Ini Daftar Wilayah RI Berpotensi Paling Panas di Kemarau 2026 Versi BMKG

NEWSREAL.ID, JAKARTA– BMKG memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami suhu lebih panas selama musim kemarau 2026, meski tidak seekstrem tahun 2024. Dalam laporan Climate...

Prabowo Buka Alasan RI Gabung BoP

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan Indonesia bersama negara-negara mayoritas Muslim bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Keputusan itu disebut sebagai...

Leave a comment