Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Iran Tolak Negosiasi Nuklir dengan AS

Tim Redaksi, Admin
Minggu, 6 April 2025 15:22 WIB
Iran Tolak Negosiasi Nuklir dengan AS
NEWSREAL.ID - PENGAYAAN URANIUM: Fasilitas pengayaan uranium milik Iran di Natanz, Iran tengah. Iran menolak berunding dengan Amerika Serikat terkait negosiasi program nuklir miliknya. (Dok: AP)
  • Menlu: Tak Ada Artinya

TEHERAN- Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi menegaskan penolakan negaranya untuk berunding dengan Amerika Serikat terkait negosiasi program nuklir.

Araghchi menyebut negosiasi dengan AS “tak ada artinya”.

“Negosiasi langsung tidak akan ada artinya dengan pihak yang terus menerus mengancam akan menggunakan kekuatan yang melanggar Piagam PBB,” kata Menlu Araghchi dalam pernyataannya, seperti dikutip AFP, Minggu (6/4).

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan pihaknya tetap berkomitmen pada diplomasi, namun akan mencoba jalur negosiasi tidak langsung dengan AS. “Iran terus bersiap menghadapi semua kemungkinan atau peristiwa yang mungkin terjadi, dan sebagaimana seterusnya dalam diplomasi dan negosiasi, Iran juga akan bersikap tegas dan terus membela kepentingan dan kedaulatan nasionalnya,” imbuh Araghchi.

Sebelumnya Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan negaranya bersedia terlibat dalam dialog dengan AS “atas dasar kesetaraan”. Namun dia juga mempertanyakan ketulusan AS dalam menyerukan negosiasi. Dia mengatakan, “jika Anda menginginkan negosiasi, lalu apa gunanya mengancam?”

Tanggapan Iran muncul setelah bulan lalu Presiden AS Donald Trump meminta Teheran untuk mengadakan negosiasi ulang mengenai program nuklirnya. Namun Trump justru melontarkan ancaman akan mengebom Iran jika diplomasi itu gagal.

Tujuan Sipil

Negara-negara Barat, yang dipimpin AS, selama beberapa dekade terakhir menuduh Iran berusaha mendapatkan senjata nuklir. Iran menolak tuduhan itu dan menegaskan bahwa kegiatan nuklirnya semata untuk tujuan sipil.

Pada 2015, Iran mencapai kesepakatan penting dengan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yaitu Amerika Serikat, Prancis, China, Rusia, dan Inggris, serta Jerman, untuk mengatur kegiatan nuklirnya.

Perjanjian 2015 yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) memberikan keringanan sanksi kepada Iran, dengan imbalan pembatasan program nuklirnya untuk menjamin bahwa Teheran tidak dapat mengembangkan senjata nuklir.

Pada 2018, selama masa jabatan pertama Trump, Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian tersebut dan menerapkan kembali sanksi keras terhadap Iran. Setahun kemudian, Iran mulai membatalkan komitmennya berdasarkan perjanjian dan mempercepat program nuklirnya. (cnnind,tb)

Share:

Berita Terbaru

Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza

GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...

Lancar, Tiga Kloter Perdana Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

MADINAH, NEWSREAL.id — Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026 dengan tertib dan lancar. Mereka...

Israel Dituding Terapkan Lebanon Selatan Seperti Gaza

OVIEDO, NEWSREAL.id – Kebijakan Israel dalam menerapkan strategi di Lebanon Selatan dikritik habis oleh Pemerintahan Spanyol. Jika hal itu terus dilakukan Israel tidak bisa mempertahankan...

Kloter Pertama Jamaah Haji Mendarat di Madinah 22 April

*Manfaatkan Fast Track MADINAH,newsreal.id — Persiapan penyambutan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci memasuki tahap akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh...

AS Cegat Kapal Iran Terobos Blokade di Teluk Oman

WASHINGTON, newsreal.id – Kapal dagang berbendera Iran bernama Touska dicegat oleh militer Amerika Serikat karena berusaha menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman, Minggu...

Nasib Dua kapal Pertamina Terkini, Kabar Terakhir Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz

JAKARTA,newsreal.id – Dua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PT Pertamina...

Jalur Pelayaran Strategis Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Mentah Turun Tajam

JAKARTA,newsreal.id – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz kembali dibuka untuk aktivitas komersial. Hal itu dikatakan Abbas Araghchi...

Blokade AS Aktif, Kapal Tanker Iran Diinformasikan Melenggang Teluk via Selat Hormuz

TEHERAN,newsreal.id – Meski dibawah sanksi ketat Amerika Serikat (AS) berupa blokade laut, tersiar informasi kapal-kapal tanker Iran bebas melenggang memasuki perairan Teluk melalui Selat Hormuz....

Ini Kabar Teranyar Nasib Dua Kapal Tanker RI Tertahan di Selat Hormuz

JAKARTA, newsreal.id– Upaya negosiasi tanpa pantang menyerah dan berani yang dilakukan diplomat-diplomat Indonesia untuk pembebasan dua kapal tanker untuk melintasi Selat Hormuz menunjukkan sinyal positip....

Ancam AS, Iran Targetkan Kapal Induk dan Perang

TEHERAN, newsreal.id – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menargetkan sejumlah kapal perang termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln yang berada di sekitar Selat Hormuz....

Seskab Teddy: Presiden Putin Apresiasi Ucapan Paskah Presiden Prabowo

*Simbol Toleransi dan Persahabatan Antarbangsa ADA momen hangat dan menarik saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan 5 jam dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir...

Prabowo-Putin Sepakat Geber Kerjasama Ekonomi dan Energi

JAKARTA,newsreal.id – Presiden RI Prabowo Subianto langsung melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pembantunya setibanya di Moscow. Dalam pertemuan itu Prabowo menyampaikan apresiasi...

Leave a comment