Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

Insiden Peledakan Amunisi, Imparsial Duga Ada Kelalaian SOP

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 13 Mei 2025 23:26 WIB
Insiden Peledakan Amunisi, Imparsial Duga Ada Kelalaian SOP
NEWSREAL.ID - KUNJUNGI KELUARGA KORBAN: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan keluarga salah satu korban ledakan saat pemusnahan amunisi tidak layak milik TNI di Cibalong, Garut, Jabar, Selasa (13/5). (Foto: Ist)

JAKARTA- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang fokus pada isu HAM, Imparsial mendesak dilakukan investigasi mendalam terkait peristiwa ledakan saat pemusnahan amunisi tidak layak milik TNI di Cibalong, Garut, Jabar, Senin (12/6).

Direktur Imparsial, Ardi Manto menilai, jatuhnya korban jiwa dalam proses pemusnahan amunisi itu adalah bentuk inkompetensi penataan wilayah pertahanan termasuk proses perencanaan dan pengendalian wilayah pertahanan.

“Diperlukan adanya investigasi mendalam tentang jatuhnya korban yang bukan hanya dari kalangan prajurit. Sebab, hal ini menjadi sinyal kuat adanya kelalaian dalam pelaksanaan SOP disposal amunisi tersebut,” kata Ardi dalam keterangan tertulis, Selasa (13/5).

Menurutnya, perlu juga dilakukan evaluasi menyeluruh mulai dari perencanaan hingga eksekusi dan tidak hanya menyasar pelaksana teknis, tetapi juga menyentuh atasan yang bertanggung jawab.

Ia menyoroti soal SOP dalam pengamanan area serta pemberian informasi kepada warga sekitar lokasi. Menurutnya, keberadaan warga sipil yang berada dalam jarak bahaya menunjukkan lemahnya pengamanan dari pihak TNI dan kurangnya sosialisasi kepada warga tentang jarak dan batas aman lokasi disposal.

Ia berkata seharusnya dilakukan pengamanan berlapis mengingat efek ledakan yang akan timbul cukup mematikan. “Padahal pemusnahan bahan peledak, termasuk amunisi kadaluwarsa milik TNI memerhatikan aspek keamanan, keterbukaan informasi dan keterlibatan serta kerja sama dengan masyarakat sekitar lokasi pemusnahan amunisi,” ujarnya.

Membantu TNI

Terpisah, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan warga sipil yang turut jadi korban tewas dalam ledakan pemusnahan amunisi di Garut bekerja membantu TNI. Bahkan sudah ada yang bekerja selama 10 tahun.

Dedi mengatakan, sebagian dari mereka bahkan sudah ada yang berpengalaman. “Mereka pengakuannya bekerja di sana. Sudah cukup lama, ada yang sampai 10 tahun membantu dan menjadi profesi yang ditekuni dalam setiap harinya dan memang sudah berpengalaman,” kata Dedi di RSUD Pameungpeuk usai mengunjungi keluarga korban, Selasa (13/5).

Dedi mengatakan Pemprov Jabar berkomitmen untuk menanggung biaya kehidupan dan pendidikan anak yang belum menikah dari para korban ledakan. “Itu menjadi tanggungjawab gubernur. Mereka pendidikannya, kehidupan sehari-harinya, biar nanti kami yang mengambil alih tanggung jawab itu,” kata Dedi.

Bantuan pendidikan yang diberikan menurut Dedi sampai kuliah. Sedangkan uang santunan yang diberikan dari Pemprov sebesar Rp 50 juta per korban yang diberikan pada keluarganya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Kristomei Sianturi mengatakan keberadaan warga sipil di area pemusnahan amunisi untuk mengumpulkan sisa-sisa serpihan logam.

Kristomei mengatakan dari informasi yang diperolehnya, sudah jadi kebiasaan apabila ada pemusnahan dengan cara diledakkan banyak warga mendekat. “Informasi yang kami dapat, kebiasaan yang ada, adalah apabila setelah peledakan itu masyarakat mendekat,” kata Kristomei dalam sebuah wawancara dengan salah satu TV nasional, Senin (12/5).

“Kenapa mereka mendekat? Dalam rangka untuk mengambil sisa-sisa serpihan logam, tembaga, besi dari munisi-munisi yang sudah diledakkan tadi. Karena itu punya nilai jual,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana mengatakan bagaimana bisa warga sipil mendekat ke lokasi pemusnahan jadi salah satu hal yang tengah diinvestigasi pihaknya. “Itu masuk dalam substansi yang sedang diselidiki oleh tim investigasi, saat ini masih berlangsung, mohon beri kesempatan tim bekerja,” kata Wahyu, Selasa (12/5).

Dari 13 korban tewas, 9 di antaranya adalah warga sipil. Hal ini menjadi pertanyaan tersendiri bagaimana warga sipil bisa masuk bahkan mendekat di area berbahaya seperti pemusnahan amunisi kadaluwarsa atau yang tidak layak pakai. (cnnind,tb)

Share:

Berita Terbaru

Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, BMKG Wanti-wanti Dampaknya ke Pertanian hingga Karhutla

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Musim kemarau 2026 diprediksi datang lebih cepat dari biasanya. Kondisi ini berpotensi memicu dampak berantai di berbagai sektor, mulai dari pertanian, cadangan air,...

Lebaran Makin Dekat, Pemerintah Pastikan Stok Pangan, BBM hingga Elpiji Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memastikan stok pangan dan pasokan energi nasional dalam kondisi aman dan terkendali menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kepastian itu...

Diplomasi Agama, Gugun Gumilar Road Show Temui Dubes Timur Tengah hingga Eropa

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerukunan Umat Beragama, Gugun Gumilar menegaskan, tantangan diplomasi keagamaan Indonesia kian kompleks di tengah dinamika global. Namun demikian, arah...

Sinyal dari Istana: Indonesia Pertimbangkan Cabut dari BoP Gaza

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua MPR RI, Ahmad Muzani memberi sinyal bahwa Indonesia berpotensi keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP). Sinyal itu...

7.782 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Indonesia

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mencatat sebanyak 7.782 jemaah umrah telah kembali ke Tanah Air di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur...

Prabowo Bangun Forum Diskusi Nasional Antisipasi Gejolak Geopolitik

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menginisiasi ruang diskusi nasional dengan melibatkan para pemimpin lintas generasi dan pimpinan partai politik guna mengantisipasi dampak dinamika geopolitik global...

Pakar Ingatkan RI Hati-hati di BoP, Jangan Terjebak Benturan Kepentingan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) kembali jadi sorotan. Pakar Hubungan Internasional Universitas Nasional, Hendra Maulana Saragih mengingatkan pemerintah...

Iran Buka Suara soal Desakan RI Keluar dari Board of Peace Bentukan Trump

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Iran akhirnya angkat bicara soal desakan agar Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP), badan bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang...

Prabowo Minta Harga Sembako “Jangan Ngegas” Jelang Lebaran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan harga sembilan bahan pokok tetap stabil selama bulan Ramadhan hingga Lebaran. Instruksi...

Tiga Hari Merah Putih Setengah Tiang, Negara Berduka untuk Try Sutrisno

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Sekretariat Negara mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia mengibarkan bendera negara setengah tiang selama tiga hari berturut-turut, mulai 2 hingga 4 Maret 2026....

Komisi VII DPR Soroti Perjanjian Dagang RI-AS, Minta Ditinjau Ulang

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesepakatan dagang Indonesia-Amerika Serikat atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) menuai sorotan. Komisi VII DPR RI meminta pemerintah meninjau ulang perjanjian yang diteken...

Golkar Desak RI Galang Kekuatan Dunia Hentikan Perang AS-Israel vs Iran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji meminta Indonesia menggalang kekuatan internasional guna mendorong penghentian perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. “Indonesia harus...

Leave a comment