Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Trump Ikut Geram, Kecam Serangan Israel terhadap Warga Gaza yang Antre Bantuan

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 22 Juli 2025 14:10 WIB
Trump Ikut Geram, Kecam Serangan Israel terhadap Warga Gaza yang Antre Bantuan
NEWSREAL.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Respons keras datang dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyusul insiden tragis yang menewaskan puluhan warga Gaza saat mengantre bantuan kemanusiaan.

Trump dikabarkan ikut geram dan menyerukan penghentian kekerasan serta perlunya gencatan senjata. Pernyataan itu disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang menegaskan bahwa kondisi kemanusiaan di Gaza saat ini sangat bertolak belakang dengan visi Trump untuk perdamaian di kawasan Timur Tengah.

“Presiden tidak suka melihat pembantaian itu terjadi. Ia ingin semua pembunuhan dihentikan dan mendorong negosiasi gencatan senjata,” kata Leavitt dalam konferensi pers yang dikutip Times of Israel, Senin (21/7).

Trump juga disebut ingin agar seluruh sandera segera dibebaskan dan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan tanpa jatuh korban. Namun, ia menekankan pentingnya mencegah agar bantuan tersebut tidak dimanfaatkan oleh kelompok Hamas.

Leavitt menambahkan bahwa Trump merasa terguncang oleh foto-foto kelaparan di Gaza, khususnya perempuan dan anak-anak. “Itu bukan pemandangan yang ia inginkan terjadi,” ujarnya.

Daftar Kekejaman

Serangan terbaru Israel terhadap warga Gaza yang sedang mengantre bantuan menewaskan lebih dari 90 orang. Insiden ini menambah panjang daftar kekejaman yang dilakukan selama agresi militer, di mana warga sipil yang berkumpul untuk mendapatkan bantuan kerap menjadi sasaran dengan dalih keamanan.

Sejak pecahnya perang, lebih dari 58.000 warga Palestina dilaporkan tewas, ribuan rumah hancur, dan infrastruktur sipil luluh lantak. Meski Trump pernah mengajukan proposal damai untuk konflik Gaza, sebagian pihak mengkritik rencana tersebut karena lebih mengakomodasi kepentingan Israel dan menyingkirkan hak-hak warga Palestina.

Gagasan kontroversial seperti pemindahan paksa warga Gaza dari tanah air mereka sempat mencuat dan mendapat kecaman keras dari komunitas internasional, yang menyebutnya sebagai bentuk pembersihan etnis.

Meski tak lagi menjabat, suara Trump masih berpengaruh dalam politik AS dan kebijakan luar negeri, terutama menjelang pemilu presiden 2024 di mana ia kembali menjadi kandidat kuat dari Partai Republik. (tb)

Berita Terbaru

“Gaza Tak Butuh Pasukan Asing”, Hamas Respons Rencana RI Kirim 8.000 TNI

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana Indonesia mengirim 8.000 tentara ke Gaza buat gabung Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) ternyata nggak disambut hangat semua pihak. Dari dalam Gaza, Hamas...

Putin Absen di Pertemuan Perdana “Board of Peace” Inisiatif Trump

NEWSREAL.ID, MOSKOW- Rusia memastikan Presiden Vladimir Putin tidak akan menghadiri pertemuan pertama Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump...

Palestina Desak Dunia Bertindak atas Rencana Israel Perluas Kendali di Tepi Barat

NEWSREAL.ID, ISTANBUL- Pemerintah Palestina menyerukan respons tegas dari komunitas internasional menyusul rencana Israel yang dinilai akan mengubah status hukum dan politik Tepi Barat yang diduduki,...

Indonesia Angkat Solusi Dua Negara di KTT D-8, Dorong Akhir Konflik Gaza

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Isu penyelesaian konflik Israel-Palestina bakal menjadi salah satu perhatian utama Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi Developing Eight (KTT D-8) tahun ini. Pemerintah memastikan...

Iran: AS Sentuh Teheran, Israel Jadi Sasaran Balasan

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di Timur Tengah kembali naik level. Iran memberi peringatan keras bahwa setiap serangan Amerika Serikat ke wilayahnya akan langsung dibalas, bukan hanya...

New START Habis Masa Berlaku, Rusia Buka Opsi Langkah Nuklir Selanjutnya

NEWSREAL.ID, MOSKOW- Babak baru hubungan strategis Rusia dan Amerika Serikat resmi dimulai. Mulai 4 Februari 2026, Moskow menyatakan tak lagi terikat oleh kewajiban apa pun...

AS Matangkan Opsi Serangan ke Iran, Pentagon-Gedung Putih Susun “Rencana Besar”

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Pentagon bersama Gedung Putih dilaporkan telah menyiapkan sejumlah skenario, termasuk opsi serangan militer skala besar, jika...

Tiongkok Santai Tanggapi Trump soal Kedekatan Inggris-Beijing

NEWSREAL.ID, BEIJING– Pemerintah Tiongkok menanggapi dingin kritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap hubungan Beijing dan London. Alih-alih terpancing, Tiongkok menegaskan tetap membuka pintu kerja...

Trump Buka Peluang Dialog dengan Iran, Opsi Militer Tetap Disiapkan

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan berencana melanjutkan pembicaraan dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Pernyataan tersebut disampaikan Trump...

Timur Tengah Memanas, Milisi Irak, Yaman, dan Lebanon Siap Bantu Iran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat menyusul kehadiran armada perang Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Sejumlah kelompok milisi sekutu Iran di Irak,...

MbS Tegaskan Wilayah Udara Arab Saudi Tak Boleh Digunakan untuk Serangan ke Iran

NEWSREAL.ID, RIYADH- Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS) menegaskan negaranya tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorial Arab Saudi digunakan...

Parlemen Eropa Tahan Laju Kesepakatan Dagang UE-AS

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Hubungan dagang lintas Atlantik kembali diuji. Di tengah dinamika politik dan ketegangan diplomatik, Parlemen Eropa memilih bersikap hati-hati dengan menahan sementara langkah lanjutan...

Leave a comment