Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Kadin Dorong Swasta Perluas Lapangan Kerja

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 16 Januari 2026 12:21 WIB
Kadin Dorong Swasta Perluas Lapangan Kerja
NEWSREAL.ID - SAMBUTAN KADIN: Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Aviliani menyampaikan kata sambutan dalam Global & Domestic Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengajak pelaku sektor swasta berperan aktif menambah lapangan kerja sebagai upaya mendorong peningkatan kesejahteraan kelas menengah, khususnya kelompok menengah bawah agar dapat “naik kelas”.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Aviliani menegaskan, penciptaan lapangan kerja menjadi pekerjaan rumah bersama sektor swasta untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

“Yang sebenarnya menjadi pekerjaan rumah kita bersama di sektor swasta, dalam hal ini Kadin, adalah bagaimana bisa membantu pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja,” ujar Aviliani dalam acara Global & Domestic Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis.

Ia menyoroti masih adanya kesenjangan konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, konsumsi rumah tangga masih ditopang kuat oleh kelompok atas dan menengah atas, yang menyumbang sekitar 70 persen dari total konsumsi dalam Produk Domestik Bruto (PDB).

Kelompok Menengah

Sementara itu, kontribusi kelompok menengah bawah hanya sekitar 17 persen. Meski persentasenya lebih kecil, jumlah kelompok ini tergolong besar, mencapai 75 juta orang, dan mayoritas menghadapi tekanan penurunan pendapatan.

“Padahal jumlahnya sangat besar dan justru sedang menghadapi masalah daya beli,” kata Aviliani.

Dalam konteks tersebut, ia menilai sektor swasta memiliki peran strategis untuk mendongkrak pendapatan kelompok menengah bawah melalui penciptaan dan penyerapan tenaga kerja.

“Agar 75 juta orang atau yang 17 persen tadi bisa naik kelas menjadi bagian dari yang 70 persen,” tambahnya.

Aviliani juga menekankan bahwa kelompok menengah bawah perlu menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan. Pasalnya, meski masih ada kelompok masyarakat kelas bawah yang jumlahnya diperkirakan sekitar 25 juta orang dengan kontribusi sekitar 13 persen PDB, kelompok ini relatif telah mendapat dukungan pemerintah melalui berbagai program bantuan sosial, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Sebaliknya, kelas menengah bawah dinilai kerap luput dari intervensi kebijakan berupa insentif langsung terhadap pendapatan.

“Yang bermasalah justru yang 17 persen ini. Itu PR besar yang harus mulai menjadi perhatian bersama,” pungkas Aviliani. Kadin berharap kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam penciptaan lapangan kerja dapat menjadi kunci memperkuat struktur ekonomi nasional sekaligus memperluas basis kelas menengah Indonesia.

Berita Terbaru

Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...

Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...

Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...

Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...

Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...

ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...

Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...

Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...

Ombudsman Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Impor 150 Ribu Mobil Niaga dari India

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana pemerintah mengimpor 150 ribu mobil niaga dari India untuk mendukung logistik Koperasi Desa menuai sorotan. Ombudsman RI menyarankan agar kebijakan tersebut dievaluasi...

Mudik Lebaran 2026, PT Pelni Beri Diskon Tiket 30 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar baik buat calon pemudik jalur laut. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan diskon tiket kapal sebesar 30 persen selama periode mudik Lebaran...