
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengajak pelaku sektor swasta berperan aktif menambah lapangan kerja sebagai upaya mendorong peningkatan kesejahteraan kelas menengah, khususnya kelompok menengah bawah agar dapat “naik kelas”.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Aviliani menegaskan, penciptaan lapangan kerja menjadi pekerjaan rumah bersama sektor swasta untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
“Yang sebenarnya menjadi pekerjaan rumah kita bersama di sektor swasta, dalam hal ini Kadin, adalah bagaimana bisa membantu pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja,” ujar Aviliani dalam acara Global & Domestic Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis.
Ia menyoroti masih adanya kesenjangan konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, konsumsi rumah tangga masih ditopang kuat oleh kelompok atas dan menengah atas, yang menyumbang sekitar 70 persen dari total konsumsi dalam Produk Domestik Bruto (PDB).
Kelompok Menengah
Sementara itu, kontribusi kelompok menengah bawah hanya sekitar 17 persen. Meski persentasenya lebih kecil, jumlah kelompok ini tergolong besar, mencapai 75 juta orang, dan mayoritas menghadapi tekanan penurunan pendapatan.
“Padahal jumlahnya sangat besar dan justru sedang menghadapi masalah daya beli,” kata Aviliani.
Dalam konteks tersebut, ia menilai sektor swasta memiliki peran strategis untuk mendongkrak pendapatan kelompok menengah bawah melalui penciptaan dan penyerapan tenaga kerja.
“Agar 75 juta orang atau yang 17 persen tadi bisa naik kelas menjadi bagian dari yang 70 persen,” tambahnya.
Aviliani juga menekankan bahwa kelompok menengah bawah perlu menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan. Pasalnya, meski masih ada kelompok masyarakat kelas bawah yang jumlahnya diperkirakan sekitar 25 juta orang dengan kontribusi sekitar 13 persen PDB, kelompok ini relatif telah mendapat dukungan pemerintah melalui berbagai program bantuan sosial, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Sebaliknya, kelas menengah bawah dinilai kerap luput dari intervensi kebijakan berupa insentif langsung terhadap pendapatan.
“Yang bermasalah justru yang 17 persen ini. Itu PR besar yang harus mulai menjadi perhatian bersama,” pungkas Aviliani. Kadin berharap kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam penciptaan lapangan kerja dapat menjadi kunci memperkuat struktur ekonomi nasional sekaligus memperluas basis kelas menengah Indonesia.
Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar
PONTIANAK,NEWSREAL.id – Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai Calon Direktur Utama (Dirut) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Februari 2026. Penunjukan ini...
Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun dan Serap 700 Ribu Lebih Tenaga Kerja
JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, terkait capaian realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026. Dalam laporannya...
Reformasi Sektor Pertambangan Nasional, Bahlil Laporkan Penataan IUP ke Presiden
JAKARTA,newsreal.id – Langkah tegas pemerintah diambil pemerintah dalam penataan izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan hutan. Hal ini menandai fase baru dalam reformasi sektor pertambangan...
Indonesia Buka Investasi Rusia untuk Infrastruktur Strategis Nasional
JAKARTA,newsreal.id – Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi Rusia untuk memperkuat kerja sama investasi jangka panjang di sektor energi. Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pasokan...
Masyarakat Transportasi Soroti Krisis Energi, Saatnya Berubah ke Transportasi Massal
JAKARTA,newsreal.id – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) melihat krisis energi global dijadikan momentum strategis untuk melakukan transformasi sistem transportasi nasional secara menyeluruh. MTI mendorong program peralihan...
Diluncurkan 17 Oktober 2023, Whoosh Catat 15 Juta Perjalanan Penumpang
JAKARTA, newsreal.id -Diluncurkan pada 17 Oktober 2023 hingga Selasa (14/4), Whoosh telah melayani lebih dari 15 juta perjalanan penumpang. Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menandai pertumbuhan...
Peran Serta Masyarakat Bangun Dapur BGN Tinggi, Data Sebut Investasi Capai Rp54 triliun
BOGOR, newsreal.id – Partisipasi masyarakat dalam membantu pemerintah untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat tinggi. Hal ini didasarkan pada data yang dicatat Badan...
Penggemar Wisata, Rangkaian New Generation Hadir di KA Bangunkarta dan Singasari
JAKARTA,newsreal.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun berinovasi dalam layanan perkeretaapian. Mereka akan mengoperasikan rangkaian Stainless Steel New Generation (SSNG) yang...
Alarm bagi Pengusaha Rokok Indonesia, Menkeu Beri Tenggat Beralih Ilegal ke Legal
JAKARTA,newsreal.id – Informasi penting disampaikan pemerintah kepada para pengusaha rokok di Indonesia. Informasi ini disampaikan, agar para pengusaha rokok ini segera melengkapi diri izin usaha...
Bentuk Sistem Agroforestri Tradisional, Ini Modal yang Dimiliki Indonesia
NEWSREAL, Jakarta – Diskursus mengenai tanaman komoditas unggulan nasional dalam konteks perubahan iklim kerap terjebak pada simplifikasi sumber masalah atau bagian dari solusi. Dalam kenyataannya,...
KPK Ingatkan Kemenperin Waspadai Risiko Tata Kelola Investasi Rp6,74 Triliun
NEWSREAL.ID, JAKARTA- KPK mengingatkan Kementerian Perindustrian untuk mengantisipasi potensi risiko tata kelola dalam realisasi investasi sebesar Rp6,74 triliun di 175 kawasan industri sepanjang 2025. Kepala...
Hadapi Gejolak Geopolitik, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- PT Pertamina (Persero) mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai langkah strategis menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Vice President...

