Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Masuk 2026, Properti Masih Ngebut: Gudang, Industri, hingga Hotel Jadi Andalan

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 23 Januari 2026 20:18 WIB
Masuk 2026, Properti Masih Ngebut: Gudang, Industri, hingga Hotel Jadi Andalan
NEWSREAL.ID - KAWASAN INDUSTRI: Salah satu sudut kawasan industri di Batang Industrial Park, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut investasi yang masuk di Jawa Tengah pada triwulan I tahun 2025 mencapai Rp21,848 triliun dengan 20.431 proyek yang menyerap tenaga kerja sebanyak 97.550 orang. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Setelah melewati tahun 2025 yang penuh dinamika, sektor properti nasional tak kehilangan optimisme. Memasuki 2026, sejumlah subsektor diprediksi tetap tumbuh, dengan pergudangan dan industri menjadi motor utama pergerakan pasar.

Knight Frank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan properti tahun depan masih akan meningkat di beberapa sektor strategis. Optimisme ini tercermin dari daya tahan pasar yang tetap solid di tengah pasokan yang melimpah.

“Setelah menghadapi dinamika pasar sepanjang 2025, sektor properti nasional optimistis memasuki 2026 dengan outlook yang lebih konstruktif,” ujar Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip, dalam media gathering di Jakarta, Jumat, (23/1/2026).

Menurutnya, resiliensi pasar terlihat dari meningkatnya penetrasi green office buildings, transformasi sektor ritel yang mampu mendorong trafik konsumen, serta ekspansi subsektor pergudangan yang kian mengukuhkan diri sebagai growth engine properti nasional.

Pada akhir 2025, Knight Frank Indonesia juga menggelar Property Outlook Survey untuk memetakan pandangan para pemangku kepentingan terhadap arah pertumbuhan properti di 2026. Survei ini menjadi indikator penting dalam membaca pergerakan pasar di tengah laju perekonomian nasional yang cukup agresif.

Fase Transisi

Tahun 2026 diproyeksikan menjadi fase transisi penting bagi sektor properti, ditandai dengan perubahan pola permintaan, penguatan tren keberlanjutan lingkungan, serta fokus pada ketahanan jangka panjang.

Hasil survei menunjukkan pertumbuhan properti diperkirakan tetap berlanjut dan meningkat di beberapa subsektor. Meski begitu, mayoritas responden atau sekitar 61 persen menilai pertumbuhan investasi properti akan bergerak secara moderat.

Para pemangku kepentingan, mulai dari konsultan, pengembang, perbankan, akademisi, hingga investor menyebut subsektor industri dan pergudangan masih akan menjadi penopang utama pertumbuhan.

Sementara dari sisi pengembang, tren positif juga diprediksi merambah subsektor lain seperti hotel dan apartemen sewa, seiring meningkatnya kebutuhan hunian fleksibel dan sektor pariwisata.

Selain itu, sektor gaya hidup (lifestyle), e-commerce, energi terbarukan, pariwisata, serta makanan dan minuman dinilai memiliki daya ungkit positif terhadap kinerja properti sepanjang 2026.

Meski prospeknya menjanjikan, para pelaku industri tetap mengingatkan sejumlah tantangan yang membayangi, mulai dari pelemahan daya beli, tingginya harga tanah, hingga tekanan inflasi yang berpotensi menahan laju pertumbuhan properti tahun depan. (tb)

Berita Terbaru

Garuda Indonesia Tekor Rp5,4 Triliun Sepanjang 2025

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Maskapai pelat merah Garuda Indonesia kembali mencatat kinerja keuangan negatif sepanjang 2025. Perusahaan membukukan rugi bersih sebesar 319,39 juta dollar AS atau setara...

BBM Asia Tenggara Naik Serentak Imbas Perang Iran, RI Masih Bertahan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah mulai berdampak luas ke kawasan Asia Tenggara. Sejumlah negara kompak menaikkan harga bahan bakar...

Respons Imbauan WFH, Golkar Usul Prioritas di Tiga Provinsi

NEWSREAL.ID, JAKARTA –Wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah mendapat sorotan dari Partai Golkar. Mereka meminta...

Menkeu Rem Anggaran Baru K/L, APBN Dijaga Tetap Sehat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan membatasi pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga...

Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...

Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...

Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...

Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...

Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...

ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...