Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Bentuk Sistem Agroforestri Tradisional, Ini Modal yang Dimiliki Indonesia

Tim Redaksi, newsreal.id
Selasa, 7 April 2026 23:42 WIB
Bentuk Sistem Agroforestri Tradisional, Ini Modal yang Dimiliki Indonesia
NEWSREAL.ID - FOTO/sumedangkab.go.id

NEWSREAL, Jakarta – Diskursus mengenai tanaman komoditas unggulan nasional dalam konteks perubahan iklim kerap terjebak pada simplifikasi sumber masalah atau bagian dari solusi.

Dalam kenyataannya, lanskap perkebunan Indonesia jauh lebih kompleks. Ekosistem yang tercipta bukan hanya ruang produksi komoditas, melainkan juga ruang ekologis yang menyimpan karbon dalam jumlah signifikan, terutama pada sistem kebun rakyat berbasis agroforestri.

Ironisnya, potensi tersebut belum sepenuhnya diakui sebagai aset strategis. Di tengah meningkatnya tekanan global terhadap jejak karbon produk pertanian, justru komoditas seperti kopi, kakao, kelapa, aren, serta tanaman rempah berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi rendah karbon Indonesia.

Persoalannya bukan lagi pada ketersediaan potensi, melainkan pada kemampuan kita mengelolanya secara sistematis dan bermanfaat.

Secara ilmiah, kapasitas suatu lanskap dalam menyimpan karbon ditentukan oleh dua komponen utama, yaitu biomassa di atas permukaan (pohon, tajuk, akar) dan karbon organik tanah. Dalam konteks ini, sistem agroforestri yang mendominasi sebagian besar kebun rakyat Indonesia memiliki keunggulan.

Pada kopi, misalnya, sistem agroforestri mampu menyimpan sekitar 18–21 ton karbon per hektare pada biomassa atas permukaan. Sebagai perbandingan, sistem kopi tanpa naungan hanya menyimpan sekitar 10 ton karbon per hektare. Selain itu, agroforestri kopi memiliki laju penyerapan karbon sekitar 0,9 ton karbon per hektare per tahun.

Variasi ini tidak semata ditentukan oleh jenis tanaman, melainkan oleh struktur kebun. Di wilayah seperti Gayo, Aceh, kebun kopi dengan pohon pelindung berukuran besar dapat memiliki cadangan karbon yang mendekati hutan sekunder. Sebaliknya, kebun yang terlalu disederhanakan tanpa pohon naungan, kehilangan sebagian besar fungsi ekologisnya.

Fenomena serupa terlihat pada kakao. Sistem kakao agroforestri mampu menyimpan sekitar 90 ton karbon per hektare, dengan lebih dari separuhnya tersimpan dalam tanah. Bahkan pada sistem yang lebih kompleks, cadangan karbon dapat melampaui 100 ton per hektare. Hal ini menunjukkan bahwa tanah memainkan peran sentral dalam neraca karbon kebun.

Kelapa dan aren memperlihatkan karakteristik yang berbeda, tetapi tidak kalah penting. Kelapa, dengan umur panjang dan biomassa besar, berfungsi sebagai penyimpan karbon jangka panjang, terutama dalam sistem kebun campuran. Sementara itu, aren yang umumnya tumbuh dalam ekosistem hutan sekunder, memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga cadangan karbon sekaligus stabilitas hidrologi.

Tanaman rempah seperti pala dan cengkeh menambah dimensi lain. Di Maluku dan Sulawesi, kebun rempah tradisional sering membentuk struktur vegetasi bertingkat yang menyerupai hutan. Sistem ini tidak hanya menyimpan karbon dalam jumlah besar, tetapi juga mempertahankan keanekaragaman hayati.

Dengan demikian, lanskap perkebunan Indonesia, khususnya yang berbasis agroforestri, sesungguhnya merupakan mosaik ekosistem penyimpan karbon. Masalahnya, fungsi ini belum terintegrasi dalam perhitungan ekonomi secara memadai.

Sumber : Antara

Rekomendasi Redaksi

Berita Terbaru

KSP Tegaskan Ucapan Presiden soal Dolar terkait Pemakaian Sumber Daya di Desa

JAKARTA, NEWSREAL.id – Pernyataan Presiden Prabowo terkait warga desa tidak menggunakan dolar AS karena ingin menyoroti bahwa masyarakat di desa menggunakan sumber daya lokal. Hal...

Kredibilitas BI Usai Rupiah Signifikan Melemah Dipertanyakan

JAKARTA,NEWSREAL.id – Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio menyoroti kinerja Bank Indonesia (BI) yang merespons pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan yang terjadi di...

Penandatanganan MoU Danantara-Hisense Disaksikan Prabowo di Kartanegara

JAKARTA,NEWSREAL.id– Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Hisense di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Jumat, 15 Mei 2025. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja...

Pertumbuhan Ekonomi Nasional Positif Tembus 5,61 Persen

JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang kini menunjukkan tren akselerasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai...

Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar

PONTIANAK,NEWSREAL.id – Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai Calon Direktur Utama (Dirut) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Februari 2026. Penunjukan ini...

Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun dan Serap 700 Ribu Lebih Tenaga Kerja

JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, terkait capaian realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026. Dalam laporannya...

Reformasi Sektor Pertambangan Nasional, Bahlil Laporkan Penataan IUP ke Presiden

JAKARTA,newsreal.id – Langkah tegas pemerintah diambil pemerintah dalam penataan izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan hutan. Hal ini menandai fase baru dalam reformasi sektor pertambangan...

Indonesia Buka Investasi Rusia untuk Infrastruktur Strategis Nasional

JAKARTA,newsreal.id – Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi Rusia untuk memperkuat kerja sama investasi jangka panjang di sektor energi. Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pasokan...

Masyarakat Transportasi Soroti Krisis Energi, Saatnya Berubah ke Transportasi Massal

JAKARTA,newsreal.id – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) melihat krisis energi global dijadikan momentum strategis untuk melakukan transformasi sistem transportasi nasional secara menyeluruh. MTI mendorong program peralihan...

Diluncurkan 17 Oktober 2023, Whoosh Catat 15 Juta Perjalanan Penumpang

JAKARTA, newsreal.id -Diluncurkan pada 17 Oktober 2023 hingga Selasa (14/4), Whoosh telah melayani lebih dari 15 juta perjalanan penumpang. Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menandai pertumbuhan...

Peran Serta Masyarakat Bangun Dapur BGN Tinggi, Data Sebut Investasi Capai Rp54 triliun

BOGOR, newsreal.id – Partisipasi masyarakat dalam membantu pemerintah untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat tinggi. Hal ini didasarkan pada data yang dicatat Badan...

Penggemar Wisata, Rangkaian New Generation Hadir di KA Bangunkarta dan Singasari

JAKARTA,newsreal.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun berinovasi dalam layanan perkeretaapian. Mereka akan mengoperasikan rangkaian Stainless Steel New Generation (SSNG) yang...

Leave a comment