Hukum Kriminal

Andrie Yunus Angkat Bicara Usai Disiram Air Keras

Tim Redaksi, Admin
Sabtu, 4 April 2026 18:52 WIB
Andrie Yunus Angkat Bicara Usai Disiram Air Keras
NEWSREAL.ID - Aktivis HAM, Andrie Yunus. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Aktivis HAM, Andrie Yunus, akhirnya menyampaikan pernyataan pertamanya usai menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan media sosial yang dibagikan akun Kontras pada Kamis (2/4/2026), berisi rekaman video Andrie yang dibuat sehari sebelumnya.

Dalam pesannya, Andrie menyampaikan terima kasih atas dukungan luas dari masyarakat serta menegaskan komitmennya untuk tetap kuat menghadapi teror yang menimpanya. “Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya. Saya akan tetap kuat dan tegar menghadapi teror ini,” ujarnya.

Ia juga menyuarakan semangat perjuangan dengan seruan, “A luta continua! Panjang umur perjuangan!” Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa Andrie saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang high care unit (HCU). Pihak keluarga, kuasa hukum, dan rumah sakit membatasi kunjungan guna menjaga kondisi pemulihannya.

Insiden penyiraman air keras terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam, usai Andrie menghadiri diskusi publik di kantor YLBHI. Serangan tersebut mengakibatkan luka serius pada wajah, dada, kedua tangan, hingga mata korban.

Keterlibatan Aparat

Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya, menyebut pelaku merupakan orang tak dikenal yang menyerang secara tiba-tiba. Perkembangan penyelidikan menunjukkan keterlibatan aparat. Pusat Polisi Militer TNI telah mengamankan empat anggota TNI yang diduga terlibat, masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES, yang bertugas di lingkungan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Sementara itu, Polda Metro Jaya juga sempat mengungkap dua terduga pelaku lainnya. Namun, penyelidikan lebih lanjut memastikan tidak ada keterlibatan warga sipil, sehingga penanganan perkara dilimpahkan ke pihak militer.

Keempat anggota TNI tersebut kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak 18 Maret 2026 di instalasi tahanan militer Pomdam Jaya Guntur.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan para tersangka dijerat pasal penganiayaan dan proses hukum akan dilakukan secara terbuka serta profesional. Hingga awal April 2026 atau sekitar tiga pekan sejak kejadian, motif di balik aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus masih belum terungkap.(tb)

Berita Terbaru

Heboh Temuan Ombusmand RI di Lapas Cibinong, Diah Warih: Keadilan Tak Boleh Mengenal Kasta di Balik Jeruji

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Keadilan tidak boleh mengenal kasta, termasuk di balik jeruji besi. Prinsip itulah yang ditegaskan Founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari dalam menyoroti hasil...

Temuan Ombudsman dan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berbeda, Komisi XIII : Harus Diusut Tuntas

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso meminta perbedaan hasil pemeriksaan Ombudsman RI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di Lapas Kelas...

Terkait Proyek Dinas PUTR, KPK Gelar OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menjadi bupati yang ditarget Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkini. Sirajudin terkait dugaan korupsi...

Tersangka Kasus Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan Ditetapkan, Diwa: Isu Anggota GRIB Terlibat Hoaks

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Misteri kasus meninggalnya pedagang cermin di kawasan Pejompongan memasuki babak baru. Kepolisian telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Perkembangan ini sekaligus menjadi penegasan...

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat....

Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Ditangani Sembilan Polda

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi,...

Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan

TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...

DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyekapan oleh Oknum Polisi di Jateng

JAKARTA, NEWSREAL.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI soroti kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial M (30), warga Cirebon, Jawa Barat (Jabar)....

OTT Bupati Langkat, KPK Amankan 7 Orang dan Uang Ratusan Juta

JAKARTA, NEWSREAL.id-Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Langkat Syah Afandin menyeret seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan lima pihak swasta. Operasi...

Nusakambangan Jadi Kawasan Produktif, Titiek Soeharto Apresiasi Keberhasilan Kemenimipas Bangun Kemandirian

CILACAP,Newsreal.id -Program ketahanan pangan yang dikembangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto...

Jabatan Silmy Karim Dicopot, Perintah Presiden Prabowo

JAKARTA,NEWSREAL.id – Buntut Silmy Karim menjadi tersangka KPK, jabatannya langsung dicopot. Sikap tegas ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi atas perintah dari Presiden...

Peran Wamen Imipas Silmy Karim Hingga Ditahan KPK

JAKARTA,NEWSREAL.id – Peran Wamen Imipas nonaktif Silmy Karim (SK) dalam kasus dugaan pemerasan terkait izin tinggal warga negara asing (WNA) di Kemekum Imipas pada rentang...