NEWSREAL.ID, JAKARTA- Aktivis HAM, Andrie Yunus, akhirnya menyampaikan pernyataan pertamanya usai menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan media sosial yang dibagikan akun Kontras pada Kamis (2/4/2026), berisi rekaman video Andrie yang dibuat sehari sebelumnya.
Dalam pesannya, Andrie menyampaikan terima kasih atas dukungan luas dari masyarakat serta menegaskan komitmennya untuk tetap kuat menghadapi teror yang menimpanya. “Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya. Saya akan tetap kuat dan tegar menghadapi teror ini,” ujarnya.
Ia juga menyuarakan semangat perjuangan dengan seruan, “A luta continua! Panjang umur perjuangan!” Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa Andrie saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang high care unit (HCU). Pihak keluarga, kuasa hukum, dan rumah sakit membatasi kunjungan guna menjaga kondisi pemulihannya.
Insiden penyiraman air keras terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam, usai Andrie menghadiri diskusi publik di kantor YLBHI. Serangan tersebut mengakibatkan luka serius pada wajah, dada, kedua tangan, hingga mata korban.
Keterlibatan Aparat
Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya, menyebut pelaku merupakan orang tak dikenal yang menyerang secara tiba-tiba. Perkembangan penyelidikan menunjukkan keterlibatan aparat. Pusat Polisi Militer TNI telah mengamankan empat anggota TNI yang diduga terlibat, masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES, yang bertugas di lingkungan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
Sementara itu, Polda Metro Jaya juga sempat mengungkap dua terduga pelaku lainnya. Namun, penyelidikan lebih lanjut memastikan tidak ada keterlibatan warga sipil, sehingga penanganan perkara dilimpahkan ke pihak militer.
Keempat anggota TNI tersebut kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak 18 Maret 2026 di instalasi tahanan militer Pomdam Jaya Guntur.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan para tersangka dijerat pasal penganiayaan dan proses hukum akan dilakukan secara terbuka serta profesional. Hingga awal April 2026 atau sekitar tiga pekan sejak kejadian, motif di balik aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus masih belum terungkap.(tb)
Diduga Hasil Perasan, KPK Sita Uang Rp 2,7 dan Barang Merah dari Bupati Tulungagung
JAKARTA,newsreal.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan status tersangka kepada Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo atas tuduhan kasus pemersan. Ia pun mengenakan rompi oranye di...
Resmi Kenakan Rompi Kuning, Bupati Tulungagung Ucapkan Maaf
JAKARTA,newsreal.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam dugaan kasus kasus dugaan korupsi pemerasan. Sesuai mekanismenya Bupati Tulungagung ini...
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Saat OTT di Tulungagung
TULUNGAGUNG,newsreal.id – Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, bersama 16 orang saksi diamankan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada operasi senyam yang digelar, Jumat (10/4). Dalam...
Bupati Tulungagung Kena OTT, Belasan Saksi Dibawa ke Jakarta
TULUNGANGUNG,newsreal.id – Komisi Pembeantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Operasi senyap dilakukan pada Jumat (10/4). Dalam tangkap tangan...
Pelaku Penyelewengan BBM-Elpiji Bersubsidi Disikat Habis, Ini Pesan Bareskrim
NEWSREAL, Jakarta – Tak ada toleransi yang diberikan kepada pihak yang memanfaatkan subsidi BBM dan elpiji. Tindakan tegas diberikan kepada pihak yang berani melanggar hal...
Menteri HAM Natalius Pigai Optimistis Peradilan Kasus Andrie Yunus Transparan
NEWSREAL, Jakarta – Proses peradilan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus harus diusut...
Kepala BNN Usulkan Mekanisme Penyadapan untuk Penindakan Kasus ini
NEWSREAL, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengusulkan adanya penerapan proses penyadapan dalam upaya penindakan kasus narkotika. Langkah penindakan penyadapan ini dilakukan sejak tahapan penyelidikan....
KPK Dalami Aliran Uang Pendaftaran Perangkat Desa dalam Kasus Sudewo
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan praktik pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa yang menyeret Bupati Pati nonaktif, Sudewo. Salah satu fokus...
Polisi Bongkar Praktik Oplos Elpiji di Karanganyar, Dua Pelaku Ditangkap
NEWSREAL.ID, SEMARANG– Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah mengungkap praktik penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi di Kabupaten Karanganyar. Dalam kasus ini, dua tersangka berhasil diamankan...
Aspidum Kejati Jatim Dicopot Usai Diamankan Tim Internal Kejagung
NEWSREAL.ID, SURABAYA- Kejaksaan Agung RI resmi mencopot Joko Budi Darmawan dari jabatannya sebagai Asisten Pidana Umum (Aspidum) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur setelah diamankan oleh...
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke TNI, Polda Metro Hentikan Penanganan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis sekaligus Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus telah resmi dilimpahkan kepada pihak...
Jaksa Agung Minta Jaksa Daerah Tak Takut Usut Korupsi Besar
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin meminta jajaran kejaksaan di daerah untuk lebih berani dalam menangani kasus-kasus korupsi berskala besar. Ia menegaskan, upaya pemberantasan korupsi...


