Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Pangan Global 2,4 Persen

Tim Redaksi, Admin
Sabtu, 4 April 2026 19:11 WIB
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Pangan Global 2,4 Persen
NEWSREAL.ID - Markas Besar FAO di Roma, Italia. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Food and Agriculture Organization (FAO) melaporkan harga pangan global mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen pada Maret 2026. Lonjakan ini dipicu meningkatnya biaya energi akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Kenaikan tersebut menjadi yang kedua secara berturut-turut dalam dua bulan terakhir, sekaligus menunjukkan tekanan berkelanjutan pada pasar pangan dunia.

Dalam laporan terbarunya, organisasi PBB yang menangani permasalahan pangan dan pertanian ini mencatat seluruh kelompok komoditas utama mengalami kenaikan harga, mulai dari sereal, daging, produk susu, minyak nabati, hingga gula.

Secara tahunan, Indeks Harga Pangan FAO juga tercatat naik 1 persen atau sekitar 1,2 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk komoditas sereal, indeks harga meningkat 1,5 persen secara bulanan menjadi 110,4 poin dan naik 0,6 persen secara tahunan.

Sementara itu, harga minyak nabati mencatat kenaikan paling signifikan, yakni 5,1 persen dibanding Februari menjadi 183,1 poin, serta melonjak 13,2 persen secara tahunan.

Minyak Global

FAO menyebut lonjakan harga minyak nabati dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah global, yang turut mendorong harga minyak sawit ke level tertinggi sejak pertengahan 2022.

Di sisi lain, indeks harga daging naik 1 persen menjadi 127,7 poin atau 8 persen lebih tinggi dibanding tahun lalu. Sedangkan harga produk susu meningkat 1,2 persen menjadi 120,9 poin, meski secara tahunan masih lebih rendah 18,7 persen dibanding Maret 2025.

Untuk komoditas gula, tekanan harga juga meningkat seiring kekhawatiran pasar terhadap dampak konflik Timur Tengah terhadap distribusi global. Selain itu, kenaikan harga energi mendorong negara produsen seperti Brasil mengalihkan produksi tebu ke etanol, sehingga pasokan gula berpotensi berkurang.

FAO menilai, kombinasi faktor geopolitik dan energi menjadi pendorong utama kenaikan harga pangan global saat ini, yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan dan inflasi pangan di berbagai negara. (tb)

Berita Terbaru

Israel Didesakan Bebaskan Reporter Indonesia, Ri Kecam Penyerbuan Global Sumud Flotilla

JAKARTA,NEWSREAL.id– Aksi milter yang dilakukan Israel dengan mencegat dan menangkap aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla menuai kecaman. Kementerian Luar Negeri...

Israel Tangkap 100 Wartawan, Satu Orang Jurnalis Indonesia

SIPRUS,NEWSREAL.id – Militer Israel melakukan tindakan represif menyatakan kapal-kapal Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada koalisi Global Sumud. Sebanyak 100 aktivis ditangkap, dan seorang di...

Khawatir Disadap, AS Buang Barang dari China Sebelum Naik Air Force One

JAKARTA,NEWSREAL.id – Khawatir sebagai alat mata-mata sejumlah barang dari China sengaja dibuang ke tong sampah sebelum menaiki Air Force One. Ulah ini dilakukan Presiden AS...

19 WNI Diamankan Otoritas Saudi Terkait Pelanggaran Hukum Haji

MAKKAH,NEWSREAL.id – Sebnayak 19 Warga Negara Indonesia (WNI) saat ini tengah diamankan oleh aparat keamanan Arab Saudi. Belasan WNI tersebut ditangkap atas dugaan berbagai pelanggaran...

Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza

GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...

Lancar, Tiga Kloter Perdana Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

MADINAH, NEWSREAL.id — Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026 dengan tertib dan lancar. Mereka...

Israel Dituding Terapkan Lebanon Selatan Seperti Gaza

OVIEDO, NEWSREAL.id – Kebijakan Israel dalam menerapkan strategi di Lebanon Selatan dikritik habis oleh Pemerintahan Spanyol. Jika hal itu terus dilakukan Israel tidak bisa mempertahankan...

Kloter Pertama Jamaah Haji Mendarat di Madinah 22 April

*Manfaatkan Fast Track MADINAH,newsreal.id — Persiapan penyambutan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci memasuki tahap akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh...

AS Cegat Kapal Iran Terobos Blokade di Teluk Oman

WASHINGTON, newsreal.id – Kapal dagang berbendera Iran bernama Touska dicegat oleh militer Amerika Serikat karena berusaha menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman, Minggu...

Nasib Dua kapal Pertamina Terkini, Kabar Terakhir Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz

JAKARTA,newsreal.id – Dua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PT Pertamina...

Jalur Pelayaran Strategis Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Mentah Turun Tajam

JAKARTA,newsreal.id – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz kembali dibuka untuk aktivitas komersial. Hal itu dikatakan Abbas Araghchi...

Blokade AS Aktif, Kapal Tanker Iran Diinformasikan Melenggang Teluk via Selat Hormuz

TEHERAN,newsreal.id – Meski dibawah sanksi ketat Amerika Serikat (AS) berupa blokade laut, tersiar informasi kapal-kapal tanker Iran bebas melenggang memasuki perairan Teluk melalui Selat Hormuz....