Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

Pemerintah Ubah Skema MBG, Kini Hanya Dibagikan Saat Hari Sekolah

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 3 April 2026 19:35 WIB
Pemerintah Ubah Skema MBG, Kini Hanya Dibagikan Saat Hari Sekolah
NEWSREAL.ID - RAKORTAS MBG: Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan memimpin rapat koordinasi terbatas terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2026). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA Pemerintah memutuskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya diberikan pada hari aktif sekolah, tidak lagi disalurkan saat hari libur. Kebijakan ini diambil setelah evaluasi lintas kementerian dan lembaga guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menjelaskan, sebelumnya MBG sempat diberikan hingga enam hari, termasuk saat libur. Namun, skema tersebut dinilai kurang optimal.

“Kalau kemarin enam hari, hari libur juga diberikan, ternyata kurang efektif. Sekarang diputuskan hanya saat hari sekolah, yaitu lima hari. Saat libur, termasuk Lebaran, tidak ada penyaluran ke siswa,” ujar Zulkifli dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Kamis, (2/4/2026).

Meski demikian, pemerintah memastikan program MBG tetap berjalan bagi kelompok rentan. Berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap menerima bantuan makanan bergizi enam hari dalam sepekan, tanpa terpengaruh kalender libur sekolah.

Saat Libur

Sementara itu, bagi siswa dan santri, distribusi MBG saat libur hanya dilakukan di sekolah atau pesantren yang tetap membuka layanan pembagian.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan angka stunting tinggi. Penyaluran MBG di daerah tersebut dapat disesuaikan, baik dari sisi kualitas menu maupun frekuensi pemberian.

“Untuk daerah 3T dan wilayah dengan stunting tinggi, bisa saja ditambah satu hari karena kondisi khusus, seperti kemiskinan dan akses pangan,” kata Zulkifli.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa program MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap menjadi prioritas utama dan tidak mengalami perubahan. “Program ini sangat penting karena menentukan masa depan anak-anak kita dan Indonesia ke depan,” ujarnya. (tb)

Berita Terbaru

Polemik POUK Tesalonika Teluknaga, Gugun Gumilar Dorong Dialog Damai

NEWSREAL.ID, TANGERANG- Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar meminta polemik penyegelan Kantor Yayasan Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika di Teluknaga, Kabupaten Tangerang diselesaikan...

Din Syamsuddin Serukan Persatuan Umat Islam demi Perdamaian Dunia

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Tokoh cendekiawan Muslim Indonesia yang juga mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengajak umat Islam untuk memperkuat persatuan sebagai langkah penting dalam mewujudkan...

Insentif Rp6 Juta per Hari Dihentikan Jika SPPG Tak Penuhi Standar

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan menghentikan insentif sebesar Rp6 juta per hari bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi...

Antisipasi El Nino, Bapanas Perkuat Cadangan Pangan dari Dalam Negeri

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP) berbasis produksi dalam negeri sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang...

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Evaluasi Keanggotaan BoP

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan kembali keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace...

Survei: 83 Persen Warga Indonesia Tolak Serangan AS-Israel ke Iran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Hasil survei gabungan dari Lembaga Survei Indonesia, Indikator Politik Indonesia, dan Saiful Mujani Research and Consulting menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia menolak serangan yang...

Indonesia Berpotensi Jadi Contoh Global South dalam Pembatasan Medsos Anak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pakar Teknologi Informasi Ismail Fahmi menilai Indonesia berpeluang menjadi tolok ukur bagi negara-negara Global South dalam menerapkan kebijakan pembatasan media sosial bagi anak....

Diwa Dukung Pembatasan Akses Medsos Anak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kekhawatiran terhadap dampak dunia digital pada anak kian mengemuka. Arus informasi yang begitu deras, tanpa batas yang jelas, dinilai berpotensi mengganggu kesehatan mental...

Rusia: Serangan ke Pasukan Perdamaian Tak Boleh Dianggap Wajar

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Ia sekaligus menegaskan...

Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, DPR Minta TNI dan PBB Bersikap Tegas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mendesak adanya ketegasan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait gugurnya sejumlah...

Di Tengah Geopolitik Memanas, Diah Warih Anjari Apresiasi Presiden Tak Naikkan Harga BBM

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Umum Ormas G-Nesia sekaligus Founder Diwa Foundation, Diah Warih Anjari menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan pemerintah yang tidak...

WFH Setiap Jumat Resmi Berlaku, ASN Diminta Hemat Energi dan Kurangi Mobilitas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah resmi menerapkan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan ini diambil sebagai langkah...