Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

Insentif Rp6 Juta per Hari Dihentikan Jika SPPG Tak Penuhi Standar

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 3 April 2026 22:39 WIB
Insentif Rp6 Juta per Hari Dihentikan Jika SPPG Tak Penuhi Standar
NEWSREAL.ID - MENJENGUK SISWA: Kepala BGN Dadan Hindayana mengunjungi para siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur yang tengah dirawat di RSUD Sayang, Cianjur, beberapa waktu lalu. Sebanyak 72 siswa dua sekolah di Cianjur dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi MBG. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan menghentikan insentif sebesar Rp6 juta per hari bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar operasional.

Direktur Manajemen Risiko Pemenuhan Gizi BGN, Rufriyanto Maulana Yusuf  menyatakan, kebijakan ini mengacu pada prinsip “no service, no pay” atau tidak ada layanan maka tidak ada pembayaran. “Insentif Rp6 juta per hari akan langsung dihentikan jika fasilitas SPPG tidak memenuhi standar atau dinyatakan gagal beroperasi,” ujar Rufriyanto dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2026).

Ia menjelaskan, skema insentif dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memberikan dukungan finansial kepada mitra, tetapi juga disertai mekanisme pengawasan yang ketat. Menurutnya, insentif dapat langsung hangus apabila fasilitas SPPG berada dalam kondisi tidak siap operasional, baik karena masalah teknis maupun kelalaian dalam menjaga standar layanan.

Contoh Pelanggaran

Beberapa contoh pelanggaran yang dapat berujung penghentian insentif antara lain terdeteksinya bakteri E.coli pada filter air, sistem pengolahan limbah (IPAL) yang bermasalah hingga menyebabkan banjir, kerusakan mesin pendingin yang membuat bahan pangan rusak, hingga tidak terpenuhinya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Jika kondisi tersebut terjadi, maka status kesiapan operasional tidak terpenuhi dan pada hari itu juga insentif langsung dihentikan,” tegasnya. Kebijakan ini diharapkan mendorong mitra SPPG untuk menjaga kualitas layanan, keamanan pangan, serta kebersihan lingkungan secara konsisten setiap hari.

BGN menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola program MBG, sekaligus memastikan standar pelayanan publik tetap terjaga secara optimal. (tb)

Berita Terbaru

Polemik POUK Tesalonika Teluknaga, Gugun Gumilar Dorong Dialog Damai

NEWSREAL.ID, TANGERANG- Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar meminta polemik penyegelan Kantor Yayasan Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika di Teluknaga, Kabupaten Tangerang diselesaikan...

Din Syamsuddin Serukan Persatuan Umat Islam demi Perdamaian Dunia

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Tokoh cendekiawan Muslim Indonesia yang juga mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengajak umat Islam untuk memperkuat persatuan sebagai langkah penting dalam mewujudkan...

Antisipasi El Nino, Bapanas Perkuat Cadangan Pangan dari Dalam Negeri

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP) berbasis produksi dalam negeri sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang...

Pemerintah Ubah Skema MBG, Kini Hanya Dibagikan Saat Hari Sekolah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pemerintah memutuskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya diberikan pada hari aktif sekolah, tidak lagi disalurkan saat hari libur. Kebijakan ini diambil setelah...

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Evaluasi Keanggotaan BoP

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan kembali keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace...

Survei: 83 Persen Warga Indonesia Tolak Serangan AS-Israel ke Iran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Hasil survei gabungan dari Lembaga Survei Indonesia, Indikator Politik Indonesia, dan Saiful Mujani Research and Consulting menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia menolak serangan yang...

Indonesia Berpotensi Jadi Contoh Global South dalam Pembatasan Medsos Anak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pakar Teknologi Informasi Ismail Fahmi menilai Indonesia berpeluang menjadi tolok ukur bagi negara-negara Global South dalam menerapkan kebijakan pembatasan media sosial bagi anak....

Diwa Dukung Pembatasan Akses Medsos Anak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kekhawatiran terhadap dampak dunia digital pada anak kian mengemuka. Arus informasi yang begitu deras, tanpa batas yang jelas, dinilai berpotensi mengganggu kesehatan mental...

Rusia: Serangan ke Pasukan Perdamaian Tak Boleh Dianggap Wajar

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Ia sekaligus menegaskan...

Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, DPR Minta TNI dan PBB Bersikap Tegas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mendesak adanya ketegasan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait gugurnya sejumlah...

Di Tengah Geopolitik Memanas, Diah Warih Anjari Apresiasi Presiden Tak Naikkan Harga BBM

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Umum Ormas G-Nesia sekaligus Founder Diwa Foundation, Diah Warih Anjari menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan pemerintah yang tidak...

WFH Setiap Jumat Resmi Berlaku, ASN Diminta Hemat Energi dan Kurangi Mobilitas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah resmi menerapkan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan ini diambil sebagai langkah...