Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Inflasi Januari 2026 Naik Tajam, BPS Ungkap Efek Diskon Listrik

Tim Redaksi, Newsreal.id
Senin, 2 Februari 2026 15:23 WIB
Inflasi Januari 2026 Naik Tajam, BPS Ungkap Efek Diskon Listrik
NEWSREAL.ID - SAMPAIKAN RILIS: Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono menyampaikan Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Senin (2/2/2026). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026 mencapai 3,55 persen. Kenaikan tersebut dipengaruhi fenomena low base effect akibat stimulus diskon tarif listrik yang diberlakukan pada Januari dan Februari 2025.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari 2026 yang tercatat sebesar 109,75 melonjak karena basis pembanding pada periode yang sama tahun lalu berada di bawah tren normal.

“Pada Januari dan Februari 2025, pemerintah menerapkan kebijakan diskon tarif listrik yang menekan IHK. Itu menyebabkan inflasi pada periode tersebut sangat rendah,” kata Ateng di Jakarta, Senin (2/2).

Ia menjelaskan, kebijakan stimulus tersebut bahkan memicu deflasi pada awal 2025. Pada Januari 2025, terjadi deflasi bulanan dan tahun kalender masing-masing sebesar 0,76 persen, dengan inflasi tahunan hanya 0,76 persen dan IHK sebesar 105,99.

Sementara pada Februari 2025, deflasi tercatat lebih dalam, yakni 0,48 persen secara bulanan, 1,24 persen secara tahun kalender, dan 0,09 persen secara tahunan, dengan IHK sebesar 105,48.

Melonjak Tajam

Ateng mengatakan kondisi inflasi yang sangat rendah pada awal 2025 membuat inflasi Januari 2026 terlihat melonjak tajam, terutama pada kelompok pengeluaran Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga.

“Ketika inflasi year-on-year dihitung pada Januari 2026, basis pembandingnya relatif rendah, sehingga angka inflasinya tampak tinggi,” ujarnya.

Ia memproyeksikan dampak low base effect masih akan terasa hingga Februari 2026, mengingat pada Februari 2025 juga terjadi deflasi baik secara bulanan, tahunan, maupun tahun kalender. Meski demikian, Ateng menegaskan lonjakan inflasi tersebut bersifat sementara dan tidak mencerminkan tekanan harga yang berkelanjutan.

“Ini dampak sesaat. Inflasi tahunan diperkirakan akan kembali normal pada Maret atau April 2026, selama tidak ada kebijakan pemerintah yang berdampak signifikan terhadap harga komoditas,” katanya.

Ateng pun mengingatkan publik agar tidak terkejut jika laju inflasi pada Maret dan April 2026 terlihat lebih terkendali seiring hilangnya efek pembanding rendah tersebut. (tb)

Berita Terbaru

BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Dirut

NEWSREAL.ID, JAKARTA– PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama. Penunjukan tersebut diputuskan melalui rapat direksi (radir) yang...

Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Diskon Tiket dan Tol

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kabar baik buat pemudik. Pemerintah menyiapkan program diskon tiket transportasi hingga tarif jalan tol untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur Ramadhan dan Lebaran...

Perputaran Uang Tambang Emas Ilegal Nyaris Rp1.000 Triliun

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap besarnya perputaran uang dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Indonesia. Dalam periode 2023-2025,...

Purbaya Siap Evaluasi Total Pajak dan Bea Cukai

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Target penerimaan negara yang meleset menjadi alarm keras bagi Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tak akan memberi toleransi jika kinerja...

Oleh-Oleh Haji Kini Bisa Dibeli dari Tanah Air

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tradisi membawa oleh-oleh sepulang haji tak lagi harus bergantung pada belanja di Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah menyiapkan terobosan digital...

Masuk 2026, Properti Masih Ngebut: Gudang, Industri, hingga Hotel Jadi Andalan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Setelah melewati tahun 2025 yang penuh dinamika, sektor properti nasional tak kehilangan optimisme. Memasuki 2026, sejumlah subsektor diprediksi tetap tumbuh, dengan pergudangan dan...

Komisi VII DPR Puji Industri yang Pakai Bahan Lokal

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Industri jamu nasional dinilai punya daya tahan kuat di tengah tantangan global. Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi terhadap industri farmasi tradisional yang...

Freeport Siapkan Langkah Perpanjangan Izin di RI

NEWSREAL.ID JAKARTA- Operasi tambang raksasa Freeport di Papua belum mau berhenti dalam waktu dekat. Setelah proyek smelter hampir tuntas, Freeport-McMoRan Inc. mulai membuka bab baru:...

Pipa Bocor, RI Kehilangan 2 Juta Barel Minyak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Awal tahun 2026 diwarnai gangguan serius pada sektor energi nasional. Kebocoran pipa migas di wilayah Sumatra berdampak pada terhentinya aliran gas ke salah...

Menkeu Purbaya Siap Bersih-bersih Pajak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak ada toleransi bagi oknum internal Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang melakukan pelanggaran. Dengan dukungan penuh Presiden...

PHK Naik di 2025, Kemnaker Ungkap Biang Keroknya

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membeberkan penyebab utama melonjaknya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang tahun 2025. Total, ada 88.519 pekerja yang terdampak, naik lebih...

Pemerintah Siapkan BUMN Tekstil Baru Pengganti Sritex

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Penutupan operasional PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) menjadi peringatan serius bagi industri tekstil nasional. Merespons kondisi tersebut, pemerintah bergerak menyiapkan pembentukan badan...