
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pusat Statistik (BPS) mempercepat proses verifikasi lapangan atau ground check terhadap 11.017.000 peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) atau BPJS Kesehatan PBI yang berstatus dinonaktifkan. Untuk mengejar akurasi dan kecepatan, BPS melibatkan mitra statistik di berbagai daerah.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, jaringan mitra statistik selama ini telah terlibat dalam berbagai survei nasional sehingga dinilai siap membantu proses verifikasi skala besar tersebut.
“BPS memiliki jaringan mitra statistik yang selama ini dilibatkan dalam berbagai survei nasional. Langkah ini dilakukan guna menjaga akurasi,” ujar Amalia dalam konferensi pers usai pertemuan terbatas bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Menteri Sosial, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan di Jakarta, Senin (16/2).
Menurutnya, verifikasi lapangan dilakukan BPS dengan berkolaborasi bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Kehadiran mitra statistik menjadi krusial mengingat besarnya jumlah peserta yang harus diverifikasi.
Sebaran Wilayah
Berdasarkan data BPS, 11 juta peserta PBI yang dinonaktifkan tersebut setara dengan sekitar 5,9 juta keluarga yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. BPS dan Kemensos pun telah memetakan sebaran wilayah verifikasi yang diperkirakan berlangsung sekitar dua bulan.
Salah satu wilayah dengan jumlah sasaran terbesar adalah Jawa Barat, dengan sekitar satu juta keluarga. Sementara di sejumlah provinsi lain, jumlahnya tercatat di bawah 500 ribu keluarga.
“Dengan pemetaan wilayah ini, proses verifikasi akan jauh lebih terarah sehingga memungkinkan kami mendapatkan data yang akurat. Ini menjadi kunci agar kebijakan penetapan PBI-JKN benar-benar berbasis kondisi kesejahteraan riil masyarakat,” jelas Amalia.
Selain 11 juta peserta nonaktif, BPS juga melakukan verifikasi terhadap 106.153 peserta PBI yang telah direaktivasi secara otomatis. Proses ini ditargetkan rampung pada 14 Maret 2026.
Meski demikian, Amalia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga agar pembaruan data dapat berjalan cepat dan tepat sasaran. Ia juga mengingatkan bahwa data yang disiapkan BPS menggunakan sistem perengkingan atau pendesilan tingkat nasional, bukan daerah.
“Pendesilan nasional pasti berbeda dengan pendesilan di tingkat daerah. Ini perlu menjadi catatan bagi para kepala daerah,” tegasnya. Hasil verifikasi tersebut diharapkan menjadi dasar kebijakan yang lebih adil dan tepat sasaran dalam penetapan peserta PBI-JKN ke depan. (tb)
Sekjen PBB Ber Dukungan ke Pemerintah RI, Diberikan langsung ke Presiden Prabowo
JAKARTA,NEWSREAL.ID- residen Prabowo Subianto menerima laporan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengenai hasil kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) António Guterres ke Indonesia. Laporan...
Prabowo Datang ke Rumah Megawati! Duka Guruh Soekarnoputra Satukan Dua Tokoh Bangsa
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendatangi kediaman Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Jakarta pada Senin malam, 28 September 2026. Kedatangan Kepala Negara...
Dikabarkan Mantan Direktur KPLP Ir. Ahmad Duduki Kursi Ketua KNKT
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Informasi terbaru datang dari Kementerian Perhubungan. Berdasarkan informasi yang diperoleh Hotfokus.com, Ir. Ahmad, M.MTr. akan diumumkan sebagai Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)...
64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Pemerintah terus mengerahkan seluruh kekuatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Melalui operasi darat hingga udara, upaya penanganan...
Pemerintah Gencarkan Gerakan Indonesia ASRI, Bedah Rumah Masyarakat TLDH
BOGOR,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang tidak mempunyai rumah layak huni. Dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten...
1.000 Perwira TNI-Polri Dikerahkan Atasi Karhutla Sumatera
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Sebanyak 1.000 perwira TNI dan Polri untuk diturunkan bersama jajaran di daerah untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi...
Kemenkes Kirim 314 Nakes-logistik ke Respons Dampak Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID-Sebanyak 314 tenaga medis/tenaga kesehatan dan ratusan ribu logistik kesehatan ke tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan. Pengiriman ini dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk...
Presiden Prabowo Masuk Hutan Cek Lokasi Kebakaran di Limbung Kalbar
PONTIANAK,NEWSREAL.ID – Selepas melaksanakan rapat singkat di Posko Karhutla Pontianak, Presiden Prabowo Subianto bergegas melanjutkan agenda untuk mengecek langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di...
Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan Pimpin Langsung Penanganan Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Kepala Negara akan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus...
Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Hadirkan Kepedulian di Tengah Pengungsi Gempa di Gelora Samador Maumere
MAUMERE,NEWSREAL.ID — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus ditunjukkan jajaran Polda NTT. Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua...
100 Penyandang Disabilitas Semringah Masuk Istana Agung, Foto Bareng Tamu Penting dan Lihat Museum
YOGYAKARTA,Newsreal.id-Sebanyak 100-an siswa beserta pendamping dari sekolah luar biasa (SLB) di wilayah Yogyakarta tak melewatkan kesempatan langka masuk Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung, Rabu...
Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner
JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...