Nasional

Benahi Data dari Desa, Gus Ipul Tekankan Bansos Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Tim Redaksi, Admin
Minggu, 8 Februari 2026 20:06 WIB
Benahi Data dari Desa, Gus Ipul Tekankan Bansos Tak Boleh Lagi Salah Sasaran
NEWSREAL.ID - ARAHAN MENSOS: Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan arahan saat menghadiri Sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bersama camat, kepala desa, dan pilar-pilar sosial di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). (Foto: Kemensos)

NEWSREAL.ID, PASURUAN- Pemerintah pusat menaruh perhatian besar pada akurasi data kemiskinan sebagai fondasi utama pengentasan kemiskinan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan, peran kepala desa menjadi kunci dalam memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bersama camat, kepala desa, dan pilar-pilar sosial di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). Ia mengajak para kepala desa menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengawal pemutakhiran data kemiskinan secara serius dan berkelanjutan.

Gus Ipul mengakui, hingga kini masih ditemukan bantuan pemerintah yang kurang tepat sasaran. Kondisi itu, menurutnya, terjadi karena data yang digunakan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan. “Kalau data kita akurat, maka program kita pasti tepat sasaran. Inilah yang kami minta untuk ditindaklanjuti di desa masing-masing sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo,” ujar Gus Ipul.

Ia menekankan pentingnya pemutakhiran DTSEN dilakukan secara rutin agar kesalahan penyaluran bantuan sosial dapat ditekan. Menurutnya, pembaruan data tidak bisa bersifat insidental, melainkan harus dilakukan setiap hari. “Intinya, data harus terus diperbarui supaya benar-benar sesuai dengan kenyataan di lapangan,” katanya.

Gus Ipul menyebut, DTSEN yang diperbarui secara berkala menjadi kunci peningkatan akurasi data kemiskinan, terutama jika didukung dengan perluasan digitalisasi bantuan sosial. Dengan sistem tersebut, pemerintah berharap tidak ada lagi warga yang membutuhkan perlindungan sosial tetapi justru luput dari pendataan.

“Dengan DTSEN yang dimutakhirkan dan digitalisasi bansos, kita harapkan tidak ada lagi keluarga atau individu yang seharusnya dibantu tetapi tidak terdata,” jelasnya. Ia menambahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis hasil pemutakhiran data secara berkala setiap tiga bulan.

Partisipasi Masyarakat

Namun, pembaruan data tetap dapat dilakukan setiap hari melalui berbagai jalur, mulai dari RT dan RW hingga pemerintah kabupaten/kota, termasuk melalui partisipasi aktif masyarakat. Untuk mendukung keterbukaan tersebut, Kemensos telah menyediakan sejumlah kanal usul-sanggah, seperti call center 171 yang beroperasi 24 jam, layanan WhatsApp 08877-171-171, serta fitur Aplikasi Cek Bansos.

“Sesuai arahan Pak Presiden, kita harus terbuka terhadap partisipasi masyarakat. Data tidak boleh ditutup-tutupi, justru masyarakat harus dilibatkan untuk memperbaikinya,” tegas Gus Ipul. Terkait program Digitalisasi Bansos berbasis DTSEN, Gus Ipul mengungkapkan saat ini uji coba telah dimulai di 40 kabupaten/kota dan satu provinsi, setelah sebelumnya dilakukan piloting di Banyuwangi.

Program ini melibatkan lintas kementerian dan lembaga, mulai dari Kemensos, Komdigi, KemenPAN-RB, BPS, hingga Dewan Ekonomi Nasional. Evaluasi di Banyuwangi menunjukkan penggunaan data lama menyebabkan ketidaktepatan sasaran bantuan mencapai 77 persen. Setelah menggunakan DTSEN, tingkat kesalahan turun menjadi 28 persen. “Harapannya, nanti tingkat kesalahan bisa ditekan hingga di bawah 10 persen, bahkan 5 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh pemutakhiran DTSEN. Ia menilai DTSEN bukan sekadar kumpulan angka, melainkan instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial dan perencanaan anggaran yang lebih efisien.

“Kami sudah memerintahkan jajaran perangkat daerah hingga pemerintah desa untuk aktif melakukan pemutakhiran data secara berkala,” kata Shobih.

Sebagai informasi, hingga Januari 2026 DTSEN mencakup lebih dari 289 juta data individu yang dikelompokkan ke dalam 10 desil kesejahteraan, dari prasejahtera hingga sejahtera. Basis data ini menjadi rujukan utama pemerintah dalam penetapan program perlindungan dan bantuan sosial agar lebih tepat sasaran. (tb)

Berita Terbaru

Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN

Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...

Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas

JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...

Diangkat Jadi Dewan Kehormatan SBNI, Hercules: NKRI Harga Mati

JAKARTA , NEWSREAL.id– Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rozario Marshal atau yang dikenal sebagai Hercules, kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban peran di...

Prabowo: KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Ekonomi Desa yang Terintegrasi

JAKARTA,NEWSREAL.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat...

Belum Putuskan Pengganti Febrie, Istana Tunggu Usulan Jaksa Agung

JAKARTA,NEWSREAL.id– Soal pengganti Febrie Adriansyah, pemerintah menunggu usulan resmi dari Jaksa Agung ST Burhanuddin. Hingga saat ini, Presiden Prabowo Subianto belum dapat menerbitkan keputusan pengangkatan...

Bupati Sukoharjo Jadi Tersangka KPK, Ini Respons Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

BATANG, NEWSREAL.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal meski Bupati Sukoharjo Etik Suryani telah...

Instruksi Prabowo, Aparatur Negara Introspeksi dan Pemerintahan Harus Bersih dari Korupsi

JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kinerja demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta berpihak kepada kepentingan...

Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Tokoh Pengusaha dan Politikus Nasional

JAKARTA, NEWSREAL.id– Indonesia berduka atas wafatnya pengusaha nasional sekaligus politikus Partai NasDem, Rachmat Gobel, yang meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Jakarta....

Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Tambah 10 Kapal Patroli di Laut Natuna Utara

JAKARTA, NEWSREAL.id– Pemerintah terus memperkuat pengamanan di Laut Natuna Utara dengan menambah armada kapal pengawas dan meningkatkan infrastruktur pengawasan guna mengantisipasi maraknya praktik penangkapan ikan...

Soal OTT Bupati Sukoharjo, KPK Ungkap Dugaan soal Kasus Pemerasan

JAKARTA, NEWSREAL.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap konstruksi awal operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. KPK sebut OTT tersebut berkaitan...

Gugun Gumilar: Indonesia Emas 2045 Memerlukan Pemuda yang Mampu Merawat Kerukunan

MANADO,NEWSREAL.id– Staf Khusus Menteri Agama RI, H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa keberhasilan Peta Jalan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda...

Berantas Korupsi, Diwa : Sinergitas TNI/Polri, Kejaksaan Dijaga demi Bangsa

JAKARTA, NEWSREAL.id– Pendiri DIWA Foundation, Diah Warih Anjari, mendorong sinergitas TNI, Polri dan Kejaksaan, untuk memberantas korupsi di Indonesia. Pernyataan itu muncul setelah Diwa, sapaan...