
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya penguatan data perlindungan sosial agar keluarga rentan tidak luput dari perhatian negara.
“Pertama tentu kita prihatin dan ikut berduka. Tim kami juga sedang berada di Ngada untuk melakukan asesmen,” ujar Gus Ipul usai menghadiri acara Sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Sekolah Rakyat Tahap 1C di Bekasi, Rabu (4/2/2026) dalam keterangan tertulis.
Gus Ipul menegaskan, kejadian ini menyoroti pentingnya data yang akurat dan terintegrasi agar negara dapat memberikan perlindungan serta dukungan yang tepat sasaran kepada keluarga prasejahtera.
“Dengan data yang akurat, semuanya bisa diberi perlindungan dan dukungan yang tepat. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang dan bisa kita cegah ke depan,” katanya.
Ia menjelaskan, penguatan data menjadi fondasi berbagai program perlindungan sosial, termasuk Sekolah Rakyat, yang ditujukan untuk menjangkau keluarga kurang mampu dan kelompok rentan yang selama ini belum sepenuhnya tersentuh bantuan. Upaya ini sejalan dengan penerapan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekolah Rakyat
“Data tunggal ini terus kita konsolidasikan dan mutakhirkan. InsyaAllah makin hari makin akurat. Sekolah Rakyat hadir untuk menjangkau keluarga-keluarga seperti itu,” ujar Gus Ipul. Terkait kondisi keluarga korban, ia menyampaikan bahwa proses asesmen di lapangan masih berlangsung. Pemerintah juga membuka peluang dukungan pendidikan bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.
“Petugas kami masih di lapangan, berbicara dengan orang tua yang sedang berduka. Ada kakak korban yang sedang kami upayakan agar bisa melanjutkan sekolah, baik di sekolah terdekat maupun Sekolah Rakyat,” katanya.
Sebagai bentuk kepedulian, Kementerian Sosial melalui Sentra Efata Kupang telah menyalurkan bantuan dan santunan dengan total Rp9 juta kepada keluarga korban. Bantuan tersebut terdiri atas santunan Rp5 juta, bantuan sembako dan nutrisi senilai Rp1,5 juta, serta bantuan sandang sebesar Rp2,5 juta. Selain itu, dua kakak korban akan mendapatkan dukungan pembelajaran keterampilan dan difasilitasi untuk kembali bersekolah.
Sebelumnya, peristiwa tragis tersebut menimpa seorang siswa SD di Kabupaten Ngada yang diketahui tinggal bersama neneknya. Sang ibu, yang merupakan orang tua tunggal, bekerja sebagai petani dan buruh serabutan untuk menghidupi lima orang anak. (tb)
Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...
Tragedi Siswa SD di NTT, Diah Warih Anjari Soroti Peran Stakeholder Daerah
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tragedi meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengundang keprihatinan luas dari berbagai kalangan....
Bukan Cuma Pintar AI, Wamendikdasmen Ingatkan Generasi Muda Soal Integritas
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Di tengah pesatnya penggunaan kecerdasan artifisial (KA) dalam dunia pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan generasi...
Mendikdasmen Kucurkan Rp2,4 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah
BACAAJA, BANDA ACEH– Pemerintah pusat menyiapkan anggaran besar untuk memulihkan dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana sebesar...
Mendikdasmen: AI Bukan Pengganti Guru dalam Dunia Pendidikan
NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA- Perkembangan kecerdasan buatan di bidang pendidikan dinilai tidak serta-merta menggeser peran pendidik. Pemerintah menegaskan teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti relasi...
Banjir Lumpuhkan Ribuan Sekolah di Sumatra, Ratusan Ribu Siswa Terdampak
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir 2025 tak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga mengganggu dunia pendidikan....
Mendikdasmen Pasang Target Besar Pendidikan 2026
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai memanaskan mesin jelang tahun anggaran 2026. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Mendikdasmen Abdul Mu’ti memaparkan...
Kepala BNN: Karier Tanpa Batas Berawal dari Hidup Sehat dan Bebas Narkoba
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa masa depan dan karier tanpa batas hanya dapat diraih dengan gaya hidup...
Prabowo Siapkan SMA Garuda, Sekolah Unggulan Baru Pendamping Taruna Nusantara
NEWSREAL.ID, MALANG- Peta pendidikan unggulan nasional bakal bertambah. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana peluncuran SMA Garuda, sekolah model baru yang disiapkan untuk melengkapi peran SMA...
Mendikdasmen Siap Wajibkan Ikrar Pelajar di Upacara Sekolah
NEWSREAL.ID, BANJARBARU- Upacara bendera di sekolah bakal punya tambahan agenda baru. Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan siap...
Gelar Karya Vokasi PKPLK 2025 Perkuat Ekosistem Pendidikan Inklusif dan Bermutu
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang bermutu dan inklusif melalui penyelenggaraan Gelar Karya Vokasi Pendidikan Khusus dan...
Insentif Guru Honorer Naik Jadi Rp400 Ribu per Bulan Mulai 2026
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memastikan adanya kenaikan insentif bagi guru honorer mulai tahun 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan, insentif bulanan guru...

