Pendidikan

Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah

Tim Redaksi, Admin
Rabu, 4 Februari 2026 19:41 WIB
Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah
NEWSREAL.ID - KISAH TRAGIS: Lokasi kejadian siswa Sekolah Dasar (SD) berinisial YBR berusia 10 tahun yang harus mengakhiri hidupnya dengan cara tragis bunuh diri di Kabupaten Ngada, NTT. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara terbuka mengakui peristiwa tragis tersebut sebagai kegagalan sistem pemerintahan, mulai dari tingkat provinsi hingga ke lapisan paling bawah.

“Sebagai Gubernur NTT, saya tentu berduka cita mendalam. Kejadian di Jerebuu ini menunjukkan adanya kegagalan sistem, baik di pemerintah provinsi, Kabupaten Ngada, sampai ke tingkat bawah,” kata Melki, Rabu (4/2/2026). Menurut Melki, pemerintah daerah gagal mendeteksi lebih awal kondisi kesulitan yang dialami anak tersebut dan keluarganya, sehingga bantuan yang seharusnya bisa diberikan tidak sampai tepat waktu.

Ia menilai peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi kemanusiaan dan sekaligus refleksi atas berbagai upaya pembangunan yang selama ini telah dilakukan pemerintah daerah. “Apapun ceritanya, ini adalah tamparan keras bagi kemanusiaan kita. Tamparan keras atas semua yang sudah kita kerjakan,” ujarnya.

Belum Berhasil

Melki mengakui bahwa tidak semua program dan kebijakan yang dijalankan pemerintah berjalan efektif. Ia menyesalkan kegagalan negara dalam melindungi satu nyawa anak yang seharusnya bisa diselamatkan. “Kita belum berhasil menjaga agar tidak ada nyawa yang hilang sia-sia karena kondisi seperti ini,” katanya.

Ia menegaskan peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh jajaran pemerintah agar kejadian serupa tidak kembali terulang di wilayah Nusa Tenggara Timur. “Kejadian ini harus menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua,” ujar Melki, seraya menambahkan komitmen pemerintah provinsi untuk memperbaiki sistem perlindungan sosial dan deteksi dini bagi warga rentan.

Sebelumnya, seorang siswa kelas IV SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada ditemukan meninggal dunia pada 29 Januari 2026. Anak tersebut diketahui mengalami tekanan karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan sekolah dasar. Sebelum meninggal, korban sempat meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya. (tb)

Berita Terbaru

Presiden Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis

JAKARTA,NEWSREAL,ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Acara Puncak Peringatan HUT...

Stafsus Menag: Madrasah Tak Boleh Tertinggal dalam Pemerintahan Prabowo

SEMARANG,NEWSREAL.ID — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap pemerataan kualitas pendidikan, termasuk penguatan madrasah dan peningkatan kualitas guru. Staf Khusus Menteri Agama menyebut madrasah...

Hadiri Orientasi Maru Pascasarjana UHN Sugriwa, Gugun Gumilar : Ilmuwan Bisa Salah, Tapi Tidak Boleh Bohong

DENPASAR,NEWSREAL.id– Pendidikan dan riset menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan dunia kerja. Hal tersebut disampaikan H. Gugun...

Pengajuan Bantuan Pendidikan Pesantren 2026 Dibuka, Berikut Informasinya

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Direktorat Pesantren Kemenag telah membuka pengajuan bantuan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam 2026. Pengajuan bantuan dibuka dari 1 – 4 September 2026. Direktur...

Staf Khusus Menag RI bicara Capaian Gagasan Pendidikan Presiden Prabowo Lewat Guru Madrasah

BOGOR,NEWSREAL.id — Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Kerukunan, Pelayanan dan Pengawasan Keagamaan, serta Kerja Sama Luar Negeri, Gugun Gumilar, menghadiri Puncak Hari Lahir...

Sempat Berdiskusi 30 Menit, Wamentan Bantah Kabur Diskusi di UGM

JAKARTA,NEWSREAL.id – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono membantah tentang tuduhan kabur saat berdiskusi dengan mahasisa di UGM Yogyakarta. Ia juga membantah jalannya diskusi panas dan...

KND-Diwa Foundation Gelar Seminar Kebangsaan Mantapkan Ideologi untuk kesetaraan Penyandang Disabilitas

YOGYAKARTA,NEWSREAL.id – Penyandang disabilitas di Indonesia sebanyak 8,5% dari jumlah penduduk Indonesia, dengan jumlah terbanyak pada usia lanjut menurut Kemenko PMK. Mereka membutuhkan membutuhkan intervensi...

Daftar Beasiswa Master Double Degree Dibuka hingga Akhir Mei, Cek Informasinya

JAKARTA,NEWSREAL.id – Peluang studi internasional kembali dibuka bagi guru, tenaga kependidikan, pegawai Kemenag, dan alumni pendidikan keagamaan. Pendaftaran terbuka sampai 31 Mei 2026 melalui Program...

Tantangan bagi Akademisi, Proyek Giant Sea Wall Libatkan Kampus

JAKARTA, NEWSREAL.id – Terobosan besar diambil pemerintah sekarang dalam melaksanakan program infrastruktur strategis yakni pelibatan penuh dunia pendidikan tinggi. Realisasinya adalah arahan langsung pelibatan akademisi...

Kemenag Ajukan Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun, Fokus Perbaikan Madrasah hingga Digitalisasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan tambahan anggaran tahun 2026 sebesar Rp24,8 triliun untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia. Usulan ini difokuskan pada pemerataan...

Dukung Hemat Energi, Mendikdasmen Ajak Siswa Jalan Kaki atau Bersepeda ke Sekolah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengimbau para murid untuk berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah, khususnya bagi yang tinggal di jarak...

Tujuh Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah resmi menerbitkan pedoman penggunaan kecerdasan artifisial (AI) di sektor pendidikan melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) oleh tujuh menteri. Langkah ini menjadi...