Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Pendidikan

101 Sekolah Rakyat Ditarget Rampung Juni 2026

Tim Redaksi, Newsreal.id
Rabu, 25 Maret 2026 18:58 WIB
101 Sekolah Rakyat Ditarget Rampung Juni 2026
NEWSREAL.ID - SANTAP MALAM: Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf santap malam dengan peserta didik Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 , Kompleks Wyataguna Bandung, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah menargetkan pembangunan 101 unit Sekolah Rakyat permanen tahap dua rampung pada Juni 2026. Proyek ini diprioritaskan selesai sebelum dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 pada Juli mendatang, sehingga fasilitas pendidikan tersebut bisa langsung dimanfaatkan oleh siswa.

Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari menyampaikan, hingga awal 2026, pembangunan tahap kedua telah berjalan di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 101 titik ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026.

“Dari 104 lokasi, sebanyak 101 lokasi Sekolah Rakyat permanen tahap dua sudah dalam proses pembangunan dan dijadwalkan selesai pada 20 Juni 2026,” ujar Qodari di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/32026).

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Sebaran pembangunan sekolah mencakup berbagai wilayah strategis di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa hingga kawasan timur.

Secara rinci, terdapat 40 lokasi di Pulau Jawa, 26 titik di Sumatera, 12 lokasi di Kalimantan, dan 16 titik di Sulawesi. Selain itu, masing-masing tiga lokasi dibangun di Bali, Nusa Tenggara, dan Papua, serta empat lokasi di wilayah Maluku.

Menurut Qodari, distribusi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pemerataan pendidikan, termasuk di daerah tertinggal dan wilayah kepulauan yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

“Sebaran ini mencerminkan upaya pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah, termasuk daerah tertinggal,” jelasnya.

Tahap Kedua

Berdasarkan data terbaru per 23 Maret 2026, progres pembangunan fisik tahap kedua secara nasional telah mencapai 17,04 persen. Meski berjalan relatif lancar, sejumlah kendala masih ditemukan di lapangan, seperti persoalan lahan di Aceh Singkil serta akses jalan yang terbatas di Lampung Timur.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Kantor Staf Presiden terus melakukan koordinasi intensif bersama Kementerian Pekerjaan Umum, serta melibatkan BUMN karya dan pihak swasta sebagai pelaksana proyek.

Langkah koordinasi ini difokuskan pada percepatan penyelesaian masalah administratif maupun sosial yang berpotensi menghambat pembangunan. Pemerintah juga melakukan pemetaan persoalan secara detail agar setiap kendala dapat segera diurai melalui rapat lanjutan dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Program Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk menyasar kelompok masyarakat paling rentan, yakni pada kategori desil 1 dan 2. Setiap unit sekolah memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa, sehingga diharapkan mampu menampung lebih banyak peserta didik dari keluarga kurang mampu.

Proyek tahap dua ini merupakan bagian dari target besar pemerintah untuk membangun total 500 Sekolah Rakyat permanen hingga tahun 2029. Dengan skala tersebut, program ini digadang-gadang menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi kesenjangan pendidikan di Indonesia.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan dukungan sumber daya manusia guna memastikan operasional sekolah berjalan optimal. Tercatat sebanyak 2.304 guru serta 4.760 tenaga kependidikan dan medis telah disiapkan untuk mendukung proses belajar mengajar.

Kehadiran tenaga pendidik dan pendukung ini menjadi elemen penting agar Sekolah Rakyat tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi juga mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dengan target yang terus dikebut, pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi nyata dalam membuka akses pendidikan yang lebih merata. Jika sesuai jadwal, ratusan sekolah ini akan langsung menyambut siswa baru pada pertengahan 2026, memberi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk mendapatkan pendidikan yang layak. (tb)

Berita Terbaru

Mendikdasmen: Sekolah Tetap Tatap Muka

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa aktivitas pembelajaran di sekolah tetap berjalan normal usai libur Hari Raya...

DPR Tolak Wacana Sekolah Daring Lagi demi Efisiensi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wacana mengembalikan sistem pembelajaran daring bagi siswa mulai April 2026 sebagai bagian dari kebijakan efisiensi energi menuai penolakan dari parlemen. Wakil Ketua Komisi...

Mendikdasmen: 60 Ribu Sekolah Rusak Ditarget Direvitalisasi 2026

NEWSREAL.ID, JEMBER– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 60 ribu gedung sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2026. Ia...

Datangi DPR, Guru Madrasah Bawa 5 Tuntutan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesabaran guru madrasah tampaknya sudah di ujung batas. Datang ke kompleks parlemen, Jakarta, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyuarakan lima tuntutan langsung di...

Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking...

Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...

Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan

NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu,...

Wamendikdasmen Perkuat Peran Guru BK untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa

NEWSREAL.ID, BANDUNG– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sebagai...

Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...

Mensos Prihatin Tragedi Murid SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten...

DPR Ingatkan Perlindungan Anak Usai Tragedi Bocah SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta agar peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa...

Tragedi Siswa SD di NTT, Diah Warih Anjari Soroti Peran Stakeholder Daerah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tragedi meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengundang keprihatinan luas dari berbagai kalangan....