Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Pendidikan

Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 10 Februari 2026 19:42 WIB
Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi
NEWSREAL.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking sekolah secara nasional. Ia menegaskan, hasil TKA sama sekali tidak dimaksudkan untuk memberi peringkat sekolah, apalagi dijadikan ajang kompetisi nilai.

Menurut Mu’ti, TKA justru dirancang sebagai cermin untuk melihat kualitas proses belajar-mengajar di sekolah, bukan papan skor prestasi antar institusi.

“Hasil TKA ini tidak diharapkan berujung pada skor apalagi ranking, tetapi menjadi bahan refleksi dan perbaikan proses pembelajaran,” ujar Mu’ti dalam Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 di Gedung PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Senin (9/2/2026).

Pernyataan itu sekaligus merespons viralnya klaim ranking sekolah berdasarkan nilai TKA, termasuk kabar yang menyebut SMA Unggulan MH Thamrin berada di peringkat pertama nasional.

Mu’ti menjelaskan, nilai TKA diposisikan sebagai instrumen standardisasi penilaian prestasi akademik secara objektif, terutama untuk mendukung proses seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya. Namun, perannya bukan sebagai penentu tunggal.

Jalur SNBP

Untuk jenjang SMA/SMK/sederajat, nilai TKA dapat digunakan sebagai bagian dari penilaian prestasi akademik dalam jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) masuk perguruan tinggi negeri. Meski begitu, TKA tidak menggantikan nilai rapor maupun prestasi non-akademik lainnya.

“Peserta didik yang tidak memiliki nilai TKA tetap punya peluang besar masuk PTN melalui jalur SNBT maupun jalur mandiri, yang daya tampungnya setara bahkan lebih besar,” jelas Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu.

Sementara di jenjang SD dan SMP, hasil TKA akan dimanfaatkan sebagai dasar pemetaan dan peningkatan mutu pendidikan. Selain itu, TKA juga akan menjadi salah satu komponen penilaian jalur prestasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, berdampingan dengan nilai rapor dan prestasi lainnya.

“TKA ini menjadi bagian dari penyempurnaan SPMB 2026. Di jalur prestasi, nilai TKA menjadi salah satu aspek penilaian, selain nilai rapor dan prestasi lain,” tutur Mu’ti. Ia pun berharap pelaksanaan TKA di jenjang SD dan SMP dapat berjalan optimal, mengingat program ini untuk pertama kalinya dilaksanakan melalui kemitraan antara pemerintah pusat dan daerah.

Diketahui, TKA SMP akan digelar oleh pemerintah provinsi pada 6-16 April 2026, sementara TKA SD diselenggarakan pemerintah kabupaten/kota pada 20-30 April 2026. (tb)

Berita Terbaru

Tujuh Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah resmi menerbitkan pedoman penggunaan kecerdasan artifisial (AI) di sektor pendidikan melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) oleh tujuh menteri. Langkah ini menjadi...

101 Sekolah Rakyat Ditarget Rampung Juni 2026

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah menargetkan pembangunan 101 unit Sekolah Rakyat permanen tahap dua rampung pada Juni 2026. Proyek ini diprioritaskan selesai sebelum dimulainya tahun ajaran baru...

Mendikdasmen: Sekolah Tetap Tatap Muka

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa aktivitas pembelajaran di sekolah tetap berjalan normal usai libur Hari Raya...

DPR Tolak Wacana Sekolah Daring Lagi demi Efisiensi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wacana mengembalikan sistem pembelajaran daring bagi siswa mulai April 2026 sebagai bagian dari kebijakan efisiensi energi menuai penolakan dari parlemen. Wakil Ketua Komisi...

Mendikdasmen: 60 Ribu Sekolah Rusak Ditarget Direvitalisasi 2026

NEWSREAL.ID, JEMBER– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 60 ribu gedung sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2026. Ia...

Datangi DPR, Guru Madrasah Bawa 5 Tuntutan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesabaran guru madrasah tampaknya sudah di ujung batas. Datang ke kompleks parlemen, Jakarta, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyuarakan lima tuntutan langsung di...

Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...

Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan

NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu,...

Wamendikdasmen Perkuat Peran Guru BK untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa

NEWSREAL.ID, BANDUNG– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sebagai...

Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...

Mensos Prihatin Tragedi Murid SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten...

DPR Ingatkan Perlindungan Anak Usai Tragedi Bocah SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta agar peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa...