
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesabaran guru madrasah tampaknya sudah di ujung batas. Datang ke kompleks parlemen, Jakarta, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyuarakan lima tuntutan langsung di hadapan pimpinan DPR RI dan Komisi VIII, Rabu, (10/2/2026).
Dalam audiensi tersebut, Wakil Ketua Umum PGM Indonesia Ahmad Sujaenudin menegaskan bahwa guru madrasah selama ini tetap mengajar dengan penuh keikhlasan. Namun di balik itu, ada keresahan yang terus berulang, terutama soal gaji dan tunjangan yang kerap terlambat dibayarkan.
“Kalau ini mohon dorongan dari pimpinan DPR, dari Komisi VIII, dan dari Kementerian Agama. Cobalah dibantu kira-kira seperti penggajian gitu,” ujar Ahmad.
Tuntutan pertama yang disampaikan PGM adalah meminta DPR RI mendorong Presiden Prabowo Subianto agar guru madrasah swasta tidak didiskriminasi dalam proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menurut Ahmad, kebijakan afirmasi perlu dilakukan, termasuk melalui skema inpassing atau penyetaraan jabatan, pangkat, dan golongan, agar guru non-ASN bisa setara dengan guru PNS.
Tuntutan kedua, PGM meminta agar guru madrasah swasta yang lolos PPPK atau diangkat menjadi ASN tetap bisa mengajar di sekolah asalnya. Untuk itu, mereka mendorong adanya revisi Undang-Undang ASN atau bahkan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).
“Kami berdiskusi dengan Menteri PANRB, yang mengatakan kami hanya melaksanakan kebijakan, sedangkan undang-undang yang punya DPR. Maka kami berharap ke depan ada untuk itu,” katanya.
Batas Usia
Selanjutnya, tuntutan ketiga berkaitan dengan batas usia perekrutan ASN. PGM meminta agar batas maksimal usia yang saat ini 35 tahun dinaikkan menjadi 40 tahun. Pasalnya, banyak guru madrasah yang telah mengabdi lama namun terkendala usia saat hendak mengikuti seleksi. “Dibatasi 35 tahun, sedangkan kalau dokter dan dosen bisa 40 tahun,” ujarnya.
Tuntutan keempat, PGM menyatakan dukungan terhadap Panitia Kerja (Panja) DPR RI dan Kementerian Agama yang tengah mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru madrasah. Namun mereka meminta proses tersebut tidak berlarut-larut. “Ini kami dorong, Pak. Tapi jangan lama-lama ya, Pak. Mohon jangan lama-lama,” ucap Ahmad.
Adapun tuntutan kelima sekaligus menjadi inti keresahan para guru, yakni soal kepastian gaji. Ahmad menilai, jika sistem penggajian jelas dan tepat waktu, maka potensi aksi demonstrasi atau tuntutan status PPPK bisa diminimalkan. “Ibu, bapak miris tidak lihat guru honor? Walaupun dia punya sertifikasi. Tiap bulan nggak menerima honor,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyatakan, Komisi VIII DPR RI telah memutuskan untuk membuat kebijakan afirmasi guna mendorong guru madrasah swasta menjadi PPPK.
Ia optimistis proses tersebut dapat berjalan lebih mudah jika sudah mendapat dorongan politik dari DPR. “Apalagi semua satu visi, tidak ada alasan yang terlalu sulit, mudah-mudahan. Ini butuh konsinyering,” kata Sari. (tb)
Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking...
Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...
Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan
NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu,...
Wamendikdasmen Perkuat Peran Guru BK untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa
NEWSREAL.ID, BANDUNG– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sebagai...
Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...
Mensos Prihatin Tragedi Murid SD di NTT
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten...
DPR Ingatkan Perlindungan Anak Usai Tragedi Bocah SD di NTT
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta agar peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa...
Tragedi Siswa SD di NTT, Diah Warih Anjari Soroti Peran Stakeholder Daerah
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tragedi meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengundang keprihatinan luas dari berbagai kalangan....
Bukan Cuma Pintar AI, Wamendikdasmen Ingatkan Generasi Muda Soal Integritas
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Di tengah pesatnya penggunaan kecerdasan artifisial (KA) dalam dunia pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan generasi...
Mendikdasmen Kucurkan Rp2,4 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah
BACAAJA, BANDA ACEH– Pemerintah pusat menyiapkan anggaran besar untuk memulihkan dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana sebesar...
Mendikdasmen: AI Bukan Pengganti Guru dalam Dunia Pendidikan
NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA- Perkembangan kecerdasan buatan di bidang pendidikan dinilai tidak serta-merta menggeser peran pendidik. Pemerintah menegaskan teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti relasi...
Banjir Lumpuhkan Ribuan Sekolah di Sumatra, Ratusan Ribu Siswa Terdampak
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir 2025 tak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga mengganggu dunia pendidikan....

