Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Pendidikan

Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan

Tim Redaksi, Newsreal.id
Minggu, 8 Februari 2026 12:00 WIB
Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan
NEWSREAL.ID - MAPOLRES NGADA: Polres Ngada menghentikan penyelidikan kasus kematian siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Setelah rangkaian penyelidikan, polisi memutuskan menghentikan penanganan perkara tersebut. Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino mengatakan keputusan itu diambil setelah aparat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap peristiwa yang menimpa bocah malang tersebut.

“Diputuskan untuk menghentikan penyelidikan karena penyebab kematian korban bukan merupakan tindak pidana,” ujar Andrey, Sabtu (7/2) petang. Dalam proses penyelidikan, polisi telah meminta keterangan dari 11 orang saksi.

Mereka terdiri atas tenaga medis yang melakukan visum serta para guru di sekolah tempat korban bersekolah. Selain itu, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD-PPA) juga dilibatkan untuk membantu memastikan arah penyelidikan.

Andrey menjelaskan, dari hasil pendalaman diketahui korban sempat meminta buku dan pena sekitar dua pekan sebelum kejadian. Namun berdasarkan keterangan ibu dan neneknya, kebutuhan tersebut telah dipenuhi. Satu minggu sebelum peristiwa, korban juga tidak lagi menyampaikan permintaan apa pun kepada orang tuanya.

Meski keluarga korban diketahui memiliki keterbatasan ekonomi dan sempat menunggak biaya sekolah, Andrey menegaskan tunggakan tersebut telah dilunasi. “Biaya sekolah akhirnya dibayar setelah orang tua menjual hasil panen dari kebun mereka,” katanya.

Indikasi Perundungan

Polisi juga memastikan tidak ditemukan indikasi perundungan di lingkungan sekolah. Hasil visum pun tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Secara terpisah, Kepala SD Negeri Rj, Maria Ngene, membenarkan pihaknya telah dimintai keterangan oleh kepolisian bersama sejumlah guru. “Iya, kami sudah memberi keterangan ke polisi,” ujarnya.

Maria menegaskan tidak ada praktik perundungan di sekolah tempat korban belajar. “Saya pastikan tidak ada bullying. Kami anak-anak desa, hampir semua anak petani, tidak ada yang menghina atau membully,” katanya.

Ia menambahkan, korban yang bernama Yohanes dikenal sebagai siswa yang berperilaku baik, ramah terhadap teman-temannya, dan tidak pernah menimbulkan masalah selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Terkait kemungkinan kekurangan perlengkapan sekolah, Maria menyebut pihak sekolah tidak memantau secara detail kebutuhan pribadi setiap siswa karena hal tersebut umumnya menjadi tanggung jawab wali kelas masing-masing. (tb)

Berita Terbaru

Tujuh Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah resmi menerbitkan pedoman penggunaan kecerdasan artifisial (AI) di sektor pendidikan melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) oleh tujuh menteri. Langkah ini menjadi...

101 Sekolah Rakyat Ditarget Rampung Juni 2026

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah menargetkan pembangunan 101 unit Sekolah Rakyat permanen tahap dua rampung pada Juni 2026. Proyek ini diprioritaskan selesai sebelum dimulainya tahun ajaran baru...

Mendikdasmen: Sekolah Tetap Tatap Muka

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa aktivitas pembelajaran di sekolah tetap berjalan normal usai libur Hari Raya...

DPR Tolak Wacana Sekolah Daring Lagi demi Efisiensi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wacana mengembalikan sistem pembelajaran daring bagi siswa mulai April 2026 sebagai bagian dari kebijakan efisiensi energi menuai penolakan dari parlemen. Wakil Ketua Komisi...

Mendikdasmen: 60 Ribu Sekolah Rusak Ditarget Direvitalisasi 2026

NEWSREAL.ID, JEMBER– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 60 ribu gedung sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2026. Ia...

Datangi DPR, Guru Madrasah Bawa 5 Tuntutan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesabaran guru madrasah tampaknya sudah di ujung batas. Datang ke kompleks parlemen, Jakarta, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyuarakan lima tuntutan langsung di...

Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking...

Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...

Wamendikdasmen Perkuat Peran Guru BK untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa

NEWSREAL.ID, BANDUNG– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sebagai...

Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...

Mensos Prihatin Tragedi Murid SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten...

DPR Ingatkan Perlindungan Anak Usai Tragedi Bocah SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta agar peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa...