
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pengamat sosial Dr Serian Wijatno memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Badan Nasional Narkotika (BNN) di tengah tantangan pemberantasan narkoba yang kian kompleks.
Apresiasi itu disampaikan usai Universitas Tarumanegara (Untar) menganugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa (Dr HC) kepada Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Minggu, (1/2/2026).
Menurut Serian, gelar kehormatan tersebut bukan sekadar simbol akademik, melainkan pengakuan atas dedikasi dan kepemimpinan Komjen Suyudi dalam memandang narkoba sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional dan masa depan bangsa, khususnya dari perspektif ilmu hukum.
“Ini bentuk apresiasi atas kepemimpinan yang tidak hanya tegas, tapi juga punya kerangka berpikir strategis,” ujar Serian di sela kegiatan di Jakarta, Minggu, (1/2/2026).
Serian yang pernah menjabat Ketua Yayasan Tarumanagara periode 2007-2012 menilai, komitmen BNN di bawah kepemimpinan Komjen Suyudi sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita, khususnya dalam agenda reformasi sistem hukum dan penguatan keamanan nasional.
Ia menyoroti capaian BNN sepanjang 2025 yang dinilai berhasil memadukan pendekatan penegakan hukum keras dengan strategi kemanusiaan yang terukur.
Tidak hanya mengejar pelaku, tetapi juga menekan kekuatan finansial jaringan narkoba melalui penerapan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Ini bukan sekadar menangkap, tapi memiskinkan bandar. Di situ letak progresivitas kepemimpinan Komjen Suyudi,” tegas Serian.
Data Kasus
Berdasarkan data akhir 2025, BNN tercatat mengungkap 746 kasus tindak pidana narkotika dengan 1.174 tersangka. Barang bukti yang disita pun dalam jumlah besar, lebih dari 4 ton sabu dan sekitar 2,1 ton ganja. Selain itu, BNN juga memusnahkan ladang ganja seluas 12,7 hektare atau setara 109,8 ton tanaman ganja basah.
“Angka-angka ini bukan statistik kering. Ini tentang jutaan generasi muda yang terselamatkan,” kata Serian. Meski demikian, ia mengingatkan tantangan besar masih membayangi. Salah satunya adalah ancaman integritas internal aparat, yang ia istilahkan sebagai fenomena “pagar makan tanaman”.
“Keuntungan bisnis narkoba terlalu besar. Kalau integritas goyah, sehebat apa pun sistemnya bisa runtuh,” ujarnya. Tantangan lain datang dari luar, mulai dari modernisasi modus peredaran narkoba, termasuk penyisipan zat adiktif jenis baru dalam cairan rokok elektrik (vape).
Karena itu, Serian menekankan pentingnya penguatan program Desa Bersinar sebagai benteng sosial di level paling bawah. Ia juga menilai strategi “War on Drugs for Humanity” yang diusung Komjen Suyudi harus terus diperkuat dengan sinergi lintas instansi dan pembaruan teknologi deteksi agar selalu selangkah lebih maju dari sindikat.
Dalam kesempatan yang sama, Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Narkoba, Keamanan Nasional, dan Masa Depan Indonesia: Perspektif Ilmu Hukum.”
Ia menegaskan bahwa masalah narkoba memiliki kaitan langsung dengan stabilitas keamanan negara dan keberhasilan pembangunan nasional. “Urgensi penanganan narkoba akan menentukan berhasil atau tidaknya bangsa ini dalam menggapai Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemberantasan narkoba bukan hanya isu kesehatan, tetapi strategi nasional untuk menjaga ketahanan sosial, ekonomi, hingga kedaulatan bangsa.
Gelar Doktor Honoris Causa telah disematkan. Namun pesan yang tertinggal jauh lebih berat: selama narkoba masih bergerak, perang belum selesai. Dan penghargaan tertinggi bagi aparat bukanlah titel, melainkan keberhasilan menjaga generasi bangsa tetap berdiri di masa depan. (tb)
KPK Tegaskan Yaqut Jadi Tahanan Rumah Bukan karena Sakit, Ini Alasannya
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa pengalihan penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah tidak berkaitan dengan kondisi kesehatan. Juru...
157 Warga Binaan Lapas Purwodadi Dapat Remisi Lebaran, Tiga Langsung Bebas
NEWSREAL.ID, PURWODADI- Sebanyak 157 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi menerima Remisi Khusus Idul Fitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026). Pemberian remisi ini menjadi...
155 Ribu Warga Binaan Dapat Remisi Lebaran, 1.162 Orang Langsung Bebas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Sebanyak 155.908 warga binaan di seluruh Indonesia menerima remisi khusus Idul Fitri 1447 H/2026. Kebijakan ini ditegaskan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagai bentuk penghargaan...
KPK Alihkan Penahanan Yaqut Jadi Tahanan Rumah Sejak 19 Maret
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah sejak Kamis (19/3/2026) malam. Juru Bicara...
Empat Oknum TNI Ditahan, Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat personel TNI yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Komandan Puspom TNI,...
KPK Bongkar Peran “Gus Alex” di Skandal Kuota Haji
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap peran penting Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex dalam kasus dugaan korupsi pengaturan kuota dan penyelenggaraan haji di...
BNN Musnahkan 34 Kg Narkoba, 147 Ribu Jiwa Disebut Terselamatkan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Narkotika Nasional memusnahkan sebanyak 34,21 kilogram barang bukti narkotika hasil pengungkapan sembilan kasus, yang disebut telah menyelamatkan sekitar 147.340 jiwa. Pelaksana Tugas...
Polisi Periksa Tujuh Saksi dan Analisis 86 CCTV Usut Teror Air Keras ke Aktivis Kontras
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Polisi terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus. Hingga kini,...
Aktivis Disiram Air Keras, Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus penyiraman diduga air keras terhadap seorang aktivis HAM memicu perhatian serius pemerintah. Presiden Prabowo Subianto disebut langsung memerintahkan kepolisian untuk mengusut tuntas...
KPK Curiga ‘THR Pejabat’ Tak Cuma di Cilacap, Kepala Daerah Lain Diminta Hentikan Praktik Ini
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus dugaan “THR pejabat” di Cilacap membuka kotak pandora baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga praktik pemberian tunjangan hari raya dari kepala daerah...
Kunker Virtual, Jaksa Agung ST Burhanuddin Tekankan Penegakan Hukum Proaktif
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin menekankan pentingnya penegakan hukum yang proaktif, profesional, dan berintegritas kepada seluruh jajaran Kejaksaan Republik Indonesia menjelang Hari Raya...
Sembilan OTT KPK Sepanjang 2026, Tiga Kasus Terjadi Selama Ramadan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan sembilan operasi tangkap tangan (OTT) sejak awal tahun 2026. Penangkapan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menjadi OTT...

