Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Hukum Kriminal

Kepala BNN Raih Gelar Doktor, Tapi Peringatan Serius Soal Narkoba Justru Menggema

Tim Redaksi, Admin
Senin, 2 Februari 2026 15:10 WIB
Kepala BNN Raih Gelar Doktor, Tapi Peringatan Serius Soal Narkoba Justru Menggema
NEWSREAL.ID - GELAR DOKTOR HC: Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, menerima gelar Doktor Honoris Causa (Dr HC) dari Universitas Tarumanegara, Jakarta, Minggu, (1/2/2026). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pengamat sosial Dr Serian Wijatno memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Badan Nasional Narkotika (BNN) di tengah tantangan pemberantasan narkoba yang kian kompleks.

Apresiasi itu disampaikan usai Universitas Tarumanegara (Untar) menganugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa (Dr HC) kepada Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Minggu, (1/2/2026).

Menurut Serian, gelar kehormatan tersebut bukan sekadar simbol akademik, melainkan pengakuan atas dedikasi dan kepemimpinan Komjen Suyudi dalam memandang narkoba sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional dan masa depan bangsa, khususnya dari perspektif ilmu hukum.

“Ini bentuk apresiasi atas kepemimpinan yang tidak hanya tegas, tapi juga punya kerangka berpikir strategis,” ujar Serian di sela kegiatan di Jakarta, Minggu, (1/2/2026).

Serian yang pernah menjabat Ketua Yayasan Tarumanagara periode 2007-2012 menilai, komitmen BNN di bawah kepemimpinan Komjen Suyudi sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita, khususnya dalam agenda reformasi sistem hukum dan penguatan keamanan nasional.

Ia menyoroti capaian BNN sepanjang 2025 yang dinilai berhasil memadukan pendekatan penegakan hukum keras dengan strategi kemanusiaan yang terukur.

Tidak hanya mengejar pelaku, tetapi juga menekan kekuatan finansial jaringan narkoba melalui penerapan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Ini bukan sekadar menangkap, tapi memiskinkan bandar. Di situ letak progresivitas kepemimpinan Komjen Suyudi,” tegas Serian.

Data Kasus

Berdasarkan data akhir 2025, BNN tercatat mengungkap 746 kasus tindak pidana narkotika dengan 1.174 tersangka. Barang bukti yang disita pun dalam jumlah besar, lebih dari 4 ton sabu dan sekitar 2,1 ton ganja. Selain itu, BNN juga memusnahkan ladang ganja seluas 12,7 hektare atau setara 109,8 ton tanaman ganja basah.

“Angka-angka ini bukan statistik kering. Ini tentang jutaan generasi muda yang terselamatkan,” kata Serian. Meski demikian, ia mengingatkan tantangan besar masih membayangi. Salah satunya adalah ancaman integritas internal aparat, yang ia istilahkan sebagai fenomena “pagar makan tanaman”.

“Keuntungan bisnis narkoba terlalu besar. Kalau integritas goyah, sehebat apa pun sistemnya bisa runtuh,” ujarnya. Tantangan lain datang dari luar, mulai dari modernisasi modus peredaran narkoba, termasuk penyisipan zat adiktif jenis baru dalam cairan rokok elektrik (vape).

Karena itu, Serian menekankan pentingnya penguatan program Desa Bersinar sebagai benteng sosial di level paling bawah. Ia juga menilai strategi “War on Drugs for Humanity” yang diusung Komjen Suyudi harus terus diperkuat dengan sinergi lintas instansi dan pembaruan teknologi deteksi agar selalu selangkah lebih maju dari sindikat.

Dalam kesempatan yang sama, Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Narkoba, Keamanan Nasional, dan Masa Depan Indonesia: Perspektif Ilmu Hukum.”

Ia menegaskan bahwa masalah narkoba memiliki kaitan langsung dengan stabilitas keamanan negara dan keberhasilan pembangunan nasional. “Urgensi penanganan narkoba akan menentukan berhasil atau tidaknya bangsa ini dalam menggapai Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemberantasan narkoba bukan hanya isu kesehatan, tetapi strategi nasional untuk menjaga ketahanan sosial, ekonomi, hingga kedaulatan bangsa.

Gelar Doktor Honoris Causa telah disematkan. Namun pesan yang tertinggal jauh lebih berat: selama narkoba masih bergerak, perang belum selesai. Dan penghargaan tertinggi bagi aparat bukanlah titel, melainkan keberhasilan menjaga generasi bangsa tetap berdiri di masa depan. (tb)

Berita Terbaru

Divonis 14 Tahun Penjara, Ini Hukuman Buat Bos Sritex Iwan Lukminto

SEMARANG,NEWSREAL.id – Ketua Majelis Hakim Rommel Franciskus Tampubolon dalam sidang putusan kasus korupsi kredit PT Sritex di Pengadilan Tipikor Semarang, Kecamatan Semarang Barat menjatuhkan vonis...

Napi singgah kedai kopi, Dipindahkan ke Lapas Pengamanan Maksimum Nusakambangan

JAKARTA, NEWSREAL.id – Lapas dengan pengamanan maksimum di Nusakambangan menjadi lokasi pemindahan narapidana korupsi bernama Supriadi. Nama napi Nn yang viral di internet dan media...

BPA Fair 2026, Terobosan Perdana Lelang Libatkan Menkeu dan Bank Himbara

JAKARTA, NEWSREAL.id – Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejagung RI melakukan terobosan perdana dalam penjualan lelang yang transparan dan akuntabel. Dalam acara BPA Fair 2026 digelar...

Korupsi Fasilitas Kredit Tuntutan 16 Penjara Tahun bagi Dua Bos Sritex

JAKARTA,NEWSREAL.id – Duo bersaudara yang juga bos PT Sritex, Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto, dituntut hukuman 16 tahun penjara dalam kasus korupsi fasilitas...

Jaksa Agung Larang Kriminalisasi Kepala Desa, Ini Penyebabnya

JAKARTA, NEWSREAL.id – Kepala Desa di Indonesia agar tidak ditersangkakan. Mereka dipilih dari orang-orang yang tadinya tidak tahu apa yang dinamakan dengan administrasi pemerintahan. Para...

Penusukan Ketua DPD Golkar Maltra Bermotif Masalah Pribadi

JAKARTA, newsreal.id – Polisi akhirnya mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial HR (28) dan FU (36), dua orang yang diduga terlibat dalam penusukan terhadap Ketua...

Nus Kei Ditusuk Atlet MMA, Golkar Meminta Kader tidak Terprovokasi

MALUKU, newsreal.id – Sebuah peristiwa mengejutkan viral di media sosial beberapa saat lalu. Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia ditusuk orang dikenal di area...

Viral Napi Ngopi di Kedai, Kepala Rutan Kendari Langsung Dinonaktifkan

KENDARI, newsreal.id – Kepala Rutan Kelas II A Kendari Rikie Umbaran harus menjalani sanksi keras dengan dinonaktifkan buntut dari narapidana kasus korupsi Supriadi kedapatan ngopi....

Kasus Korupsi, Ada Aliran Dana Rp 1,5 miliar ke Hery Susanto Melalui PT TSHI

JAKARTA,newsreal.id – Ketua Ombudsman RI Hery Susanto yang baru saja dilantik Presiden RI Prabowo Subianto terjerat kasus korupsi. Ia diduga menerima uang suap senilai Rp1,5...

Polda Metro Jaya Terima Laporan korban kekerasan Seksual kampus Terkenal di Jaksel

JAKARTA,newsreal.id – Kepolisian sudah menerima laporan dugaan korban tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang terjadi di lingkungan universitas terkenal di kawasan Jakarta Selatan. Dalam laporan...

Pakai Modus Baru, WN Kazakhstan Selundupkan 2,5 Kg Kokain

DENPASAR,newsreal.id – Hasil kerja sama antara Ditresnarkoba Polda Bali dan Bea Cukai Ngurah Rai berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis kokain seberat lebih dari 2,5 kilogram...

Tersangka Korupsi Menghadap Sang Illahi, Perkara Dihentikan KPK

JAKARTA,newsreal.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mempersiapkan penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap tersangka korupsi meninggal dunia. Tersangka kasus dugaan korupsi yang menutup...