Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Timur Tengah Memanas, Milisi Irak, Yaman, dan Lebanon Siap Bantu Iran

Tim Redaksi, Newsreal.id
Rabu, 28 Januari 2026 19:26 WIB
Timur Tengah Memanas, Milisi Irak, Yaman, dan Lebanon Siap Bantu Iran
NEWSREAL.ID - Ilustrasi: Milisi pro Iran di Irak. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat menyusul kehadiran armada perang Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Sejumlah kelompok milisi sekutu Iran di Irak, Yaman, dan Lebanon menyatakan kesiapan menghadapi kemungkinan pecahnya konflik antara AS-Israel dan Iran.

Milisi Houthi Yaman, sebagaimana dilaporkan Yemen Monitor, pada Senin (26/1/2026) mengisyaratkan akan kembali melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Laut Merah. Kelompok tersebut merilis video serangan terhadap kapal tanker minyak afiliasi Inggris, Marlin Luanda, yang terjadi di Teluk Aden pada Januari 2024.

Dalam keterangan yang menyertai video itu, Houthi menuliskan pesan singkat namun bernada ancaman, “Apa yang akan datang akan lebih besar.” Video lain yang dirilis media militer Houthi pada Minggu juga menampilkan rekaman kapal terbakar dengan tulisan “Segera”.

Sementara itu, Hizbullah Lebanon turut menyampaikan sinyal kesiapan perang. Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, mengatakan pihaknya tidak akan bersikap netral jika Iran diserang.

Ia menyebut Amerika Serikat dan Israel tengah mempertimbangkan beberapa skenario, mulai dari menyerang Hizbullah lebih dulu, menyerang Iran terlebih dahulu, hingga melancarkan serangan terhadap keduanya secara bersamaan.

Membela Diri

“Karena kemungkinan-kemungkinan itu, Hizbullah bertekad membela diri,” ujar Qassem seperti dikutip Middle East Monitor. Menurutnya, respons Hizbullah akan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kepentingan yang ada.

Di Irak, kelompok Kataib Hizbullah juga menyatakan kesiapan serupa. Pada Minggu (25/1), kelompok tersebut menegaskan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan dianggap sebagai “perang total”. Mereka menyerukan para pendukungnya untuk bersiap menghadapi kemungkinan konflik terbuka.

Pernyataan-pernyataan ini muncul setelah kapal induk AS USS Abraham Lincoln tiba di kawasan Timur Tengah. Washington sebelumnya mengindikasikan tengah mempertimbangkan opsi militer terhadap Iran sebagai respons atas situasi internal Teheran, yang diguncang demonstrasi besar sejak akhir Desember akibat krisis ekonomi.

Presiden AS Donald Trump menyatakan pengerahan armada perang tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap eskalasi konflik. Bahkan, pada Selasa (27/1), AS kembali mengirim tambahan kekuatan militer ke kawasan.

Iran sendiri telah memperingatkan akan membalas setiap serangan yang diarahkan ke wilayahnya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa serangan terhadap Teheran berpotensi memicu instabilitas luas dan berdampak pada keamanan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan. (tb)

Berita Terbaru

AS Matangkan Opsi Serangan ke Iran, Pentagon-Gedung Putih Susun “Rencana Besar”

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Pentagon bersama Gedung Putih dilaporkan telah menyiapkan sejumlah skenario, termasuk opsi serangan militer skala besar, jika...

Tiongkok Santai Tanggapi Trump soal Kedekatan Inggris-Beijing

NEWSREAL.ID, BEIJING– Pemerintah Tiongkok menanggapi dingin kritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap hubungan Beijing dan London. Alih-alih terpancing, Tiongkok menegaskan tetap membuka pintu kerja...

Trump Buka Peluang Dialog dengan Iran, Opsi Militer Tetap Disiapkan

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan berencana melanjutkan pembicaraan dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Pernyataan tersebut disampaikan Trump...

MbS Tegaskan Wilayah Udara Arab Saudi Tak Boleh Digunakan untuk Serangan ke Iran

NEWSREAL.ID, RIYADH- Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS) menegaskan negaranya tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorial Arab Saudi digunakan...

Parlemen Eropa Tahan Laju Kesepakatan Dagang UE-AS

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Hubungan dagang lintas Atlantik kembali diuji. Di tengah dinamika politik dan ketegangan diplomatik, Parlemen Eropa memilih bersikap hati-hati dengan menahan sementara langkah lanjutan...

Seskab Ungkap Pembicaraan Prabowo-Macron

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian lawatan diplomatiknya ke Eropa. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara...

Militer Iran Tegaskan Soliditas Hadapi Ancaman AS

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah, jajaran militer Iran menyuarakan sikap tegas. Para komandan senior menekankan pentingnya persatuan angkatan bersenjata sebagai benteng...

Jejak Intelektual Indonesia Menggema di Pameran Buku Kairo

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Indonesia kembali menancapkan pengaruhnya dalam peta pemikiran Islam dunia. Setelah puluhan tahun absen, kehadiran Indonesia di panggung literasi internasional Cairo International Book Fair...

Iran Buka Suara soal Indonesia Gabung Board of Peace Trump

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Iran merespons langkah Indonesia yang resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace), forum internasional gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Teheran...

Trump Sindir Eropa di Davos: Tanpa AS, Kalian Sudah Bicara Bahasa Jerman

NEWSREAL.ID, DAVOS- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Kali ini, Eropa jadi sasaran sindirannya setelah sejumlah negara menentang ambisinya untuk menguasai Greenland....

3.117 Orang Tewas dalam Demo Berdarah di Iran

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Setelah lama sunyi dan penuh spekulasi, Iran akhirnya buka suara. Data resmi korban tewas demo berdarah yang mengguncang negeri itu dirilis dan angkanya...

Ogah Ikut Forum Gaza Bentukan AS, Prancis Pilih Pegang Teguh Piagam PBB

NEWSREAL.ID, PARIS- Prancis dilaporkan menolak undangan Amerika Serikat untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Jalur Gaza, sebuah forum yang diusulkan Washington untuk mengatur masa depan wilayah...