Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

3.117 Orang Tewas dalam Demo Berdarah di Iran

Tim Redaksi, Newsreal.id
Kamis, 22 Januari 2026 17:55 WIB
3.117 Orang Tewas dalam Demo Berdarah di Iran
NEWSREAL.ID - PRO PEMERINTAH: Demonstrasi pro-pemerintah Iran digelar di berbagai kota Iran setelah selama hampir satu pekan terakhir gelombang unjuk rasa antipemerintah mengguncang seantero Iran, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Setelah lama sunyi dan penuh spekulasi, Iran akhirnya buka suara. Data resmi korban tewas demo berdarah yang mengguncang negeri itu dirilis dan angkanya bikin dahi berkerut: ribuan nyawa melayang.

Pemerintah Iran untuk pertama kalinya mengumumkan jumlah resmi korban tewas selama rangkaian demonstrasi berdarah yang berlangsung sejak 28 Desember 2025. Dalam laporan yang disiarkan televisi pemerintah pada Rabu (21/1/2026), total korban tewas disebut mencapai 3.117 orang.

Data tersebut dirilis Yayasan Veteran dan Martir Iran. Dari jumlah itu, sebanyak 2.427 orang disebut sebagai anggota pasukan keamanan yang oleh Teheran diklaim sebagai “martir” dan korban “tak bersalah”.

Sementara itu, 690 korban lainnya dilabeli pemerintah Iran sebagai “teroris, perusuh, dan pihak yang menyerang fasilitas militer”. “Sementara 690 orang lainnya adalah teroris dan perusuh,” ujar Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Akbar Pourjamshidian, seperti dikutip AFP.

Menurut Pourjamshidian, tingginya jumlah korban dari pihak keamanan justru menunjukkan sikap “pengendalian diri dan toleransi” aparat dalam menghadapi gelombang protes. Tak hanya itu, Yayasan Veteran dan Martir juga menuding adanya campur tangan pihak asing. Amerika Serikat disebut mendukung dan mempersenjatai pelaku kekerasan dalam demonstrasi.

Namun, klaim resmi pemerintah Iran langsung dipertanyakan kelompok HAM internasional. Direktur Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia, Mahmood Amiry-Moghaddam, menyebut jumlah korban tewas sebenarnya diduga jauh lebih besar.

“Semua bukti menunjukkan angka korban jauh melampaui klaim resmi pemerintah,” ujar Moghaddam kepada AFP. Ia menilai Republik Islam Iran memiliki pola lama dalam meremehkan jumlah korban kekerasan negara. Bahkan, jika pola pelaporan eksekusi diterapkan, jumlah korban tewas bisa menembus angka 25.000 orang.

Amnesty Internasional

Menurut Moghaddam, bukti-bukti yang dikumpulkan menunjukkan aparat negara bertanggung jawab atas penembakan demonstran menggunakan peluru tajam. Kelompok HAM lain, termasuk Amnesty International, juga menuding aparat keamanan secara sengaja menembak demonstran dari atap gedung, bahkan membidik mata para pengunjuk rasa.

Hingga kini belum ada data pembanding dari media resmi Iran. Akses internet yang masih diblokir membuat pemantauan korban semakin sulit. Pemantau internet Netblocks mencatat, pemadaman jaringan di Iran telah berlangsung lebih dari 300 jam, menjadi salah satu blackout terpanjang dalam sejarah protes di negara tersebut.

Demo yang awalnya dipicu krisis ekonomi ini kemudian berkembang menjadi gerakan politik besar. Massa turun ke jalan menuntut lengsernya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Gerakan ini juga mendapat dukungan terbuka dari Putra Mahkota eks Shah Iran, Reza Pahlavi, yang kini hidup di pengasingan. Sekutu Amerika Serikat dan Israel itu menyerukan demonstran untuk terus bergerak, merebut kota-kota besar, dan menggulingkan rezim ulama.

Pahlavi bahkan berjanji akan kembali ke Iran untuk mendukung langsung gerakan tersebut. Sementara itu, Khamenei dan jajaran pemerintah Iran tetap bersikukuh bahwa demonstrasi ini ditunggangi Amerika Serikat dan pihak asing. (tb)

Berita Terbaru

AS Matangkan Opsi Serangan ke Iran, Pentagon-Gedung Putih Susun “Rencana Besar”

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Pentagon bersama Gedung Putih dilaporkan telah menyiapkan sejumlah skenario, termasuk opsi serangan militer skala besar, jika...

Tiongkok Santai Tanggapi Trump soal Kedekatan Inggris-Beijing

NEWSREAL.ID, BEIJING– Pemerintah Tiongkok menanggapi dingin kritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap hubungan Beijing dan London. Alih-alih terpancing, Tiongkok menegaskan tetap membuka pintu kerja...

Trump Buka Peluang Dialog dengan Iran, Opsi Militer Tetap Disiapkan

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan berencana melanjutkan pembicaraan dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Pernyataan tersebut disampaikan Trump...

Timur Tengah Memanas, Milisi Irak, Yaman, dan Lebanon Siap Bantu Iran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat menyusul kehadiran armada perang Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Sejumlah kelompok milisi sekutu Iran di Irak,...

MbS Tegaskan Wilayah Udara Arab Saudi Tak Boleh Digunakan untuk Serangan ke Iran

NEWSREAL.ID, RIYADH- Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS) menegaskan negaranya tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorial Arab Saudi digunakan...

Parlemen Eropa Tahan Laju Kesepakatan Dagang UE-AS

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Hubungan dagang lintas Atlantik kembali diuji. Di tengah dinamika politik dan ketegangan diplomatik, Parlemen Eropa memilih bersikap hati-hati dengan menahan sementara langkah lanjutan...

Seskab Ungkap Pembicaraan Prabowo-Macron

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian lawatan diplomatiknya ke Eropa. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara...

Militer Iran Tegaskan Soliditas Hadapi Ancaman AS

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah, jajaran militer Iran menyuarakan sikap tegas. Para komandan senior menekankan pentingnya persatuan angkatan bersenjata sebagai benteng...

Jejak Intelektual Indonesia Menggema di Pameran Buku Kairo

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Indonesia kembali menancapkan pengaruhnya dalam peta pemikiran Islam dunia. Setelah puluhan tahun absen, kehadiran Indonesia di panggung literasi internasional Cairo International Book Fair...

Iran Buka Suara soal Indonesia Gabung Board of Peace Trump

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Iran merespons langkah Indonesia yang resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace), forum internasional gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Teheran...

Trump Sindir Eropa di Davos: Tanpa AS, Kalian Sudah Bicara Bahasa Jerman

NEWSREAL.ID, DAVOS- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Kali ini, Eropa jadi sasaran sindirannya setelah sejumlah negara menentang ambisinya untuk menguasai Greenland....

Ogah Ikut Forum Gaza Bentukan AS, Prancis Pilih Pegang Teguh Piagam PBB

NEWSREAL.ID, PARIS- Prancis dilaporkan menolak undangan Amerika Serikat untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Jalur Gaza, sebuah forum yang diusulkan Washington untuk mengatur masa depan wilayah...