Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Perundingan Iran-AS Belum Maksimal, Selat Hormuz Jadi Fokus

Tim Redaksi, newsreal.id
Minggu, 12 April 2026 12:44 WIB
Perundingan Iran-AS Belum Maksimal, Selat Hormuz Jadi Fokus
NEWSREAL.ID - Wakil Presiden Amerika Serikat J. D. Vance (tengah depan) tiba di Pangkalan Udara Nur Khan di Rawalpindi, Pakistan, Sabtu (11/4/2026). (ANTARA/Xinhua/aa)

MOSKOW, newsreal.idIran dan Amerika Serikat (AS) gagal mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu, karena berbeda pandangan. Diantaranya adalah isu Selat Hormuz serta tuntutan berlebihan dari pihak AS telah menghambat jalannya perundingan.

Hal itu dikatakan, seorang pejabat Iran yang menyatakan bahwa status Selat Hormuz tidak akan berubah kecuali Iran dan AS mencapai “kerangka bersama” untuk melanjutkan negosiasi.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan perbedaan tersebut menjadi alasan utama kegagalan perundingan.

“Kami mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu, namun pandangan kami berbeda pada dua atau tiga isu penting, dan pada akhirnya pembicaraan tidak menghasilkan kesepakatan,” kata Baghaei seperti dikutip kantor berita Mehr,

Pada Minggu (12/4) pagi, pemimpin delegasi perundingan AS, Wakil Presiden J.D. Vance, menyatakan bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan setelah melalui perundingan panjang, dan delegasi AS akan kembali ke negaranya tanpa membawa hasil kesepakatan.

Iran dan AS menggelar pembicaraan di Islamabad pada Sabtu (11/4), setelah Presiden AS Donald Trump pada Rabu (8/4) malam mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Teheran.

Presiden AS Donald Trump telah mendesak Iran untuk menjamin kelancaran pelayaran kapal melalui selat tersebut, menyusul kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang dicapai pekan lalu.

Namun, gencatan senjata tersebut dinilai rapuh, dengan Israel masih melanjutkan serangan terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon yang didukung Iran, yang menurut AS tidak termasuk dalam cakupan kesepakatan tersebut.

Di tengah perundingan yang dimediasi Pakistan, Selat Hormuz tetap menjadi agenda utama. Militer AS menyatakan dua kapal perusak Angkatan Lautnya telah melintasi jalur tersebut sebagai persiapan operasi pembersihan ranjau, klaim yang dibantah oleh Iran.

Ranjau yang dilaporkan dipasang oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran menimbulkan kekhawatiran bahwa diperlukan waktu untuk menjamin jalur aman bagi kapal tanker dan kapal lainnya, bahkan jika blokade Iran berakhir. (Bun)

Berita Terbaru

Militer AS Klaim Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

NEW YORK, newsreal.id – Central Command atau Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat (AS) dikabarkan melakukan pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Dikabarkan oleh Xinhua, CENTCOM melalui...

Diprediksikan Malam ini, Perundingan AS-Iran Berlangsung di Pakistan

TEHERAN,newsreal.id – Perundingan yang direncanakan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad diprediksi dimulai pada Sabtu (11/4) malam dan berlangsung selama satu hari, menurut Kantor...

Ini Kondisi Terkini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

NEWSREAL, Teheran – Teka-teki kondisi terkini pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mulai terkuak. Putra mendiang Ali Khamenei ini dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan...

Iran Tegas Tolak Usulan Gencatan Senjata dengan AS-Israel

NEWSREAL, Teheran – Pemerintah Iran menolak usulan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel. Hal ini seperti yang diwartakan media pemerintah Iran pada hari Senin...

Desakan BoP ke Hamas Soal Rencana Demiliterisasi Gaza

NEWSREAL, Washington – Hamas didesak agar segera menyelesaikan rancangan kesepakatan demiliterisasi Jalur Gaza paling lambat akhir pekan ini. Desakan ini disampaikan langsung oleh perwakilan Dewan...

Tentara Israel Hancurkan Kamera UNIFIL di Lebanon

NEWSREAL,ID, BEIRUT- Tentara Israel dilaporkan menghancurkan seluruh kamera pengawas yang mengarah ke markas Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di Naqoura, Lebanon selatan. Tindakan tersebut...

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Pangan Global 2,4 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Food and Agriculture Organization (FAO) melaporkan harga pangan global mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen pada Maret 2026. Lonjakan ini dipicu meningkatnya biaya energi akibat...

Iran Tolak Gencatan Senjata 48 Jam Usulan AS, Konflik Kian Memanas

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran dilaporkan menolak usulan Amerika Serikat (AS) untuk melakukan gencatan senjata selama 48 jam di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur...

Macron Ajak Negara Dunia Kurangi Ketergantungan pada AS

NEWSREAL.ID, SEOUL- Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan sejumlah negara untuk bersatu dan membangun kemandirian global tanpa bergantung pada Amerika Serikat. Seruan tersebut disampaikan saat ia...

Lagi, Tiga Prajurit TNI Terluka Kena Ledakan di Lebanon

NEWSREAL.ID, BEIRUT- Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian Indonesia di Lebanon. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dilaporkan...

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serang Iran

NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Pemerintah Austria menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi militer terhadap Iran. Penolakan ini didasarkan pada prinsip netralitas militer yang...

Pemerintah: Pemulangan Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Berjalan Lancar

NEWSREAL.ID, BEIRUT- Pemerintah Indonesia memastikan proses pemulangan tiga penjaga perdamaian asal Indonesia yang gugur dalam misi di Lebanon dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Berdasarkan...

Leave a comment