
NEWSREAL.ID, MOSKOW- Babak baru hubungan strategis Rusia dan Amerika Serikat resmi dimulai. Mulai 4 Februari 2026, Moskow menyatakan tak lagi terikat oleh kewajiban apa pun dalam perjanjian pengendalian senjata nuklir New START, satu-satunya kesepakatan nuklir yang masih tersisa antara dua negara adidaya itu.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut, berakhirnya masa berlaku New START membuat para pihak tidak lagi terikat oleh kewajiban dan deklarasi simetris yang selama ini menjadi dasar pembatasan senjata serangan strategis.
Dalam pernyataan resminya pada Rabu (4/2/2026), Kemlu Rusia mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah berupaya memperpanjang perjanjian tersebut. Inisiatif terakhir disampaikan pada 22 September lalu.
Saat itu, Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka mengusulkan agar pembatasan senjata dalam New START tetap diberlakukan setidaknya selama satu tahun setelah masa perjanjian berakhir. Namun, hingga kini Rusia mengaku belum menerima respons resmi dari Amerika Serikat melalui jalur bilateral.
“Dalam situasi saat ini, kami berasumsi bahwa para pihak dalam New START tidak lagi terikat oleh kewajiban atau deklarasi simetris apa pun dalam kerangka perjanjian tersebut, termasuk ketentuan intinya,” kata Kemlu Rusia.
Bebas Menentukan
Dengan berakhirnya kesepakatan itu, Rusia menegaskan bahwa masing-masing pihak kini bebas menentukan langkah selanjutnya di bidang senjata serangan strategis. Meski demikian, Moskow menyatakan akan tetap bersikap “bertanggung jawab dan seimbang” dalam merumuskan kebijakan militernya.
Kebijakan tersebut, menurut Kemlu Rusia, akan disusun berdasarkan analisis menyeluruh terhadap kebijakan militer Amerika Serikat dan situasi strategis global. Rusia juga menegaskan kesiapan untuk mengambil langkah militer-teknis yang tegas guna menghadapi potensi ancaman tambahan terhadap keamanan nasionalnya. Namun, pada saat yang sama, pemerintah Rusia menyatakan tetap terbuka terhadap upaya politik dan diplomatik.
“Negara kami terbuka untuk mencari solusi dialog yang setara dan saling menguntungkan guna menstabilkan situasi strategis secara menyeluruh, apabila kondisi yang sesuai untuk kerja sama tersebut tercipta,” ujar Kemlu Rusia.
Sebagai informasi, New START merupakan satu-satunya perjanjian yang masih mengikat secara hukum dalam membatasi kekuatan nuklir strategis Amerika Serikat dan Rusia. Berakhirnya perjanjian ini memicu kekhawatiran global akan dimulainya kembali persaingan nuklir tanpa kerangka regulasi yang jelas. (tb)
Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza
GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...
Lancar, Tiga Kloter Perdana Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
MADINAH, NEWSREAL.id — Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026 dengan tertib dan lancar. Mereka...
Israel Dituding Terapkan Lebanon Selatan Seperti Gaza
OVIEDO, NEWSREAL.id – Kebijakan Israel dalam menerapkan strategi di Lebanon Selatan dikritik habis oleh Pemerintahan Spanyol. Jika hal itu terus dilakukan Israel tidak bisa mempertahankan...
Kloter Pertama Jamaah Haji Mendarat di Madinah 22 April
*Manfaatkan Fast Track MADINAH,newsreal.id — Persiapan penyambutan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci memasuki tahap akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh...
AS Cegat Kapal Iran Terobos Blokade di Teluk Oman
WASHINGTON, newsreal.id – Kapal dagang berbendera Iran bernama Touska dicegat oleh militer Amerika Serikat karena berusaha menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman, Minggu...
Nasib Dua kapal Pertamina Terkini, Kabar Terakhir Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz
JAKARTA,newsreal.id – Dua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PT Pertamina...
Jalur Pelayaran Strategis Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Mentah Turun Tajam
JAKARTA,newsreal.id – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz kembali dibuka untuk aktivitas komersial. Hal itu dikatakan Abbas Araghchi...
Blokade AS Aktif, Kapal Tanker Iran Diinformasikan Melenggang Teluk via Selat Hormuz
TEHERAN,newsreal.id – Meski dibawah sanksi ketat Amerika Serikat (AS) berupa blokade laut, tersiar informasi kapal-kapal tanker Iran bebas melenggang memasuki perairan Teluk melalui Selat Hormuz....
Ini Kabar Teranyar Nasib Dua Kapal Tanker RI Tertahan di Selat Hormuz
JAKARTA, newsreal.id– Upaya negosiasi tanpa pantang menyerah dan berani yang dilakukan diplomat-diplomat Indonesia untuk pembebasan dua kapal tanker untuk melintasi Selat Hormuz menunjukkan sinyal positip....
Ancam AS, Iran Targetkan Kapal Induk dan Perang
TEHERAN, newsreal.id – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menargetkan sejumlah kapal perang termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln yang berada di sekitar Selat Hormuz....
Seskab Teddy: Presiden Putin Apresiasi Ucapan Paskah Presiden Prabowo
*Simbol Toleransi dan Persahabatan Antarbangsa ADA momen hangat dan menarik saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan 5 jam dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir...
Prabowo-Putin Sepakat Geber Kerjasama Ekonomi dan Energi
JAKARTA,newsreal.id – Presiden RI Prabowo Subianto langsung melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pembantunya setibanya di Moscow. Dalam pertemuan itu Prabowo menyampaikan apresiasi...

