
NEWSREAL.ID, NEW YORK- Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menghadapi perpecahan serius setelah Amerika Serikat menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro. Pertemuan mendadak DK PBB pada Senin, (5/1/2026) menyoroti ketegangan internasional seputar langkah Washington yang memicu pro dan kontra di kalangan anggota dewan.
Sejumlah negara menilai tindakan AS sebagai upaya menegakkan akuntabilitas terhadap dugaan kejahatan berat, termasuk perdagangan narkotika dan kejahatan terorganisir transnasional. Namun, negara lain mengecam langkah itu sebagai tindakan sepihak yang melanggar kedaulatan Venezuela dan prinsip hukum internasional.
Baca juga: Tetapkan Status Darurat, Maduro Kerahkan Pertahanan Militer dan Rakyat
Melansir situs PBB, Duta Besar AS untuk DK PBB, Michael Waltz menegaskan, bahwa operasi tersebut bukan agresi militer, melainkan penegakan hukum terarah untuk menangkap buronan yang telah lama didakwa. Menurut Waltz, Maduro kehilangan legitimasi sebagai kepala negara pascapemilu kontroversial Venezuela pada 2024, sehingga operasi itu diperlukan untuk menjaga keamanan AS dan kawasan.
“Tidak ada perang melawan Venezuela atau rakyatnya. Kami tidak menduduki suatu negara. Ini adalah operasi penegakan hukum sebagai tindak lanjut dari dakwaan sah yang telah ada selama beberapa dekade,” ujar Waltz.
Kecam Keras
Di sisi lain, Venezuela mengecam keras tindakan AS. Duta Besar Venezuela Samuel Moncada menyebut serangan itu sebagai agresi bersenjata ilegal, menewaskan warga sipil dan militer, serta menyebut Presiden Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores telah “diculik”.
“Kita tidak bisa mengabaikan elemen sentral dari agresi AS ini. Venezuela adalah korban karena sumber daya alamnya,” kata Moncada.
Moncada mendesak DK PBB menuntut pembebasan segera Maduro dan istrinya, mengutuk penggunaan kekerasan, serta menegaskan prinsip larangan memperoleh wilayah atau sumber daya melalui kekuatan.
Selain itu, sejumlah anggota dewan menyuarakan kekhawatiran atas penggunaan kekuatan sepihak AS. Kolombia, Brasil, Meksiko, Chili, dan Panama menegaskan komitmen kawasan Amerika Latin sebagai zona perdamaian dan memperingatkan risiko destabilisasi regional.
Kolombia menolak segala bentuk penggunaan kekuatan sepihak sementara Brasil menilai pengeboman dan penangkapan kepala negara melampaui batas dan Meksiko menyebut perubahan rezim dari luar melanggar hukum internasional.
Baca juga: Korut Peringatkan AS Tak Ikut Campur, Kecam Keras Agresi Israel ke Iran
Di sisi lain, Argentina dan Paraguay menyatakan dukungan terhadap AS, dengan alasan operasi itu membuka jalan bagi pemulihan demokrasi, supremasi hukum, dan hak asasi manusia di Venezuela.
Sementara itu, Rusia dan Tiongkok menilai aksi AS sebagai agresi bersenjata dan memperingatkan bahaya normalisasi penggunaan kekuatan sepihak. Sikap serupa disampaikan Afrika Selatan, Pakistan, Iran, dan Uganda, yang menekankan bahwa penerapan hukum internasional secara selektif dapat merusak sistem keamanan kolektif global.
Dengan perbedaan sikap yang begitu tajam, DK PBB saat ini menghadapi dilema besar: menegakkan hukum internasional atau menghadapi risiko konflik geopolitik yang lebih luas. (tb)
Senyum Protokoler dan Pengawal Prancis Saat Foto Bersama Presiden Prabowo
PRANCIS,NEWSREAL.id – Ada momen hangat yang mewarnai akhir kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Paris, Republik Prancis. Bukan di ruang pertemuan ataupun forum resmi,...
Israel-Rusia Dituding Negara Pelaku Kekerasan Seksual, Masuk Daftar Hitam
NEW YORK, NEWSREAL.id – Sebuah informasi mencengangkan dunia internasional ! Berikut ini adalah salah satu kengerian negeri yang saat ini menjadi perbincangan publik yakni, Israel...
Presiden Prabowo dan Presiden Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga IEU-CEPA
PARIS.NEWSREAL.id –Presiden Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026. Pertemuan berlangsung konstruktif...
Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Naik Lagi
JAKARTA,NEWSREAL.id– Amerika Serikat (AS) dan Iran tak juga akur. Di Selat Hormuz keduanya mengklaim saling serang. Hal ini tentu saja membaut perairan hangat kembali terjadi....
Diaspora Indonesia di Paris Rasakan Kehangatan Idul Adha Bersama Presiden Prabowo
PARIS,NEWSREAL.id – Suasana Iduladha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, pada Rabu, 27 Mei 2026, terasa berbeda bagi warga negara Indonesia dan diaspora yang...
Dipenuhi Perasaan Haru, Diaspora Sambut Kepala Negara di Paris
PARIS,NEWSREAL.id – Ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah menanti kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Paris dengan penuh antusias. Mereka berkerumunan di hotel tempat Kepala Negara...
Israel Didesakan Bebaskan Reporter Indonesia, Ri Kecam Penyerbuan Global Sumud Flotilla
JAKARTA,NEWSREAL.id– Aksi milter yang dilakukan Israel dengan mencegat dan menangkap aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla menuai kecaman. Kementerian Luar Negeri...
Israel Tangkap 100 Wartawan, Satu Orang Jurnalis Indonesia
SIPRUS,NEWSREAL.id – Militer Israel melakukan tindakan represif menyatakan kapal-kapal Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada koalisi Global Sumud. Sebanyak 100 aktivis ditangkap, dan seorang di...
Khawatir Disadap, AS Buang Barang dari China Sebelum Naik Air Force One
JAKARTA,NEWSREAL.id – Khawatir sebagai alat mata-mata sejumlah barang dari China sengaja dibuang ke tong sampah sebelum menaiki Air Force One. Ulah ini dilakukan Presiden AS...
19 WNI Diamankan Otoritas Saudi Terkait Pelanggaran Hukum Haji
MAKKAH,NEWSREAL.id – Sebnayak 19 Warga Negara Indonesia (WNI) saat ini tengah diamankan oleh aparat keamanan Arab Saudi. Belasan WNI tersebut ditangkap atas dugaan berbagai pelanggaran...
Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza
GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...
Lancar, Tiga Kloter Perdana Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
MADINAH, NEWSREAL.id — Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026 dengan tertib dan lancar. Mereka...