Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Trump Sindir Eropa di Davos: Tanpa AS, Kalian Sudah Bicara Bahasa Jerman

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 23 Januari 2026 19:57 WIB
Trump Sindir Eropa di Davos: Tanpa AS, Kalian Sudah Bicara Bahasa Jerman
NEWSREAL.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, DAVOS- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Kali ini, Eropa jadi sasaran sindirannya setelah sejumlah negara menentang ambisinya untuk menguasai Greenland.

Dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Rabu (21/1), Trump menyebut negara-negara Eropa tak akan seperti sekarang jika Amerika Serikat tidak ikut campur dalam sejarah Perang Dunia II.

“Tanpa kami, saat ini kalian semua mungkin hanya berbicara dalam bahasa Jerman dan sedikit bahasa Jepang,” kata Trump.

Trump mengaitkan ucapannya dengan peristiwa Perang Dunia II, ketika Jerman Nazi menginvasi banyak negara Eropa. Menurut Trump, tanpa keterlibatan Amerika Serikat yang memimpin pasukan Sekutu, Eropa bisa saja tetap berada di bawah kekuasaan Jerman.

Argumen historis itu kemudian digunakan Trump untuk membenarkan keinginannya mengakuisisi Greenland. Ia menilai Denmark, sebagai negara yang bertanggung jawab atas Greenland, memiliki kemampuan pertahanan yang lemah.

Trump bahkan menyinggung jatuhnya Kopenhagen ke tangan Jerman pada masa Perang Dunia II yang, menurutnya, hanya berlangsung sekitar enam jam. “Dalam waktu enam jam pertempuran, Kopenhagen jatuh ke tangan Jerman. Mereka sama sekali tidak mampu mempertahankan diri, termasuk Greenland,” ujarnya.

Biaya Besar

Trump mengklaim Amerika Serikat selama ini “terpaksa” mengeluarkan biaya besar untuk mempertahankan Greenland, termasuk dengan membangun pangkalan militer demi melindungi wilayah tersebut atas nama Denmark.

“Kami benar-benar mendirikan pangkalan di Greenland untuk Denmark. Kami berjuang untuk Denmark,” ucap Trump. Dalam beberapa waktu terakhir, Trump semakin vokal menyuarakan keinginannya untuk mencaplok Greenland. Ia berdalih wilayah yang kaya sumber daya mineral itu memiliki nilai strategis tinggi bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

Trump juga menuding Rusia dan China telah meningkatkan aktivitas mereka di Greenland. Menurutnya, jika AS tidak segera mengambil alih, wilayah tersebut bisa jatuh ke tangan dua rival geopolitik Washington itu. Namun, ambisi Trump menuai penolakan dari Denmark dan sejumlah negara Eropa. Greenland sendiri merupakan wilayah otonomi Kerajaan Denmark yang memiliki pemerintahan sendiri.

Pulau terbesar di dunia itu berjarak sekitar 3.532 kilometer dari Denmark dan secara geografis berada di kawasan Amerika Utara, meski secara politik masih berada di bawah naungan Kerajaan Denmark. (tb)

Berita Terbaru

Iran Balas Ancam AS: Infrastruktur Energi dan Air Negara Teluk Jadi Target

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melontarkan ancaman serius terhadap negara-negara Teluk yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat dan Israel....

Menlu Iran Ucapkan Selamat Idulfitri, Apresiasi Solidaritas Indonesia untuk Iran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada umat Muslim di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia....

IRCS Klaim 80 Ribu Lokasi Sipil Diserang AS-Israel, Korban Jiwa Terus Bertambah

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Presiden Iranian Red Crescent Society (IRCS), Pirhossein Kolivand, mengungkapkan bahwa lebih dari 80.000 lokasi sipil di Iran telah menjadi sasaran serangan sejak pecahnya...

Pesan Nowruz, Pemimpin Iran Klaim Musuh Mulai Dikalahkan

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan pihak-pihak yang memusuhi negaranya mulai mengalami kekalahan di tengah konflik yang memanas di kawasan. Pernyataan itu disampaikan dalam...

Rusia Akui Beri Informasi Intelijen ke Iran

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Rusia mengakui telah memberikan informasi intelijen kepada Iran di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat. Pengakuan ini mencuat dalam pertemuan pejabat tinggi kedua...

Israel Tutup Al-Aqsa Saat Idulfitri, Umat Muslim Dilarang Shalat Ied

NEWSREAL.ID, YERUSALEM– Otoritas Israel dilaporkan melarang umat Islam menunaikan salat Id di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, dengan alasan keamanan di tengah konflik regional. Sejumlah sumber...

Iran Minta Negara Kawasan Tutup Akses untuk Serangan AS-Israel

NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Iran mendesak negara-negara di kawasan untuk tidak memberikan akses wilayah maupun fasilitas militer bagi Amerika Serikat dan Israel dalam melancarkan serangan. Juru bicara...

Rudal Iran Hujani Israel, Kilang Minyak Haifa Terdampak

NEWSREAL.ID, HAIFA– Serangan rudal bertubi-tubi dari Iran ke Israel terus berlanjut. Salah satu dampaknya, kilang minyak Bazan di Haifa dilaporkan mengalami kerusakan akibat pecahan proyektil...

AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah, Iran Santai: “Belajar dari Kekalahan di Vietnam”

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan memanas setelah Amerika Serikat mengerahkan ribuan personel militernya ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini memicu spekulasi soal potensi operasi lanjutan, termasuk upaya...

Bos Kontraterorisme AS Mundur, Sebut Serangan ke Iran Dipicu Informasi Menyesatkan

NEWSREAL.ID, WASHINGTON– Pejabat tinggi kontraterorisme Amerika Serikat, Joe Kent, resmi mengundurkan diri di tengah memanasnya konflik dengan Iran. Dalam surat pengunduran dirinya, ia mengklaim serangan...

Iran Gempur Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Drone Hantam Hanggar Pesawat

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran kembali melancarkan serangan besar dalam gelombang ke-57 Operasi “Janji Sejati 4” dengan menyasar target strategis milik Amerika Serikat...

Iran Ancam Serang Perusahaan AS di Timur Tengah, Konflik Makin Memanas

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran mengancam akan menyerang perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Timur Tengah. Melalui pernyataan resmi di Sepah...