NEWSREAL.ID, DAVOS- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Kali ini, Eropa jadi sasaran sindirannya setelah sejumlah negara menentang ambisinya untuk menguasai Greenland.
Dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Rabu (21/1), Trump menyebut negara-negara Eropa tak akan seperti sekarang jika Amerika Serikat tidak ikut campur dalam sejarah Perang Dunia II.
“Tanpa kami, saat ini kalian semua mungkin hanya berbicara dalam bahasa Jerman dan sedikit bahasa Jepang,” kata Trump.
Trump mengaitkan ucapannya dengan peristiwa Perang Dunia II, ketika Jerman Nazi menginvasi banyak negara Eropa. Menurut Trump, tanpa keterlibatan Amerika Serikat yang memimpin pasukan Sekutu, Eropa bisa saja tetap berada di bawah kekuasaan Jerman.
Argumen historis itu kemudian digunakan Trump untuk membenarkan keinginannya mengakuisisi Greenland. Ia menilai Denmark, sebagai negara yang bertanggung jawab atas Greenland, memiliki kemampuan pertahanan yang lemah.
Trump bahkan menyinggung jatuhnya Kopenhagen ke tangan Jerman pada masa Perang Dunia II yang, menurutnya, hanya berlangsung sekitar enam jam. “Dalam waktu enam jam pertempuran, Kopenhagen jatuh ke tangan Jerman. Mereka sama sekali tidak mampu mempertahankan diri, termasuk Greenland,” ujarnya.
Biaya Besar
Trump mengklaim Amerika Serikat selama ini “terpaksa” mengeluarkan biaya besar untuk mempertahankan Greenland, termasuk dengan membangun pangkalan militer demi melindungi wilayah tersebut atas nama Denmark.
“Kami benar-benar mendirikan pangkalan di Greenland untuk Denmark. Kami berjuang untuk Denmark,” ucap Trump. Dalam beberapa waktu terakhir, Trump semakin vokal menyuarakan keinginannya untuk mencaplok Greenland. Ia berdalih wilayah yang kaya sumber daya mineral itu memiliki nilai strategis tinggi bagi keamanan nasional Amerika Serikat.
Trump juga menuding Rusia dan China telah meningkatkan aktivitas mereka di Greenland. Menurutnya, jika AS tidak segera mengambil alih, wilayah tersebut bisa jatuh ke tangan dua rival geopolitik Washington itu. Namun, ambisi Trump menuai penolakan dari Denmark dan sejumlah negara Eropa. Greenland sendiri merupakan wilayah otonomi Kerajaan Denmark yang memiliki pemerintahan sendiri.
Pulau terbesar di dunia itu berjarak sekitar 3.532 kilometer dari Denmark dan secara geografis berada di kawasan Amerika Utara, meski secara politik masih berada di bawah naungan Kerajaan Denmark. (tb)
Senyum Protokoler dan Pengawal Prancis Saat Foto Bersama Presiden Prabowo
PRANCIS,NEWSREAL.id – Ada momen hangat yang mewarnai akhir kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Paris, Republik Prancis. Bukan di ruang pertemuan ataupun forum resmi,...
Israel-Rusia Dituding Negara Pelaku Kekerasan Seksual, Masuk Daftar Hitam
NEW YORK, NEWSREAL.id – Sebuah informasi mencengangkan dunia internasional ! Berikut ini adalah salah satu kengerian negeri yang saat ini menjadi perbincangan publik yakni, Israel...
Presiden Prabowo dan Presiden Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga IEU-CEPA
PARIS.NEWSREAL.id –Presiden Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026. Pertemuan berlangsung konstruktif...
Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Naik Lagi
JAKARTA,NEWSREAL.id– Amerika Serikat (AS) dan Iran tak juga akur. Di Selat Hormuz keduanya mengklaim saling serang. Hal ini tentu saja membaut perairan hangat kembali terjadi....
Diaspora Indonesia di Paris Rasakan Kehangatan Idul Adha Bersama Presiden Prabowo
PARIS,NEWSREAL.id – Suasana Iduladha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, pada Rabu, 27 Mei 2026, terasa berbeda bagi warga negara Indonesia dan diaspora yang...
Dipenuhi Perasaan Haru, Diaspora Sambut Kepala Negara di Paris
PARIS,NEWSREAL.id – Ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah menanti kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Paris dengan penuh antusias. Mereka berkerumunan di hotel tempat Kepala Negara...
Israel Didesakan Bebaskan Reporter Indonesia, Ri Kecam Penyerbuan Global Sumud Flotilla
JAKARTA,NEWSREAL.id– Aksi milter yang dilakukan Israel dengan mencegat dan menangkap aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla menuai kecaman. Kementerian Luar Negeri...
Israel Tangkap 100 Wartawan, Satu Orang Jurnalis Indonesia
SIPRUS,NEWSREAL.id – Militer Israel melakukan tindakan represif menyatakan kapal-kapal Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada koalisi Global Sumud. Sebanyak 100 aktivis ditangkap, dan seorang di...
Khawatir Disadap, AS Buang Barang dari China Sebelum Naik Air Force One
JAKARTA,NEWSREAL.id – Khawatir sebagai alat mata-mata sejumlah barang dari China sengaja dibuang ke tong sampah sebelum menaiki Air Force One. Ulah ini dilakukan Presiden AS...
19 WNI Diamankan Otoritas Saudi Terkait Pelanggaran Hukum Haji
MAKKAH,NEWSREAL.id – Sebnayak 19 Warga Negara Indonesia (WNI) saat ini tengah diamankan oleh aparat keamanan Arab Saudi. Belasan WNI tersebut ditangkap atas dugaan berbagai pelanggaran...
Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza
GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...
Lancar, Tiga Kloter Perdana Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
MADINAH, NEWSREAL.id — Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026 dengan tertib dan lancar. Mereka...
