
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menilai kondisi pekerja kreatif di Indonesia masih berada dalam posisi rentan dan belum mendapatkan perlindungan yang memadai, meskipun sektor ekonomi kreatif terus tumbuh dan kerap disebut sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Menurut Novita, negara belum sepenuhnya hadir dalam menjamin kesejahteraan pekerja kreatif, terutama freelancer dan gig worker yang kini mendominasi industri kreatif.
“Ekonomi kreatif tumbuh, tapi kesejahteraan pekerjanya tertinggal. Ini paradoks yang harus segera diselesaikan,” kata Novita di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, mayoritas pekerja kreatif bekerja tanpa kontrak jangka panjang dan tidak memiliki jaminan sosial yang memadai. Kondisi tersebut semakin kompleks seiring dengan percepatan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di berbagai subsektor industri kreatif.
Sepanjang 2025, lanjut Novita, sejumlah subsektor kreatif mengalami gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), khususnya pada pekerjaan kreatif dasar yang mulai tergantikan oleh sistem otomatisasi.
“Transformasi teknologi tidak boleh dibayar dengan mengorbankan manusia. Negara harus hadir memastikan transisi ini berjalan adil,” tegasnya.
Novita juga menyoroti masih lebarnya kesenjangan akses jaminan sosial bagi pekerja kreatif. Banyak pekerja lepas belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, baik untuk jaminan kecelakaan kerja, hari tua, maupun pensiun.
Ia menilai berbagai inisiatif pemerintah, seperti layanan kesehatan gratis bagi pekerja kreatif, merupakan langkah positif. Namun, kebijakan tersebut dinilai belum menyentuh akar persoalan perlindungan pekerja secara menyeluruh.
“Diperlukan skema iuran jaminan sosial yang fleksibel dan adaptif dengan karakter kerja kreatif yang kontraknya pendek dan tidak tetap,” ujarnya.
Kebijakan HKI
Selain itu, Novita mendorong percepatan kebijakan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar dapat diakui sebagai aset yang bankable. Dengan begitu, karya kreatif bisa menjadi sumber pembiayaan resmi sekaligus memperluas akses pekerja kreatif terhadap perlindungan asuransi.
Ia juga menilai persoalan lain yang tak kalah krusial adalah transparansi royalti dan perlindungan hak cipta. Praktik pembajakan digital masih marak, sementara sistem distribusi royalti melalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) kerap dikritik karena dinilai tidak transparan dan lamban.
Menurut Novita, perlindungan pekerja kreatif harus dibangun secara utuh melalui keterkaitan tiga pilar utama, yakni transparansi HKI untuk menjamin pendapatan yang adil, stabilitas pendapatan agar pekerja mampu mengakses jaminan sosial, serta perlindungan sosial untuk mendorong lahirnya karya kreatif yang inovatif dan berdaya saing global.
“Kalau negara serius menjadikan ekonomi kreatif sebagai masa depan ekonomi Indonesia, maka pekerja kreatif harus dilindungi hari ini. Tanpa keadilan sosial, tidak akan ada industri kreatif yang berkelanjutan,” pungkasnya. (tb)
Perkara Karhutla, Komisi II DPR RI : Jangan Berhenti pada Dua Korporasi
JAKARTA,NEWSREAL.ID– Anggota Komisi II DPR RI Iwan Kurniawan mengapresiasi langkah Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) yang telah menetapkan dua korporasi sebagai tersangka dalam perkara Kebakaran Hutan...
Penanganan Karhutla, DPR RI Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Langkah Hukum
JAKARTA,NEWSREAL.ID— Sejumlah petugas dan relawan yang gugur saat menjalankan tugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo meminta pemerintah melakukan...
Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Anggota Komisi IX DPR RI: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam
JAKARTA,NEWSREAL.ID- Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi meminta Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) bertindak tegas terhadap dokter yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya sendiri....
Produksi Susu Baru 20 Persen, Titiek Soeharto Minta Ekosistem Peternakan Diperkuat
PASURUAN,NEWSREAL.ID — Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi menilai upaya mewujudkan swasembada susu nasional harus dilakukan secara menyeluruh, tidak sekadar menambah populasi sapi....
Kasus Penyekapan YTR, DPR Pastikan Negara Tak Tutup Mata
Jakarta, NEWSREAL.id-Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sari Yuliati melakukan kunjungan kemanusiaan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat...
Kasus Gagal Berangkat Umrah Hanania Travel, Ujian Awal Penyelenggaraan Haji dan Umrah
MAKKAH, NEWSREAL.id — Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah langsung mendapatkan ujian berat. Yakni gagal berangkatnya umrah yang menimpa ribuan calon...
Persoalan di Mina Jangan Berulang Tanpa Solusi
MAKKAH,NEWSREAL.id– Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menyoroti persoalan kepadatan jamaah di Mina dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 M. Timwas menilai persoalan tersebut tidak...
Kasus Napi Koruptor Ngopi di Kendari, Komisi XIII Curiga Petugas Lapas Disuap
JAKARTA, newsreal.id – Supriadi, napi kasus korupsi yang bersantai nongkrong di kedai kopi bersama petugas rutan viral di media sosial. Sebagai warga binaan Rutan Kelas...
Ketua DPR Ajak Kenaikan Harga Plastik Momen Beralih ke Bahan Alami
JAKARTA,newsreal.id – Naiknya harga plastik di pasaran belakangan ini dikeluhkan oleh masyarakat. Pihak yang pertama kali merasakan langsung kenaikan harga plastik ini adalah pelaku usaha...
Puan Desak Peningkatan Kesejahteraan Guru Honorer Lama Dipercepat
JAKARTA, newsreal.id — Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti pentingnya Negara memberi penghargaan bagi para guru honorer. Terutama bagi guru-guru honorer yang telah lama mengabdi,...
Atalia Praratya Dukung Pembatasan AI Instan dan Medsos untuk Anak
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah mulai mengerem akses teknologi digital bagi anak. Kebijakan pembatasan penggunaan AI instan dan media sosial dinilai penting agar generasi muda tidak tumbuh...
Muh Haris Tegaskan SPPG Nakal Akan Ditegur, Dukung Ketat Program Makan Bergizi Gratis
NEWSREAL.ID, KENDAL- Anggota Komisi IX DPR RI, Muhamad Haris menegaskan pihaknya akan memberikan teguran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak menjalankan operasional sesuai...