Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

DPR Minta Data Kemiskinan Diupdate Usai Bencana Terjang Sumatera

Tim Redaksi, Newsreal.id
Minggu, 18 Januari 2026 14:52 WIB
DPR Minta Data Kemiskinan Diupdate Usai Bencana Terjang Sumatera
NEWSREAL.ID - JEMBATAN DARURAT: Warga melintasi sungai menggunakan jembatan darurat di perbatasan Aceh dan Sumatera Utara, Rabu (9/12). Banjir bandang pada akhir November lalu di Sungai Peusangan telah menghancurkan infrastruktur di Bireun, Aceh. (Foto: Ist)

NEWSID, JAKARTA- Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Matindas J. Rumambi, meminta pemerintah segera memperbarui data kemiskinan nasional pascabencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.

Mengacu pada laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, angka kemiskinan nasional tercatat sebesar 8,47 persen atau sekitar 23,85 juta jiwa. Sementara itu, penduduk miskin ekstrem berada di angka 0,85 persen atau sekitar 2,38 juta jiwa. Namun, angka tersebut dinilai berpotensi meningkat menyusul bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Matindas menegaskan, dampak bencana tidak berhenti pada kerusakan fisik dan korban jiwa. Lebih dari itu, bencana juga memicu hilangnya tempat tinggal, mata pencaharian, serta aset produktif masyarakat, yang berujung pada turunnya daya beli dan meningkatnya kerentanan sosial-ekonomi.

“Lonjakan angka kemiskinan pascabencana harus menjadi alarm serius bagi pemerintah. Negara wajib memastikan dampak sosial-ekonomi masyarakat terdampak tercatat dan tertangani dengan baik. Karena itu, BPS perlu melakukan pemutakhiran data kemiskinan nasional,” kata Matindas dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/1/2026).

Salah Sasaran

Ia menekankan proses digitalisasi dan validasi data kemiskinan harus dilakukan secara komprehensif, cepat, dan adaptif terhadap kondisi pascabencana. Menurutnya, data yang tidak mutakhir berisiko besar menyebabkan salah sasaran dalam penyaluran bantuan.

“Masyarakat yang tiba-tiba jatuh miskin akibat bencana bisa tidak terjangkau program perlindungan sosial, sementara data lama sudah tidak relevan,” ujarnya.

Selain itu, Matindas juga menyoroti pentingnya sinkronisasi data antara BPS, kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah. Sinkronisasi tersebut dinilai krusial agar masyarakat terdampak bencana dapat segera masuk ke dalam skema bantuan sosial, rehabilitasi, dan pemberdayaan ekonomi melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Perbaikan data ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam penyusunan strategi rehabilitasi dan rekonstruksi ekonomi nasional tahun 2026 agar lebih inklusif dan responsif terhadap krisis,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 17 Januari, rangkaian bencana di tiga provinsi di Sumatra tersebut menyebabkan 1.190 korban jiwa, dengan 141 orang masih dinyatakan hilang. Sementara jumlah pengungsi tercatat mencapai sekitar 131 ribu jiwa. (tb)

Berita Terbaru

Ini Daftar Wilayah RI Berpotensi Paling Panas di Kemarau 2026 Versi BMKG

NEWSREAL.ID, JAKARTA– BMKG memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami suhu lebih panas selama musim kemarau 2026, meski tidak seekstrem tahun 2024. Dalam laporan Climate...

Prabowo Buka Alasan RI Gabung BoP

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan Indonesia bersama negara-negara mayoritas Muslim bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Keputusan itu disebut sebagai...

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Jejaknya dari Bisnis hingga Olahraga

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar duka datang dari dunia bisnis dan olahraga Indonesia. Pimpinan Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu...

Resmi! Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diumumkan langsung...

Diskon 30 Persen Diserbu, 280 Ribu Penumpang KA Berangkat dari Jakarta

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Program diskon tarif 30 persen kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026 mendapat respons tinggi. PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat sekitar 280...

Puncak Mudik Via Laut Tembus 28 Ribu Penumpang, Pelni Lampaui Target

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Lonjakan pemudik via jalur laut mencapai puncaknya pada Rabu (18/3), dengan jumlah penumpang kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menembus lebih dari 28...

Diserbu Pemudik! 730 Ribu Tiket Kereta Lebaran 2026 Ludes Terjual

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Minat masyarakat untuk mudik naik kereta api melonjak tajam. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat sebanyak 734.293 tiket KA jarak...

BGN Gandeng Kejagung Awasi Program MBG

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memperkuat pengawasan penggunaan anggaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini tersebar di...

Istana Ingatkan Pejabat Tak Berlebihan Gelar Open House

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah resmi mengimbau seluruh instansi negara untuk menahan diri dalam menggelar acara open house maupun halal bihalal pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Menteri...

Prabowo Pertahankan Keanggotaan RI di Board of Peace

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menegaskan alasan Indonesia tetap mempertahankan keanggotaannya dalam Board of Peace (BoP) adalah untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara....

Prabowo Sebut Program Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Ekonomi Rakyat

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam mendorong...

Mendagri Targetkan Tak Ada Lagi Pengungsi Tenda Saat Lebaran di Aceh

NEWSREAL.ID, BADA ACEH- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menargetkan tidak ada lagi warga terdampak bencana yang tinggal di tenda pengungsian saat Lebaran IdulFitri...