Parlementaria

Said Abdullah Dorong Pemerintah Cari Pasar Baru Hadapi Tarif Trump

Tim Redaksi, Admin
Kamis, 10 Juli 2025 13:57 WIB
Said Abdullah Dorong Pemerintah Cari Pasar Baru Hadapi Tarif Trump
NEWSREAL.ID - Ketua Banggar DPR, Said Abdullah. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah segera merespons kebijakan tarif impor 32 persen dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan mengupayakan pasar ekspor alternatif di luar AS.

Langkah ini dinilai penting agar produk Indonesia tetap kompetitif dan tidak terpuruk akibat hambatan dagang yang akan berlaku mulai 1 Agustus 2025. “Pasar seperti negara-negara BRICS, Eropa, Amerika Latin, dan Afrika patut didalami sebagai pengganti,” ujar Said dalam keterangan tertulis, Kamis (10/7).

Ia menilai pemerintah tidak bisa bergantung hanya pada pasar AS, meskipun negara itu memiliki daya beli tinggi. Politikus PDIP ini menjelaskan, berbagai produk ekspor Indonesia yang terdampak seperti tekstil, pakaian jadi, sepatu, peralatan listrik, karet, ikan, udang, kakao, dan mesin memiliki peminat tinggi di AS.

Pasar Lain

Namun, jika tarif tetap diterapkan, maka keberlanjutan ekspor produk-produk tersebut harus dialihkan ke pasar potensial lain. Menurutnya, alasan Trump menjatuhkan tarif karena tidak ada perusahaan Indonesia yang menjalankan manufaktur di AS.

Namun, sebelum tarif resmi diberlakukan, AS masih membuka peluang negosiasi ulang dengan Indonesia. Said menilai pemerintah harus menawarkan solusi konkret, seperti peluang investasi manufaktur di AS atau menurunkan defisit perdagangan AS terhadap Indonesia.

“Surplus dagang Indonesia terhadap AS mencapai 6,42 miliar dolar AS atau sekitar Rp104,9 triliun. Ini bisa jadi bahan negosiasi,”  ujar wakil rakyat dari dapil Jatim XI (Bangkalan, Pemekasan, Sampang dan Sumenep) ini.

Tak hanya itu, Said juga mendorong pemerintah RI agar mengambil langkah multilateral melalui forum seperti WTO atau G20 (minus AS). Menurutnya, negara-negara lain juga terkena dampak tarif tinggi AS, bahkan sekutu seperti negara-negara di Eropa Barat.

Maka dari itu, kolaborasi internasional dapat digunakan untuk membangun pasar baru dan memperkuat posisi WTO sebagai lembaga dagang global yang adil. Di sisi domestik, Said mengingatkan agar pemerintah memperkuat ketahanan pangan, energi, dan moneter.

Mengingat ketiga sektor tersebut rentan terhadap tekanan eksternal, ia menyarankan agar Indonesia juga mulai mengurangi ketergantungan pada pembayaran berbasis dolar AS. “Percepat program ketahanan nasional dan perbanyak skema pembayaran internasional non-dolar,” tegasnya. (tb)

Berita Terbaru

Perkara Karhutla, Komisi II DPR RI : Jangan Berhenti pada Dua Korporasi

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Anggota Komisi II DPR RI Iwan Kurniawan mengapresiasi langkah Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) yang telah menetapkan dua korporasi sebagai tersangka dalam perkara Kebakaran Hutan...

Penanganan Karhutla, DPR RI Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Langkah Hukum

JAKARTA,NEWSREAL.ID— Sejumlah petugas dan relawan yang gugur saat menjalankan tugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo meminta pemerintah melakukan...

Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Anggota Komisi IX DPR RI: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam

JAKARTA,NEWSREAL.ID- Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi meminta Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) bertindak tegas terhadap dokter yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya sendiri....

Produksi Susu Baru 20 Persen, Titiek Soeharto Minta Ekosistem Peternakan Diperkuat

PASURUAN,NEWSREAL.ID — Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi menilai upaya mewujudkan swasembada susu nasional harus dilakukan secara menyeluruh, tidak sekadar menambah populasi sapi....

Kasus Penyekapan YTR, DPR Pastikan Negara Tak Tutup Mata

Jakarta, NEWSREAL.id-Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sari Yuliati melakukan kunjungan kemanusiaan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat...

Kasus Gagal Berangkat Umrah Hanania Travel, Ujian Awal Penyelenggaraan Haji dan Umrah

MAKKAH, NEWSREAL.id — Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah langsung mendapatkan ujian berat. Yakni gagal berangkatnya umrah yang menimpa ribuan calon...

Persoalan di Mina Jangan Berulang Tanpa Solusi

MAKKAH,NEWSREAL.id– Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menyoroti persoalan kepadatan jamaah di Mina dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 M. Timwas menilai persoalan tersebut tidak...

Kasus Napi Koruptor Ngopi di Kendari, Komisi XIII Curiga Petugas Lapas Disuap

JAKARTA, newsreal.id – Supriadi, napi kasus korupsi yang bersantai nongkrong di kedai kopi bersama petugas rutan viral di media sosial. Sebagai warga binaan Rutan Kelas...

Ketua DPR Ajak Kenaikan Harga Plastik Momen Beralih ke Bahan Alami

JAKARTA,newsreal.id – Naiknya harga plastik di pasaran belakangan ini dikeluhkan oleh masyarakat. Pihak yang pertama kali merasakan langsung kenaikan harga plastik ini adalah pelaku usaha...

Puan Desak Peningkatan Kesejahteraan Guru Honorer Lama Dipercepat

JAKARTA, newsreal.id — Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti pentingnya Negara memberi penghargaan bagi para guru honorer. Terutama bagi guru-guru honorer yang telah lama mengabdi,...

Atalia Praratya Dukung Pembatasan AI Instan dan Medsos untuk Anak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah mulai mengerem akses teknologi digital bagi anak. Kebijakan pembatasan penggunaan AI instan dan media sosial dinilai penting agar generasi muda tidak tumbuh...

Muh Haris Tegaskan SPPG Nakal Akan Ditegur, Dukung Ketat Program Makan Bergizi Gratis

NEWSREAL.ID, KENDAL- Anggota Komisi IX DPR RI, Muhamad Haris menegaskan pihaknya akan memberikan teguran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak menjalankan operasional sesuai...

Leave a comment