Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Parlementaria

Muh Haris Desak Pemerintah Bertindak Cepat dan Terukur Atasi Stunting

Tim Redaksi, Newsreal.id
Rabu, 2 Juli 2025 12:59 WIB
Muh Haris Desak Pemerintah Bertindak Cepat dan Terukur Atasi Stunting
NEWSREAL.ID - Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris mendesak pemerintah segera mengambil langkah cepat, terukur, dan lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting nasional yang dinilai masih tinggi.

Dirinya menilai, waktu yang tersisa menuju target nasional sangat terbatas, dan pemerintah perlu menunjukkan keseriusan ekstra. Hal tersebut disampaikan Muh Haris seusai mendengarkan laporan Kepala BKKBN dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (1/7).

Dalam laporan tersebut terungkap bahwa prevalensi stunting nasional per tahun 2024 masih berada di angka 19,8 persen, jauh dari target 14 persen yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024.

“Tren memang menurun, tapi waktu kita sangat terbatas. Harus ada langkah luar biasa dan agresif dari pemerintah,” ucap politikus PKS tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan.

Lebih lanjut dikatakan, penanganan stunting bukan hanya soal gizi, tetapi menyangkut akses air bersih, sanitasi layak, hunian sehat, edukasi gizi, serta kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Ia menyebut masih ada 8,6 juta keluarga berisiko stunting yang belum mendapatkan layanan dasar secara optimal.

Pihaknya mendorong pemerintah mempercepat pendampingan keluarga melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK), memperluas program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan meningkatkan kampanye edukasi masyarakat secara massif.

“Langkah cepat dan terukur harus menyentuh langsung keluarga berisiko. Jangan berhenti di perencanaan, tetapi harus diturunkan ke lapangan dengan tim yang kuat dan terlatih,” ucap wakil rakyat dari Dapil Jateng 1 (Kota/Kab Semarang, Kota Salatiga dan Kendal) ini.

Sinergi Antarprofesi

Muh Haris juga menekankan pentingnya kondisi kerja yang mendukung bagi dokter kandungan, dokter anak, bidan, dan kader Posyandu. Menurutnya, sinergi antara profesi tenaga kesehatan perlu dijamin melalui kebijakan yang berpihak dan anggaran yang memadai.

“Stunting tidak bisa ditangani hanya oleh satu pihak. Semua harus bergerak dalam barisan yang sama, dengan dukungan penuh dari Kemenkes. Kita tidak boleh membiarkan tenaga kesehatan bekerja tanpa dukungan,” ujarnya.

Pihaknya juga mendorong penguatan Sistem Informasi Keluarga Siaga (SIGA) untuk memastikan data keluarga risiko stunting selalu mutakhir. Validasi dan pemutakhiran data secara real-time dianggap sebagai kunci keberhasilan program intervensi.

Muh Haris menyebut, kerja penanganan stunting harus melibatkan BKKBN, Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR, Kemensos, Kemendagri, hingga pemerintah daerah. Sinergi lintas kementerian dan lembaga dinilainya belum optimal dan perlu ditingkatkan secara sistemik.

Sebagai bagian dari Komisi IX DPR RI, Muh Haris menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan dan alokasi anggaran dalam upaya percepatan penurunan stunting. Ia juga mendorong penambahan jumlah dan kapasitas Petugas Keluarga Berencana (PKB/PLKB) serta kader Posyandu di seluruh daerah.“Kalau kita gagal menangani stunting hari ini, maka kita akan kehilangan momentum besar dari bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas lelaki yang juga mantan Wakil Wali Kota Salatiga ini. (tb)

Berita Terbaru

DPR Nilai Pekerja Kreatif Belum Terlindungi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menilai kondisi pekerja kreatif di Indonesia masih berada dalam posisi rentan dan belum mendapatkan perlindungan yang...

Muh Haris Tekankan Pentingnya Jamu Aman dan Bermutu

NEWSREAL.ID, TUNTANG- Ratusan warga Tuntang diajak mengenali dan memanfaatkan kekayaan lokal melalui edukasi pembuatan serta penggunaan jamu yang aman dan bermutu. Kegiatan yang digelar Direktorat...

Atalia Kritik Gubernur Jabar, Aturan 1 Kelas 50 Siswa Tak Manusiawi

NEWSREAL.ID, CIMAHI- Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat yang mengizinkan pengisian hingga 50 siswa per kelas...

Dorong Generasi Emas 2045, Muh Haris Soroti Pentingnya Tata Kelola Program Gizi Nasional

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Pemberian makanan bergizi gratis bukan sekadar program sosial, melainkan investasi strategis untuk menyiapkan generasi unggul Indonesia 2045. Hal ini ditegaskan Anggota Komisi IX...

Said Abdullah Dorong Pemerintah Cari Pasar Baru Hadapi Tarif Trump

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah segera merespons kebijakan tarif impor 32 persen dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,...

Muh Haris Apresiasi Penyaluran BSU, Tegaskan Perlindungan Pekerja

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambut positif kebijakan pemerintah dalam menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025. Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad...

Mohammad Saleh Harap DPRD Kabupaten Dorong Optimalisasi Belanja Daerah

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Penasehat Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) Pusat, Mohammad Saleh, mengajak seluruh DPRD kabupaten di Indonesia untuk memainkan peran lebih aktif dalam mendorong...

Legislator Nasdem Kecam Fadli Zon: Luka Sejarah Tak Bisa Dihapus!

NEWSREAL, JAKARTA– Pernyataan kontroversial Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyangkal keberadaan kekerasan seksual dalam Tragedi Mei 1998 memicu gelombang kemarahan. Salah satunya dari anggota DPRD...

Fraksi PKS Dukung Pencabutan IUP Raja Ampat

NEWSREAL, JAKARTA- Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Haris menyampaikan apresiasi positif terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mencabut...

Idul Adha, Momentum Menumbuhkan Kepekaan Sosial dan Solidaritas Masyarakat

NEWSREAL, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo menekankan bahwa Hari Raya Idul Adha bukan hanya sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga momen penting...

Revisi UU Haji Jamin Perlindungan Hak Jamaah

JAKARTA- Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Abdul Fikri Faqih menyampaikan, revisi Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (UU Haji) penting untuk segera...

Bamsoet: Hari Lahir Pancasila Momentum Refleksi Persatuan Bangsa

JAKARTA- Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan agar Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni tidak hanya menjadi seremoni belaka, tetapi menjadi...

Leave a comment