Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Parlementaria

Legislator Nasdem Kecam Fadli Zon: Luka Sejarah Tak Bisa Dihapus!

Tim Redaksi, Newsreal.id
Minggu, 15 Juni 2025 16:09 WIB
Legislator Nasdem Kecam Fadli Zon: Luka Sejarah Tak Bisa Dihapus!
NEWSREAL.ID - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Partai Nasdem, Fatimah Tania Nadira Alatas. (Foto: Ist)

NEWSREAL, JAKARTA Pernyataan kontroversial Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyangkal keberadaan kekerasan seksual dalam Tragedi Mei 1998 memicu gelombang kemarahan. Salah satunya dari anggota DPRD DKI Jakarta, Fatimah Tania Nadira Alatas.

Politikus Nasdem ini mengecam pernyataan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap penderitaan para korban. “Luka sejarah tidak bisa dihapus, apalagi direvisi demi narasi kekuasaan. Fakta-fakta kekerasan terhadap perempuan—terutama perempuan Tionghoa—adalah luka kemanusiaan yang harus kita ingat, bukan kita sangkal,” tegas Tania.

Pernyataan Fadli Zon yang menyebut kekerasan seksual pada Mei 1998 sebagai “hanya rumor” dinilai tidak hanya menyakitkan, tapi juga berbahaya. Bagi Tania, pernyataan itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan panjang para penyintas dan keluarga korban yang selama lebih dari dua dekade menanti pengakuan dan keadilan.

Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Impunitas pun turut mengecam, menyebut pernyataan tersebut sebagai manipulasi sejarah dan bentuk penghinaan terhadap upaya pengungkapan kebenaran.

“Saya menolak dengan tegas setiap upaya penulisan ulang sejarah yang politis dan mengabaikan suara korban. Sejarah tidak boleh dijadikan alat kekuasaan untuk membungkam kebenaran,” ujar wakil rakyat dari Dapil DKI Jakarta 5 (Duren Sawit, Jatinegara dan Kramat Jati) yang dikenal vokal dalam isu-isu perempuan dan HAM ini.

Tania juga menyerukan pentingnya keberanian perempuan muda untuk terus bersuara dalam menghadapi ketidakadilan. Menurutnya, mereka adalah kekuatan moral dalam memperjuangkan kemanusiaan di tengah riuhnya politik yang sering kali melupakan nurani.

“Keberanian perempuan muda melawan kekerasan berbasis gender dan rasisme adalah api yang tak boleh padam. Kita harus berdiri bersama mereka.” Lebih jauh, ia menuntut negara segera bertindak nyata: membuka dokumen negara, mengakui secara resmi kejahatan yang terjadi, dan memulihkan hak para korban serta keluarganya.

“Negara tidak boleh terus bersembunyi di balik birokrasi dan diam seribu bahasa. Keadilan harus ditegakkan. Tragedi Mei 1998 bukan sekadar catatan sejarah—ia adalah jeritan luka yang belum sembuh,” imbuh anggota Komisi E (Kesejahteraan Rakyat) DPRD DKI Jakarta ini.

Pernyataan Tania sejalan dengan sikap Komnas Perempuan dan berbagai organisasi masyarakat sipil yang selama ini konsisten memperjuangkan pengungkapan kebenaran dan keadilan atas tragedi kemanusiaan Mei 1998. (tb)

Berita Terbaru

DPR Nilai Pekerja Kreatif Belum Terlindungi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menilai kondisi pekerja kreatif di Indonesia masih berada dalam posisi rentan dan belum mendapatkan perlindungan yang...

Muh Haris Tekankan Pentingnya Jamu Aman dan Bermutu

NEWSREAL.ID, TUNTANG- Ratusan warga Tuntang diajak mengenali dan memanfaatkan kekayaan lokal melalui edukasi pembuatan serta penggunaan jamu yang aman dan bermutu. Kegiatan yang digelar Direktorat...

Atalia Kritik Gubernur Jabar, Aturan 1 Kelas 50 Siswa Tak Manusiawi

NEWSREAL.ID, CIMAHI- Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat yang mengizinkan pengisian hingga 50 siswa per kelas...

Dorong Generasi Emas 2045, Muh Haris Soroti Pentingnya Tata Kelola Program Gizi Nasional

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Pemberian makanan bergizi gratis bukan sekadar program sosial, melainkan investasi strategis untuk menyiapkan generasi unggul Indonesia 2045. Hal ini ditegaskan Anggota Komisi IX...

Said Abdullah Dorong Pemerintah Cari Pasar Baru Hadapi Tarif Trump

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah segera merespons kebijakan tarif impor 32 persen dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,...

Muh Haris Desak Pemerintah Bertindak Cepat dan Terukur Atasi Stunting

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris mendesak pemerintah segera mengambil langkah cepat, terukur, dan lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting nasional...

Muh Haris Apresiasi Penyaluran BSU, Tegaskan Perlindungan Pekerja

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambut positif kebijakan pemerintah dalam menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025. Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad...

Mohammad Saleh Harap DPRD Kabupaten Dorong Optimalisasi Belanja Daerah

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Penasehat Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) Pusat, Mohammad Saleh, mengajak seluruh DPRD kabupaten di Indonesia untuk memainkan peran lebih aktif dalam mendorong...

Fraksi PKS Dukung Pencabutan IUP Raja Ampat

NEWSREAL, JAKARTA- Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Haris menyampaikan apresiasi positif terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mencabut...

Idul Adha, Momentum Menumbuhkan Kepekaan Sosial dan Solidaritas Masyarakat

NEWSREAL, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo menekankan bahwa Hari Raya Idul Adha bukan hanya sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga momen penting...

Revisi UU Haji Jamin Perlindungan Hak Jamaah

JAKARTA- Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Abdul Fikri Faqih menyampaikan, revisi Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (UU Haji) penting untuk segera...

Bamsoet: Hari Lahir Pancasila Momentum Refleksi Persatuan Bangsa

JAKARTA- Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan agar Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni tidak hanya menjadi seremoni belaka, tetapi menjadi...

Leave a comment