Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Tiongkok Santai Tanggapi Trump soal Kedekatan Inggris-Beijing

Tim Redaksi, Newsreal.id
Sabtu, 31 Januari 2026 18:56 WIB
Tiongkok Santai Tanggapi Trump soal Kedekatan Inggris-Beijing
NEWSREAL.ID - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, BEIJING– Pemerintah Tiongkok menanggapi dingin kritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap hubungan Beijing dan London. Alih-alih terpancing, Tiongkok menegaskan tetap membuka pintu kerja sama dengan siapa pun selama menguntungkan kedua belah pihak.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun menyatakan, Beijing siap memperkuat kolaborasi internasional berbasis prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan menyusul komentar Trump terkait kunjungan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer ke Tiongkok.

“Tiongkok siap meningkatkan kerja sama dengan negara lain dengan semangat saling menguntungkan demi kesejahteraan rakyat semua negara,” ujar Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (30/1).

Pernyataan tersebut merespons komentar Trump yang menyebut langkah Inggris mempererat hubungan ekonomi dengan Tiongkok sebagai sesuatu yang “sangat berbahaya”. Komentar itu dilontarkan Trump di Washington saat menanggapi kunjungan tiga hari PM Keir Starmer ke Beijing dan Shanghai.

Trump bereaksi setelah Starmer menyebut hubungan Inggris- Tiongkok berada dalam “kondisi yang baik dan kuat” usai pertemuannya dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Beijing, Kamis (29/1/2026).

Menurut Guo Jiakun, kunjungan Starmer pada 28-31 Januari menjadi momen penting, karena merupakan kunjungan pertama Perdana Menteri Inggris ke Tiongkok dalam delapan tahun terakhir. Kunjungan ini juga menjadi lawatan pertama kepala pemerintahan dari negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang diterima Tiongkok pada 2026.

“Presiden Xi Jinping dan PM Starmer sepakat mengembangkan kemitraan strategis komprehensif jangka panjang dan konsisten, mengubah potensi besar kerja sama menjadi kemajuan nyata, serta membuka prospek baru bagi hubungan bilateral,” kata Guo.

Ia menambahkan, kedua negara sepakat membangun kemitraan tingkat tinggi di bidang iklim dan alam, melanjutkan dialog keamanan tingkat tinggi, serta menggelar sejumlah dialog kelembagaan baru tahun ini, termasuk dialog strategis, dialog ekonomi dan keuangan, serta pertemuan Komisi Ekonomi dan Perdagangan Gabungan Tiongkok -Inggris.

Pangkas Tarif

Tiongkok juga berencana memangkas tarif impor wiski Inggris dari 10 persen menjadi 5 persen, meningkatkan pertukaran budaya dan masyarakat, mempermudah perjalanan lintas batas, serta mempertimbangkan akses bebas visa bagi wisatawan Inggris.

“Tiongkok menyambut baik kunjungan anggota parlemen Inggris dan akan mempertimbangkan secara positif kebijakan bebas visa bagi warga Inggris,” ujar Guo Jiakun.

Selama kunjungan tersebut, PM Tiongkok, Li Qiang dan PM Keir Starmer menyaksikan penandatanganan 12 dokumen kerja sama antarpemerintah di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian dan pangan, hingga budaya dan regulasi pasar. Keduanya juga menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Inggris-Tiongkok.

Guo Jiakun menekankan, dunia usaha kedua negara menunjukkan optimisme tinggi terhadap masa depan kerja sama bilateral. Delegasi Inggris yang dipimpin Starmer melibatkan sekitar 60 perwakilan utama dari sektor bisnis dan budaya.

Pemerintah Tiongkok, lanjut Guo, berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi perusahaan Inggris dan asing lainnya, seraya berharap Inggris menyediakan lingkungan bisnis yang adil dan tidak diskriminatif bagi perusahaan Tiongkok.

“Kami mencatat banyak warga Inggris menyebut China sebagai mitra yang dapat dipercaya. Tiongkok siap bekerja sama dengan Inggris untuk mengimplementasikan kesepakatan kedua pemimpin, mengelola perbedaan, dan memperkuat kemitraan strategis jangka panjang,” tegasnya.

Terkait rencana kunjungan PM Starmer ke Jepang usai dari Tiongkok, Guo Jiakun enggan berkomentar lebih jauh. “Kami selalu berharap hubungan antarnegara berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas kawasan,” ujarnya singkat.

Sejauh ini, hasil konkret dari kunjungan Starmer mencakup rencana investasi senilai 10,9 miliar poundsterling oleh AstraZeneca untuk membangun fasilitas manufaktur di Tiongkok, kesepakatan pengurangan hambatan birokrasi bagi eksportir Inggris, serta kolaborasi penanganan tantangan kesehatan global.

Menurut Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris, Amerika Serikat masih menjadi mitra dagang tunggal terbesar Inggris pada 2025, sementara Tiongkok berada di posisi keempat. (tb)

Berita Terbaru

24 Negara Bagian AS Gugat Tarif Baru Trump, Dinilai Langgar Konstitusi

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Kebijakan tarif impor baru yang diumumkan Presiden Donald Trump memicu gelombang perlawanan dari pemerintah daerah di Amerika Serikat. Sebanyak 24 negara bagian resmi...

Iran Klaim AS Gagal Pecah Belah Negara, Ali Larijani: Salah Perhitungan

NEWSREAL.ID, TEHERAN– Pemerintah Iran menilai strategi Amerika Serikat untuk melemahkan dan memecah belah negara itu justru berakhir dengan kegagalan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan...

Tiongkok Mulai Bantu Iran, Rusia Diduga Suplai Citra Satelit untuk Serangan

NEWSREAL.ID, ANKARA- Peta geopolitik konflik Timur Tengah makin panas. Laporan terbaru menyebut Tiongkok mulai menunjukkan tanda-tanda dukungan terhadap Iran, sementara Rusia diduga ikut membantu lewat...

Upaya Batasi Kuasa Perang Trump Kandas di Senat AS, Resolusi soal Iran Ditolak

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Upaya Partai Demokrat di Amerika Serikat untuk membatasi kewenangan militer Presiden dalam konflik dengan Iran berakhir gagal. Senat AS menolak rancangan resolusi yang...

Tegas Tolak Gencatan Senjata, Menlu Iran: Tak Ada Alasan Negosiasi dengan AS

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran menegaskan tidak pernah meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat maupun Israel di tengah konflik yang memanas. Teheran bahkan menyatakan siap menghadapi...

Investigasi Pentagon: Serangan yang Tewaskan 160 Siswi Iran Diduga Dilakukan Militer AS

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Penyelidikan internal militer Amerika Serikat mengarah pada dugaan bahwa pasukan AS berada di balik serangan udara yang menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran...

Iran Ancam Kapal AS dan Sekutu di Selat Hormuz, Tiongkok-Rusia Dijamin Aman

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah Iran menyatakan hanya akan menargetkan kapal milik Amerika Serikat dan negara sekutunya di Selat Hormuz. Kapal-kapal...

Iran Tegas Tutup Pintu Mediasi dengan AS

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Iran kembali menegaskan sikap kerasnya di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Melalui duta besarnya di Jakarta, Teheran menyatakan tidak akan membuka ruang negosiasi...

Trump Ngamuk ke Spanyol: Ancam Putus Dagang Gara-Gara Iran

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Drama geopolitik makin panas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman keras ke Spanyol: semua hubungan dagang bisa diputus. Penyebabnya? Madrid menolak memberi...

Rusia Sindir AS Usai Serangan ke Iran: Masih Serius Mau Negosiasi Nuklir?

NEWSREAL.ID, MOSKOW- Rusia mempertanyakan keseriusan Amerika Serikat dalam melanjutkan perundingan nuklir dengan Iran setelah serangan militer yang dilancarkan bersama Israel. Pernyataan itu disampaikan oleh Perwakilan...

Iran Balas Serangan, IRGC Hantam Kompleks Pemerintah Israel hingga Pusat Militer

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melancarkan serangan rudal ke kompleks pemerintahan Israel di Tel Aviv, pusat militer dan keamanan di Haifa, serta wilayah...

Iran Minta D-8 Angkat Suara, Desak Kutukan Tegas atas Serangan AS-Israel

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, berharap organisasi Developing-8 (D-8) dapat secara tegas mengutuk serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap...