
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan politik Iran kembali memanas setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei secara terbuka menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya ribuan korban jiwa dalam gelombang demonstrasi yang melanda negaranya sejak akhir tahun lalu.
Dalam pidato di hadapan para pendukungnya, Sabtu (17/1/2026), Khamenei menyatakan bahwa kematian warga Iran selama unjuk rasa tidak terlepas dari campur tangan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan berbagai lembaga hak asasi manusia terkait tingginya jumlah korban tewas.
“Kami menuduh presiden Amerika Serikat bertanggung jawab atas korban jiwa, kerusakan, serta tuduhan-tuduhan yang dia lontarkan terhadap bangsa Iran,” ujar Khamenei, seperti dikutip AFP. Ia menyebut situasi yang terjadi di Iran sebagai bagian dari “konspirasi Amerika”.
Khamenei menambahkan, tujuan utama Amerika Serikat adalah menundukkan Iran dan mengembalikannya ke bawah dominasi militer, politik, dan ekonomi asing. Ia juga menegaskan bahwa aksi protes yang berlangsung tidak murni berasal dari aspirasi rakyat, melainkan dipicu intervensi pihak luar.
Sementara itu, kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, Human Rights Activists in Iran (HRANA), melaporkan jumlah korban tewas akibat demonstrasi di Iran telah mencapai 3.090 orang per Jumat (16/1/2026). Dari jumlah tersebut, sekitar 2.885 orang disebut merupakan demonstran.
Faktor Pemicu
Gelombang demonstrasi di Iran pecah sejak akhir Desember lalu. Aksi massa tersebut dipicu berbagai persoalan, mulai dari inflasi yang melambung tinggi hingga tuntutan agar Ayatollah Ali Khamenei mundur dari jabatannya. Dalam perkembangannya, demonstrasi berubah menjadi kerusuhan di sejumlah wilayah, dengan laporan pembakaran fasilitas sipil dan pertokoan.
Angka korban tewas versi lembaga pemantau HAM pun bervariasi. Selain HRANA, intelijen Israel memperkirakan jumlah korban mencapai sekitar 5.000 orang. Sementara itu, media Iran International yang berbasis di Inggris mengklaim korban tewas menembus lebih dari 12.000 jiwa.
Namun, hingga kini belum ada data resmi dari media pemerintah Iran. Akses internet yang diputus secara luas oleh pemerintah membuat kantor berita seperti IRNA, Mehr News, dan Fars belum dapat diakses untuk memperoleh informasi pembanding.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah Iran dilaporkan menggunakan kekuatan berlebih dalam meredam aksi demonstrasi, termasuk memutus akses internet nasional. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump disebut terus melontarkan pernyataan yang dianggap memprovokasi rakyat Iran untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintah.
Kondisi ini menambah daftar panjang ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, yang kian memanas di tengah krisis politik dan kemanusiaan di Negeri Para Mullah. (tb)
AS Matangkan Opsi Serangan ke Iran, Pentagon-Gedung Putih Susun “Rencana Besar”
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Pentagon bersama Gedung Putih dilaporkan telah menyiapkan sejumlah skenario, termasuk opsi serangan militer skala besar, jika...
Tiongkok Santai Tanggapi Trump soal Kedekatan Inggris-Beijing
NEWSREAL.ID, BEIJING– Pemerintah Tiongkok menanggapi dingin kritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap hubungan Beijing dan London. Alih-alih terpancing, Tiongkok menegaskan tetap membuka pintu kerja...
Trump Buka Peluang Dialog dengan Iran, Opsi Militer Tetap Disiapkan
NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan berencana melanjutkan pembicaraan dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Pernyataan tersebut disampaikan Trump...
Timur Tengah Memanas, Milisi Irak, Yaman, dan Lebanon Siap Bantu Iran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat menyusul kehadiran armada perang Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Sejumlah kelompok milisi sekutu Iran di Irak,...
MbS Tegaskan Wilayah Udara Arab Saudi Tak Boleh Digunakan untuk Serangan ke Iran
NEWSREAL.ID, RIYADH- Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS) menegaskan negaranya tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorial Arab Saudi digunakan...
Parlemen Eropa Tahan Laju Kesepakatan Dagang UE-AS
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Hubungan dagang lintas Atlantik kembali diuji. Di tengah dinamika politik dan ketegangan diplomatik, Parlemen Eropa memilih bersikap hati-hati dengan menahan sementara langkah lanjutan...
Seskab Ungkap Pembicaraan Prabowo-Macron
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian lawatan diplomatiknya ke Eropa. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara...
Militer Iran Tegaskan Soliditas Hadapi Ancaman AS
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah, jajaran militer Iran menyuarakan sikap tegas. Para komandan senior menekankan pentingnya persatuan angkatan bersenjata sebagai benteng...
Jejak Intelektual Indonesia Menggema di Pameran Buku Kairo
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Indonesia kembali menancapkan pengaruhnya dalam peta pemikiran Islam dunia. Setelah puluhan tahun absen, kehadiran Indonesia di panggung literasi internasional Cairo International Book Fair...
Iran Buka Suara soal Indonesia Gabung Board of Peace Trump
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Iran merespons langkah Indonesia yang resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace), forum internasional gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Teheran...
Trump Sindir Eropa di Davos: Tanpa AS, Kalian Sudah Bicara Bahasa Jerman
NEWSREAL.ID, DAVOS- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Kali ini, Eropa jadi sasaran sindirannya setelah sejumlah negara menentang ambisinya untuk menguasai Greenland....
3.117 Orang Tewas dalam Demo Berdarah di Iran
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Setelah lama sunyi dan penuh spekulasi, Iran akhirnya buka suara. Data resmi korban tewas demo berdarah yang mengguncang negeri itu dirilis dan angkanya...

