Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

Awal Puasa 2026 Bisa Berbeda, BRIN Prediksi Ramadan Mulai 19 Februari

Tim Redaksi, Newsreal.id
Kamis, 5 Februari 2026 16:22 WIB
Awal Puasa 2026 Bisa Berbeda, BRIN Prediksi Ramadan Mulai 19 Februari
NEWSREAL.ID - AWAL RAMADAN: Tim Hisab Rukyat melakukan pemantauan hilal untuk menetapkan awal bulan Ramadan 1446 Hijriah dari Monumen Nasional, Jakarta, tahun lalu. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Potensi beda awal puasa kembali muncul tahun depan. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari 2026, sementara sebagian pihak sudah lebih dulu menetapkan 18 Februari.

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Thomas Djamaluddin memprediksi awal Ramadan 1447 Hijriah akan jatuh pada 19 Februari 2026. Prediksi ini berbeda dengan penetapan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari 2026.

Menurut Thomas, perbedaan tersebut dipicu oleh perbedaan kriteria penentuan hilal yang digunakan masing-masing pihak. Ia memperkirakan awal Ramadan tahun depan berpotensi kembali terbagi menjadi dua tanggal.

“Sehingga 1 Ramadan 1447 jatuh pada tanggal 19 Februari 2026,” ujar Thomas dalam penjelasannya. Ia menjelaskan, pada saat matahari terbenam tanggal 17 Februari 2026, posisi hilal di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang digunakan pemerintah.

Tinggi Hilal

Kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi atau jarak sudut Bulan-Matahari sebesar 6,4 derajat. Berdasarkan perhitungan astronomi, posisi hilal pada waktu tersebut belum mencapai batas minimal tersebut di wilayah Indonesia.

Sementara itu, Thomas menyebut ada organisasi Islam yang menggunakan kriteria Turki. Dengan kriteria tersebut, posisi hilal sudah memenuhi syarat di wilayah Amerika, termasuk Alaska, dengan tinggi minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat. “Dengan kriteria Turki, 1 Ramadan bisa jatuh pada 18 Februari 2026,” jelasnya.

Ia menegaskan kondisi ini membuka peluang terjadinya perbedaan awal Ramadan, dengan sebagian memulai puasa pada 18 Februari dan sebagian lainnya pada 19 Februari 2026.

Senada dengan itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memaparkan kondisi hilal penentu awal Ramadan 1447 Hijriah di Indonesia. BMKG menyebut pada 17 Februari 2026, ketinggian hilal di Indonesia masih berada di bawah ufuk, berkisar antara minus 2,41 derajat hingga minus 0,93 derajat.

Sementara pada 18 Februari 2026, ketinggian hilal sudah berada di kisaran 7,62 derajat hingga 10,03 derajat, dengan elongasi antara 10,7 derajat hingga 12,21 derajat, yang dinilai telah memenuhi kriteria MABIMS.

Penentuan awal Ramadan secara resmi nantinya tetap akan menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama setelah dilakukan pengamatan hilal di berbagai daerah di Indonesia. (tb)

Berita Terbaru

Lebaran, Mendagri Minta Kepala Daerah Siaga

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menjelang arus mudik dan libur panjang Idul Fitri, pemerintah pusat ingin memastikan daerah tetap terkendali. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh...

BGN: SPPG Jadi Wajah Program Makan Bergizi Gratis di Masyarakat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi garda terdepan dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis...

Hari Perempuan Internasional, Menteri PPPA Soroti Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap 8 Maret menjadi momentum bagi pemerintah untuk kembali menegaskan pentingnya perlindungan bagi pekerja rumah tangga (PRT)...

Jusuf Kalla Soal BoP: Kalau Hanya Bela AS-Israel, Indonesia Tak Perlu Jadi Anggota

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) harus benar-benar digunakan...

Reformasi Polri Mulai Difinalkan, Jimly Segera Serahkan Laporan ke Prabowo

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komite Percepatan Reformasi Polri (KPRP) memastikan rekomendasi perubahan besar di tubuh Kepolisian telah rampung. Laporan tersebut rencananya akan diserahkan kepada Presiden sebelum Lebaran...

Prabowo Siap Keluar dari BoP Jika Tak Bisa Perjuangkan Palestina

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden RI Prabowo Subianto disebut siap mundur dari keanggotaan Board of Peace (BoP) jika forum tersebut tidak memberikan manfaat nyata bagi perjuangan kemerdekaan...

Nusron Beberkan Sikap Prabowo soal BoP: Pilih Jalur Diplomasi, Belum Bicara Keluar

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah menegaskan Presiden Prabowo Subianto tetap membuka ruang terhadap kritik dan masukan terkait keanggotaan Indonesia dalam forum perdamaian internasional Board of Peace (BoP)....

Jusuf Kalla: Indonesia Jangan Netral, Harus Berpihak pada Negara yang Diserang

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menilai Indonesia tidak seharusnya bersikap netral dalam konflik internasional ketika ada negara yang diserang. Ia...

ICMI Usul Indonesia ‘Pause’ Keanggotaan BoP Usai Serangan AS-Israel ke Iran

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menyarankan pemerintah Indonesia menangguhkan sementara kewajiban keanggotaan dalam Board of Peace (BoP) menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah...

KP2MI Pantau Ketat Nasib Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Memanasnya konflik di Timur Tengah membuat pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) kini memantau kondisi para pekerja migran Indonesia...

Sepuluh Tol Fungsional Disiapkan untuk Mudik Lebaran 2026

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah bersama kepolisian menyiapkan 10 ruas tol fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pengoperasian sementara sejumlah ruas tol tersebut diharapkan...

Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, BMKG Wanti-wanti Dampaknya ke Pertanian hingga Karhutla

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Musim kemarau 2026 diprediksi datang lebih cepat dari biasanya. Kondisi ini berpotensi memicu dampak berantai di berbagai sektor, mulai dari pertanian, cadangan air,...