Hukum Kriminal

Kasus Dihentikan, Hogi Pilih Berdamai

Tim Redaksi, Admin
Sabtu, 31 Januari 2026 18:39 WIB
Kasus Dihentikan, Hogi Pilih Berdamai
NEWSREAL.ID - BERI KETERANGAN: Pasangan suami-istri, Hogi Minaya dan Arista memberikan keterangan kepada awak media di Polres Sleman, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Polemik hukum yang sempat menyeret nama Hogi Minaya akhirnya resmi berakhir. Setelah Kejaksaan Negeri Sleman menghentikan penuntutan kasus tabrak jambret, Hogi memastikan tak akan melangkah lebih jauh dengan mengajukan tuntutan balik terhadap pihak mana pun.

Kepastian itu disampaikan kuasa hukum Hogi, Teguh Sri Raharjo, usai kliennya menerima Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) dari Kejari Sleman pada Jumat (30/1) petang. Teguh menegaskan, Hogi telah menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.

“Tidak ada tuntutan balik. Mas Hogi sudah legawa. Ini bentuk terima kasih beliau atas dukungan semua pihak yang selama ini mengawal perkara ini,” ujar Teguh di Ngaglik, Sleman, Jumat, (30/1/2026) malam.

Menurut Teguh, sikap legowo kliennya tak lepas dari perhatian luas yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat, media, hingga Komisi III DPR RI yang ikut mendorong penyelesaian perkara tersebut. “Dukungan dari banyak pihak itu sudah lebih dari cukup. Itu yang membuat Mas Hogi memilih tidak melanjutkan ke ranah tuntutan balik,” katanya.

Teguh juga memastikan SKP2 telah diterima pihaknya pada hari yang sama. Dalam surat tersebut, Kejari Sleman menyimpulkan perkara Hogi harus dihentikan demi kepentingan hukum, merujuk pada Pasal 65 huruf M UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP dan Pasal 34 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Selain penghentian perkara, barang bukti berupa mobil Mitsubishi Xpander milik Hogi yang sebelumnya disita, kini telah dikembalikan kepada pemiliknya. “Sudah jelas disimpulkan bahwa peristiwa ini bukan merupakan tindak pidana. Karena itu, perkara harus dihentikan,” ujar Teguh.

Sementara itu, Hogi mengaku lega setelah proses hukum yang berlangsung sejak April 2025 itu resmi ditutup. Ia menyebut perkara tersebut telah menguras tenaga dan pikirannya. “Sekarang rasanya sudah tenang, sudah plong. Prosesnya panjang dan melelahkan,” kata Hogi.

Lembaran Baru

Hogi mengaku ingin membuka lembaran baru dan kembali menjalani kehidupan normal seperti sebelum terseret kasus hukum. “Pengen hidup biasa lagi, kerja seperti sedia kala,” ucapnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mengawal kasusnya hingga tuntas.

Sebagai informasi, peristiwa yang menyeret Hogi terjadi di Jalan Solo, Maguwoharjo, Sleman, pada 26 April 2025. Saat itu, Hogi mengejar dua pelaku jambret yang merampas tas istrinya, Arsita (39). Pengejaran berujung kecelakaan yang menewaskan dua pelaku berinisial RDA dan RS, warga Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Akibat insiden tersebut, Hogi sempat dijerat Pasal 310 ayat 4 dan Pasal 311 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Namun, Kejari Sleman akhirnya memutuskan menghentikan penuntutan.

Kepala Kejari Sleman, Bambang Yunianto, menyatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan kewenangan hukum yang dimiliki jaksa penuntut umum. “Menutup perkara demi kepentingan hukum atas nama tersangka Ade Presley Hogi Minaya,” kata Bambang saat konferensi pers di Sleman, Jumat (30/1/2026). (tb)

Berita Terbaru

Dalam Sejarah Dugaan Penyadapan Terungkap, Ketum G-Nesia: Jangan Korbankan Kepercayaan Publik Terhadap Polri

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Ketua Umum Gen Emas Indonesia (G-Nesia), Diah Warih Anjari atau yang akrab disapa Diwa, menilai pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah...

Diusulkan, TGPF soal penggeledahan Ponpes Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mencari titik terang terkait penggeledahan di Pondok Pesantren (Ponpes)...

Komnas HAM Desak Pemulihan Psikologis Santriwati Pesantren Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga mengalami trauma akibat penggeledahan aparat di...

243 Orang dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla, Ini Penjelasan Kapolri

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan sebanyak 243 orang dan 13 korporasi menjadi tersangka dalam kasus kebakaran hutan...

Heboh Temuan Ombusmand RI di Lapas Cibinong, Diah Warih: Keadilan Tak Boleh Mengenal Kasta di Balik Jeruji

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Keadilan tidak boleh mengenal kasta, termasuk di balik jeruji besi. Prinsip itulah yang ditegaskan Founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari dalam menyoroti hasil...

Temuan Ombudsman dan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berbeda, Komisi XIII : Harus Diusut Tuntas

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso meminta perbedaan hasil pemeriksaan Ombudsman RI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di Lapas Kelas...

Terkait Proyek Dinas PUTR, KPK Gelar OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menjadi bupati yang ditarget Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkini. Sirajudin terkait dugaan korupsi...

Tersangka Kasus Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan Ditetapkan, Diwa: Isu Anggota GRIB Terlibat Hoaks

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Misteri kasus meninggalnya pedagang cermin di kawasan Pejompongan memasuki babak baru. Kepolisian telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Perkembangan ini sekaligus menjadi penegasan...

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat....

Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Ditangani Sembilan Polda

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi,...

Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan

TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...

DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyekapan oleh Oknum Polisi di Jateng

JAKARTA, NEWSREAL.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI soroti kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial M (30), warga Cirebon, Jawa Barat (Jabar)....