
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Persoalan pendidikan nasional dinilai tak bisa diselesaikan tanpa membenahi akar permasalahan struktural. Dalam hal ini, Revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dinilai menjadi langkah penting untuk memperbaiki tata kelola dan kesenjangan regulasi yang selama ini menghambat.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Rizal Ul Haq menyatakan bahwa revisi UU Sisdiknas dibutuhkan untuk menyelesaikan sejumlah persoalan mendasar dalam sistem pendidikan Indonesia.
“Revisi UU Sisdiknas diharapkan dapat menyelesaikan sebagian masalah struktural di pendidikan karena masalahnya saling terkait,” ujar Fajar dalam seminar Mewujudkan Amanat Konstitusi: Pendidikan Dasar Gratis untuk Meningkatkan SDM Unggul Berdaya Saing, di Jakarta, Senin (30/6).
Fajar menjelaskan, ketimpangan regulasi antara kementerian turut memperkeruh koordinasi. Misalnya, Kemendikdasmen menganut pendekatan desentralistik, sementara Kementerian Agama cenderung sentralistik.
Tumpang Tindih
Perbedaan ini kerap menimbulkan tumpang tindih kebijakan dan ketidakefisienan pelaksanaan program. Dalam forum itu, Fajar juga menyinggung Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 3/PUU-XXII/2024 terkait pendidikan dasar gratis yang berlaku untuk sekolah negeri maupun swasta.
Pihaknya menilai, putusan tersebut dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem pendidikan yang lebih inklusif dan adil. Selain itu, ia menyoroti minimnya porsi pengelolaan anggaran pendidikan oleh Kemendikdasmen yang hanya sekitar 4,6 persen dari total anggaran.
Sisanya disalurkan langsung ke daerah dan institusi terkait. Ia berharap, putusan MK dapat menjadi dasar untuk mendorong konsolidasi, refocusing, serta realokasi anggaran secara lebih efektif melalui dukungan legislatif.
Fajar juga menekankan bahwa pendidikan tidak semata soal gedung sekolah dan guru. Lingkungan seperti alam juga dapat menjadi ruang belajar. “Kita harus sepakat bahwa pendidikan adalah membekali anak dengan karakter dan keterampilan agar bisa hidup mandiri,” katanya.
Sebagai bagian dari pembaruan kebijakan, Kemendikdasmen akan memperkenalkan Tes Kompetensi Akademik (TKA) opsional yang dapat diikuti oleh peserta dari sekolah formal maupun informal.
Seminar ini turut dihadiri sejumlah narasumber penting, termasuk Hakim Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat sebagai keynote speaker, serta perwakilan dari Kementerian Keuangan dan BRIN. (ct)
Mendikdasmen: 60 Ribu Sekolah Rusak Ditarget Direvitalisasi 2026
NEWSREAL.ID, JEMBER– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 60 ribu gedung sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2026. Ia...
Datangi DPR, Guru Madrasah Bawa 5 Tuntutan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesabaran guru madrasah tampaknya sudah di ujung batas. Datang ke kompleks parlemen, Jakarta, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyuarakan lima tuntutan langsung di...
Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking...
Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...
Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan
NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu,...
Wamendikdasmen Perkuat Peran Guru BK untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa
NEWSREAL.ID, BANDUNG– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sebagai...
Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...
Mensos Prihatin Tragedi Murid SD di NTT
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten...
DPR Ingatkan Perlindungan Anak Usai Tragedi Bocah SD di NTT
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta agar peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa...
Tragedi Siswa SD di NTT, Diah Warih Anjari Soroti Peran Stakeholder Daerah
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tragedi meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengundang keprihatinan luas dari berbagai kalangan....
Bukan Cuma Pintar AI, Wamendikdasmen Ingatkan Generasi Muda Soal Integritas
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Di tengah pesatnya penggunaan kecerdasan artifisial (KA) dalam dunia pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan generasi...
Mendikdasmen Kucurkan Rp2,4 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah
BACAAJA, BANDA ACEH– Pemerintah pusat menyiapkan anggaran besar untuk memulihkan dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana sebesar...

