
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah, Dr Muhdi mengungkapkan kebutuhan guru di provinsi ini belum tertutupi secara menyeluruh.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Jawa Tengah membutuhkan 3.340 guru. Namun, hingga 2024, baru 1.042 formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dibuka.
“Artinya, masih ada selisih kekurangan sebanyak 2.298 guru yang belum terisi,” ujar Muhdi dalam audiensi bersama Forum Guru Prioritas Swasta (FGPS) di Semarang, Kamis (31/7).
Menurutnya, perbedaan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghitung kebutuhan guru menjadi akar persoalan. Sering kali, kata Muhdi, daerah hanya menghitung kekurangan di satuan pendidikan tanpa mempertimbangkan kelebihan guru di sekolah lain.
“Padahal distribusi guru sangat tidak merata. Ada sekolah yang kelebihan guru, ada yang sangat kekurangan, tapi mutasi antar sekolah tidak maksimal,” katanya.
Situasi ini menyebabkan banyak sekolah memilih solusi darurat dengan merekrut guru tamu, padahal praktik tersebut tidak dibenarkan secara regulasi.
Selain itu, ribuan guru yang telah lolos seleksi PPPK sejak 2021 juga belum kunjung diangkat karena formasi di daerah belum tersedia. Sekitar 600 guru PPPK di Jateng masih menunggu relokasi, meskipun 200 di antaranya sudah menerima SK per akhir Juli 2025.
Sinkroninasi Kebutuhan
Muhdi mendesak pemerintah daerah segera menggunakan aplikasi e-mutasi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk mempercepat penempatan guru, sembari menyinkronkan kebutuhan dengan pusat.
“Masalah ini bukan di pusat. Krannya sudah dibuka. Tinggal bagaimana kemauan pemerintah daerah menyelesaikan ini dengan cepat,” tegasnya.
Ketua FGPS Jateng, Rina Dewi Astuti menambahkan, pihaknya sudah melakukan audiensi dengan berbagai instansi, termasuk BKD Jateng. Namun, jawaban yang diterima selalu normatif: masih menunggu regulasi pusat.
“Padahal dari hasil rapat pusat, peluang pengangkatan guru sudah terbuka lebar. Ini hanya soal niat dan keberanian daerah untuk mengalokasikan anggaran,” ujarnya.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kualitas pendidikan di Jateng, terutama di daerah pelosok yang minim tenaga pendidik tetap. PGRI berharap pemerintah daerah tak lagi menunda penyelesaian masalah klasik ini. (tb)
Mendikdasmen: 60 Ribu Sekolah Rusak Ditarget Direvitalisasi 2026
NEWSREAL.ID, JEMBER– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 60 ribu gedung sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2026. Ia...
Datangi DPR, Guru Madrasah Bawa 5 Tuntutan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesabaran guru madrasah tampaknya sudah di ujung batas. Datang ke kompleks parlemen, Jakarta, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyuarakan lima tuntutan langsung di...
Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking...
Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...
Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan
NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu,...
Wamendikdasmen Perkuat Peran Guru BK untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa
NEWSREAL.ID, BANDUNG– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sebagai...
Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...
Mensos Prihatin Tragedi Murid SD di NTT
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten...
DPR Ingatkan Perlindungan Anak Usai Tragedi Bocah SD di NTT
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta agar peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa...
Tragedi Siswa SD di NTT, Diah Warih Anjari Soroti Peran Stakeholder Daerah
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tragedi meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengundang keprihatinan luas dari berbagai kalangan....
Bukan Cuma Pintar AI, Wamendikdasmen Ingatkan Generasi Muda Soal Integritas
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Di tengah pesatnya penggunaan kecerdasan artifisial (KA) dalam dunia pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan generasi...
Mendikdasmen Kucurkan Rp2,4 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah
BACAAJA, BANDA ACEH– Pemerintah pusat menyiapkan anggaran besar untuk memulihkan dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana sebesar...

