Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

Kemensos: 40 Ribu Peserta PBI JKN Ajukan Reaktivasi, 2 Ribu Pilih Mandiri

Tim Redaksi, Newsreal.id
Senin, 16 Februari 2026 18:22 WIB
Kemensos: 40 Ribu Peserta PBI JKN Ajukan Reaktivasi, 2 Ribu Pilih Mandiri
NEWSREAL.ID - BERI KETERANGAN: Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan keterangan usai berdiskusi bersama jajaran YLKI di Kantor YLKI Pancoran, Jakarta Selatan, Jum'at (13/2/2026).(Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat lebih dari 40 ribu peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) yang sebelumnya dinonaktifkan telah mengajukan reaktivasi hingga Senin (16/2/2026).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut angka tersebut merupakan bagian dari sekitar 11 juta peserta yang sebelumnya dinonaktifkan setelah proses pemutakhiran data.

“Lebih dari 40 ribu yang melakukan proses reaktivasi itu merupakan bagian dari sekitar 11 juta peserta yang dinonaktifkan,” ujar Saifullah Yusuf usai pertemuan terbatas bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Muhaimin Iskandar di Jakarta.

Dari puluhan ribu pengajuan tersebut, sekitar 2.000 peserta tercatat telah beralih menjadi peserta mandiri BPJS Kesehatan. Kemensos menilai proses pembaruan data berjalan produktif sesuai tujuan, yakni memastikan bantuan iuran kesehatan benar-benar diterima masyarakat miskin dan rentan miskin (Desil 1-5) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Lakukan Kroscek

Meski sudah ada yang beralih ke jalur mandiri, pemerintah tetap melakukan verifikasi ulang untuk memastikan status kepesertaan sesuai kondisi sosial-ekonomi terkini. “Walaupun sudah beralih ke jalur mandiri, tetap kami lakukan kroscek untuk memastikan apakah bisa terus mandiri atau nantinya kembali ke skema PBI,” tegas Mensos.

Pemutakhiran dan pencocokan data dilakukan rutin setiap bulan guna meningkatkan akurasi basis data penerima bantuan sosial.

Sebelumnya, Kemensos bersama lebih dari 30 ribu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan tim Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan verifikasi lapangan terhadap 11 juta peserta PBI JKN yang dinonaktifkan. Langkah ini bertujuan memastikan kondisi faktual para peserta sekaligus menyesuaikan kepesertaan berdasarkan DTSEN.

Kemensos menegaskan, penonaktifan tersebut tidak mengurangi jumlah total penerima bantuan, melainkan mengalihkan kepesertaan dari kelompok masyarakat mampu (Desil 6-10) kepada kelompok tidak mampu (Desil 1-5) sesuai usulan pemerintah daerah dan hasil pemutakhiran data. (tb)

Berita Terbaru

Polemik POUK Tesalonika Teluknaga, Gugun Gumilar Dorong Dialog Damai

NEWSREAL.ID, TANGERANG- Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar meminta polemik penyegelan Kantor Yayasan Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika di Teluknaga, Kabupaten Tangerang diselesaikan...

Din Syamsuddin Serukan Persatuan Umat Islam demi Perdamaian Dunia

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Tokoh cendekiawan Muslim Indonesia yang juga mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengajak umat Islam untuk memperkuat persatuan sebagai langkah penting dalam mewujudkan...

Insentif Rp6 Juta per Hari Dihentikan Jika SPPG Tak Penuhi Standar

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan menghentikan insentif sebesar Rp6 juta per hari bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi...

Antisipasi El Nino, Bapanas Perkuat Cadangan Pangan dari Dalam Negeri

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP) berbasis produksi dalam negeri sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang...

Pemerintah Ubah Skema MBG, Kini Hanya Dibagikan Saat Hari Sekolah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pemerintah memutuskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya diberikan pada hari aktif sekolah, tidak lagi disalurkan saat hari libur. Kebijakan ini diambil setelah...

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Evaluasi Keanggotaan BoP

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan kembali keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace...

Survei: 83 Persen Warga Indonesia Tolak Serangan AS-Israel ke Iran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Hasil survei gabungan dari Lembaga Survei Indonesia, Indikator Politik Indonesia, dan Saiful Mujani Research and Consulting menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia menolak serangan yang...

Indonesia Berpotensi Jadi Contoh Global South dalam Pembatasan Medsos Anak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pakar Teknologi Informasi Ismail Fahmi menilai Indonesia berpeluang menjadi tolok ukur bagi negara-negara Global South dalam menerapkan kebijakan pembatasan media sosial bagi anak....

Diwa Dukung Pembatasan Akses Medsos Anak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kekhawatiran terhadap dampak dunia digital pada anak kian mengemuka. Arus informasi yang begitu deras, tanpa batas yang jelas, dinilai berpotensi mengganggu kesehatan mental...

Rusia: Serangan ke Pasukan Perdamaian Tak Boleh Dianggap Wajar

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Ia sekaligus menegaskan...

Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, DPR Minta TNI dan PBB Bersikap Tegas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mendesak adanya ketegasan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait gugurnya sejumlah...

Di Tengah Geopolitik Memanas, Diah Warih Anjari Apresiasi Presiden Tak Naikkan Harga BBM

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Umum Ormas G-Nesia sekaligus Founder Diwa Foundation, Diah Warih Anjari menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan pemerintah yang tidak...