
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana pemerintah Israel untuk menjadikan sebagian besar wilayah Tepi Barat sebagai tanah milik negara menuai kecaman keras dari sejumlah negara Arab. Langkah tersebut dinilai sebagai perebutan tanah besar-besaran yang berpotensi mempercepat proses aneksasi wilayah Palestina.
Mesir, Qatar, dan Yordania secara terbuka mengkritik kebijakan Israel dan menyebutnya ilegal menurut hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Israel berdalih kebijakan tersebut diperlukan untuk “klarifikasi hak yang transparan dan menyeluruh dalam penyelesaian sengketa hukum”, terutama setelah adanya pendaftaran tanah ilegal di wilayah yang sebelumnya dikelola oleh Otoritas Palestina.
Namun, pemerintah Mesir dalam pernyataan resminya menyebut langkah itu sebagai “eskalasi berbahaya yang bertujuan mengonsolidasikan kendali Israel atas wilayah Palestina yang diduduki”.
Senada, Kementerian Luar Negeri Qatar menilai keputusan mengubah tanah Tepi Barat menjadi apa yang disebut “milik negara” akan merampas hak-hak rakyat Palestina. Otoritas Palestina pun menyerukan intervensi internasional untuk mencegah dimulainya proses aneksasi secara de facto yang dinilai melemahkan fondasi pembentukan negara Palestina.
Perebutan Lahan
Sementara itu, lembaga pengawas anti-pemukiman Israel, Peace Now, menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk perebutan lahan besar-besaran dari Palestina. Media Israel melaporkan bahwa ini menjadi pengambilalihan wilayah Tepi Barat pertama sejak Israel menduduki kawasan tersebut pada 1967.
Menurut laporan lembaga penyiaran publik Kan, proses pengambilalihan itu hanya akan diterapkan di Area C, wilayah yang mencakup sekitar 60 persen Tepi Barat dan berada di bawah kendali keamanan militer Israel.
Langkah ini muncul tak lama setelah kabinet keamanan Israel, yang didukung menteri-menteri sayap kanan, menyetujui serangkaian kebijakan untuk memperketat kontrol atas Tepi Barat. Kebijakan tersebut antara lain membuka peluang warga Israel Yahudi membeli tanah secara langsung di wilayah itu serta memberi kewenangan otoritas Israel mengelola sejumlah situs keagamaan yang selama ini berada di bawah kendali Otoritas Palestina.
Rangkaian kebijakan tersebut terus memicu reaksi internasional dan memperdalam kekhawatiran akan masa depan proses perdamaian serta pembentukan negara Palestina. (tb)
RI-Arab Saudi Sepakat Perkuat Integrasi Digital
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi sepakat memperkuat integrasi sistem digital pelayanan haji dan umrah guna meningkatkan kualitas layanan sekaligus perlindungan jamaah Indonesia yang...
Uni Eropa Tekan Israel: Batalkan Pendaftaran Tanah di Tepi Barat
NEWSREAL. ID, JAKARTA- Uni Eropa mendesak Israel untuk membatalkan keputusan terkait proses pendaftaran tanah di Tepi Barat. Desakan ini muncul setelah Israel menyetujui langkah yang...
“Gaza Tak Butuh Pasukan Asing”, Hamas Respons Rencana RI Kirim 8.000 TNI
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana Indonesia mengirim 8.000 tentara ke Gaza buat gabung Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) ternyata nggak disambut hangat semua pihak. Dari dalam Gaza, Hamas...
Putin Absen di Pertemuan Perdana “Board of Peace” Inisiatif Trump
NEWSREAL.ID, MOSKOW- Rusia memastikan Presiden Vladimir Putin tidak akan menghadiri pertemuan pertama Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump...
Palestina Desak Dunia Bertindak atas Rencana Israel Perluas Kendali di Tepi Barat
NEWSREAL.ID, ISTANBUL- Pemerintah Palestina menyerukan respons tegas dari komunitas internasional menyusul rencana Israel yang dinilai akan mengubah status hukum dan politik Tepi Barat yang diduduki,...
Indonesia Angkat Solusi Dua Negara di KTT D-8, Dorong Akhir Konflik Gaza
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Isu penyelesaian konflik Israel-Palestina bakal menjadi salah satu perhatian utama Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi Developing Eight (KTT D-8) tahun ini. Pemerintah memastikan...
Iran: AS Sentuh Teheran, Israel Jadi Sasaran Balasan
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di Timur Tengah kembali naik level. Iran memberi peringatan keras bahwa setiap serangan Amerika Serikat ke wilayahnya akan langsung dibalas, bukan hanya...
New START Habis Masa Berlaku, Rusia Buka Opsi Langkah Nuklir Selanjutnya
NEWSREAL.ID, MOSKOW- Babak baru hubungan strategis Rusia dan Amerika Serikat resmi dimulai. Mulai 4 Februari 2026, Moskow menyatakan tak lagi terikat oleh kewajiban apa pun...
AS Matangkan Opsi Serangan ke Iran, Pentagon-Gedung Putih Susun “Rencana Besar”
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Pentagon bersama Gedung Putih dilaporkan telah menyiapkan sejumlah skenario, termasuk opsi serangan militer skala besar, jika...
Tiongkok Santai Tanggapi Trump soal Kedekatan Inggris-Beijing
NEWSREAL.ID, BEIJING– Pemerintah Tiongkok menanggapi dingin kritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap hubungan Beijing dan London. Alih-alih terpancing, Tiongkok menegaskan tetap membuka pintu kerja...
Trump Buka Peluang Dialog dengan Iran, Opsi Militer Tetap Disiapkan
NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan berencana melanjutkan pembicaraan dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Pernyataan tersebut disampaikan Trump...
Timur Tengah Memanas, Milisi Irak, Yaman, dan Lebanon Siap Bantu Iran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat menyusul kehadiran armada perang Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Sejumlah kelompok milisi sekutu Iran di Irak,...

