
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana Indonesia mengirim 8.000 tentara ke Gaza buat gabung Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) ternyata nggak disambut hangat semua pihak.
Dari dalam Gaza, Hamas langsung angkat suara: warga Palestina disebut tak membutuhkan pasukan asing di tanah mereka. Pernyataan itu datang dari pemimpin senior Hamas, Osama Hamdan.
Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah menyampaikan sikap tersebut ke berbagai negara, termasuk Indonesia. “Kami sudah memberi tahu semua pihak, termasuk pemerintah Indonesia, bahwa rakyat Palestina tidak membutuhkan pasukan asing,” ujar Hamdan dalam wawancara dengan Al Jazeera Mubasher, Rabu (11/2/2026).
ISF sendiri merupakan bagian dari inisiatif Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk meredakan konflik berkepanjangan di Jalur Gaza.
Namun bagi Hamas, mengirim pasukan internasional ke Gaza bukan solusi yang mereka harapkan. Hamdan bahkan menyebut hal terakhir yang seharusnya dipikirkan dunia adalah menghadirkan pasukan yang berpotensi menjadi “pengganti pendudukan”.
Kepentingan Zionis
Menurutnya, pasukan asing tidak boleh sampai bertindak atas nama penjajahan atau justru melemahkan kehendak rakyat Palestina. “Hal seperti itu tidak akan pernah diterima oleh rakyat Palestina,” tegasnya.
Meski begitu, Hamas tidak sepenuhnya menutup pintu. Hamdan menyebut, jika Majelis Umum PBB memutuskan mengirim pasukan internasional dengan mandat jelas, yakni ditempatkan di perbatasan untuk mencegah agresi Israel kembali terjadi, maka itu bisa dipertimbangkan.
Artinya, mandatnya harus jelas: menjaga perbatasan, mencegah penyusupan, menahan serangan, dan memastikan tak ada pendudukan ulang. Bukan masuk ke dalam Gaza lalu terlibat langsung di lapangan.
Hamdan juga menyebut sudah berdialog dengan sejumlah negara, termasuk Indonesia. Dari komunikasi tersebut, ia mengklaim mendapat jaminan bahwa negara-negara itu tak akan menjalankan agenda Israel.
“Kami mendengar secara eksplisit dari pemerintah Indonesia bahwa mereka tidak akan menjadi pihak atau pelaksana agenda Israel apa pun di Jalur Gaza,” kata Hamdan. Rencana pengiriman 8.000 personel TNI sendiri sebelumnya ramai dibahas sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam misi stabilisasi internasional. (tb)
Putin Absen di Pertemuan Perdana “Board of Peace” Inisiatif Trump
NEWSREAL.ID, MOSKOW- Rusia memastikan Presiden Vladimir Putin tidak akan menghadiri pertemuan pertama Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump...
Palestina Desak Dunia Bertindak atas Rencana Israel Perluas Kendali di Tepi Barat
NEWSREAL.ID, ISTANBUL- Pemerintah Palestina menyerukan respons tegas dari komunitas internasional menyusul rencana Israel yang dinilai akan mengubah status hukum dan politik Tepi Barat yang diduduki,...
Indonesia Angkat Solusi Dua Negara di KTT D-8, Dorong Akhir Konflik Gaza
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Isu penyelesaian konflik Israel-Palestina bakal menjadi salah satu perhatian utama Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi Developing Eight (KTT D-8) tahun ini. Pemerintah memastikan...
Iran: AS Sentuh Teheran, Israel Jadi Sasaran Balasan
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di Timur Tengah kembali naik level. Iran memberi peringatan keras bahwa setiap serangan Amerika Serikat ke wilayahnya akan langsung dibalas, bukan hanya...
New START Habis Masa Berlaku, Rusia Buka Opsi Langkah Nuklir Selanjutnya
NEWSREAL.ID, MOSKOW- Babak baru hubungan strategis Rusia dan Amerika Serikat resmi dimulai. Mulai 4 Februari 2026, Moskow menyatakan tak lagi terikat oleh kewajiban apa pun...
AS Matangkan Opsi Serangan ke Iran, Pentagon-Gedung Putih Susun “Rencana Besar”
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Pentagon bersama Gedung Putih dilaporkan telah menyiapkan sejumlah skenario, termasuk opsi serangan militer skala besar, jika...
Tiongkok Santai Tanggapi Trump soal Kedekatan Inggris-Beijing
NEWSREAL.ID, BEIJING– Pemerintah Tiongkok menanggapi dingin kritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap hubungan Beijing dan London. Alih-alih terpancing, Tiongkok menegaskan tetap membuka pintu kerja...
Trump Buka Peluang Dialog dengan Iran, Opsi Militer Tetap Disiapkan
NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan berencana melanjutkan pembicaraan dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Pernyataan tersebut disampaikan Trump...
Timur Tengah Memanas, Milisi Irak, Yaman, dan Lebanon Siap Bantu Iran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat menyusul kehadiran armada perang Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Sejumlah kelompok milisi sekutu Iran di Irak,...
MbS Tegaskan Wilayah Udara Arab Saudi Tak Boleh Digunakan untuk Serangan ke Iran
NEWSREAL.ID, RIYADH- Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS) menegaskan negaranya tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorial Arab Saudi digunakan...
Parlemen Eropa Tahan Laju Kesepakatan Dagang UE-AS
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Hubungan dagang lintas Atlantik kembali diuji. Di tengah dinamika politik dan ketegangan diplomatik, Parlemen Eropa memilih bersikap hati-hati dengan menahan sementara langkah lanjutan...
Seskab Ungkap Pembicaraan Prabowo-Macron
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian lawatan diplomatiknya ke Eropa. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara...

