
NEWSREAL.ID, ISTANBUL- Pemerintah Palestina menyerukan respons tegas dari komunitas internasional menyusul rencana Israel yang dinilai akan mengubah status hukum dan politik Tepi Barat yang diduduki, langkah yang dikhawatirkan memperparah instabilitas kawasan.
Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh menegaskan kebijakan Israel tersebut setara dengan pembatalan seluruh perjanjian yang selama ini mengikat kedua pihak, sekaligus menjadi eskalasi berbahaya yang melanggar hukum internasional.
“Apa yang beredar mengenai keputusan Israel yang akan datang untuk memperdalam aneksasi dan memberlakukan realitas baru di Tepi Barat, termasuk di Area A, merupakan pembatalan seluruh perjanjian yang telah ditandatangani dan mengikat,” kata al-Sheikh melalui akun media sosial X, Minggu (8/2/2026).
Ia menilai langkah sepihak Israel tersebut bertujuan menghancurkan prospek penyelesaian politik dan membongkar peluang terwujudnya solusi dua negara.
“Langkah-langkah ini adalah eskalasi yang sangat berbahaya, pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, serta upaya menyeret kawasan ke dalam ketegangan dan ketidakstabilan yang lebih luas,” ujar al-Sheikh.
Al-Sheikh pun mendesak pemerintah Amerika Serikat dan komunitas internasional untuk segera turun tangan menghentikan tindakan Israel yang didorong oleh pendudukan.
Ubah Hukum
Sebelumnya, Kabinet Keamanan Israel dilaporkan telah menyetujui sejumlah kebijakan yang mengubah kerangka hukum dan sipil di Tepi Barat guna memperkuat kendali Israel di wilayah tersebut.
Penyiar publik Israel, KAN, melaporkan kebijakan itu mencakup pencabutan aturan yang melarang penjualan tanah Palestina kepada warga Yahudi di Tepi Barat, pembukaan kembali arsip kepemilikan tanah, serta pengalihan kewenangan izin pembangunan di salah satu blok permukiman Israel di Hebron dari otoritas kota Palestina kepada administrasi sipil Israel.
Langkah-langkah tersebut juga memperluas pengawasan dan penegakan hukum Israel ke wilayah yang diklasifikasikan sebagai Area A dan Area B, dengan alasan dugaan pelanggaran pembangunan tanpa izin, persoalan air, serta kerusakan situs arkeologi dan lingkungan.
Perluasan kewenangan itu memungkinkan pembongkaran dan penyitaan properti milik warga Palestina, termasuk di wilayah yang selama ini berada di bawah kendali sipil dan keamanan Otoritas Palestina.
Berdasarkan Perjanjian Oslo II tahun 1995, Area A berada di bawah kendali penuh sipil dan keamanan Palestina, Area B berada di bawah kendali sipil Palestina dengan pengawasan keamanan Israel, sementara Area C sepenuhnya berada di bawah kendali Israel dan mencakup sekitar 60 persen wilayah Tepi Barat.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara konsisten menyatakan bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki adalah ilegal menurut hukum internasional dan merusak keberlanjutan solusi dua negara, serta telah berulang kali menyerukan penghentian seluruh aktivitas permukiman. (tb)
Memanas Lagi, Angkatan Laut Iran Ungkap Alasan Penutupan Selat Hormuz
TEHERAN, NEWSREAL.id – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan menyusul insiden...
Senyum Protokoler dan Pengawal Prancis Saat Foto Bersama Presiden Prabowo
PRANCIS,NEWSREAL.id – Ada momen hangat yang mewarnai akhir kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Paris, Republik Prancis. Bukan di ruang pertemuan ataupun forum resmi,...
Israel-Rusia Dituding Negara Pelaku Kekerasan Seksual, Masuk Daftar Hitam
NEW YORK, NEWSREAL.id – Sebuah informasi mencengangkan dunia internasional ! Berikut ini adalah salah satu kengerian negeri yang saat ini menjadi perbincangan publik yakni, Israel...
Presiden Prabowo dan Presiden Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga IEU-CEPA
PARIS.NEWSREAL.id –Presiden Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026. Pertemuan berlangsung konstruktif...
Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Naik Lagi
JAKARTA,NEWSREAL.id– Amerika Serikat (AS) dan Iran tak juga akur. Di Selat Hormuz keduanya mengklaim saling serang. Hal ini tentu saja membaut perairan hangat kembali terjadi....
Diaspora Indonesia di Paris Rasakan Kehangatan Idul Adha Bersama Presiden Prabowo
PARIS,NEWSREAL.id – Suasana Iduladha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, pada Rabu, 27 Mei 2026, terasa berbeda bagi warga negara Indonesia dan diaspora yang...
Dipenuhi Perasaan Haru, Diaspora Sambut Kepala Negara di Paris
PARIS,NEWSREAL.id – Ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah menanti kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Paris dengan penuh antusias. Mereka berkerumunan di hotel tempat Kepala Negara...
Israel Didesakan Bebaskan Reporter Indonesia, Ri Kecam Penyerbuan Global Sumud Flotilla
JAKARTA,NEWSREAL.id– Aksi milter yang dilakukan Israel dengan mencegat dan menangkap aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla menuai kecaman. Kementerian Luar Negeri...
Israel Tangkap 100 Wartawan, Satu Orang Jurnalis Indonesia
SIPRUS,NEWSREAL.id – Militer Israel melakukan tindakan represif menyatakan kapal-kapal Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada koalisi Global Sumud. Sebanyak 100 aktivis ditangkap, dan seorang di...
Khawatir Disadap, AS Buang Barang dari China Sebelum Naik Air Force One
JAKARTA,NEWSREAL.id – Khawatir sebagai alat mata-mata sejumlah barang dari China sengaja dibuang ke tong sampah sebelum menaiki Air Force One. Ulah ini dilakukan Presiden AS...
19 WNI Diamankan Otoritas Saudi Terkait Pelanggaran Hukum Haji
MAKKAH,NEWSREAL.id – Sebnayak 19 Warga Negara Indonesia (WNI) saat ini tengah diamankan oleh aparat keamanan Arab Saudi. Belasan WNI tersebut ditangkap atas dugaan berbagai pelanggaran...
Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza
GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...