Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Uni Eropa Tekan Israel: Batalkan Pendaftaran Tanah di Tepi Barat

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 17 Februari 2026 17:40 WIB
Uni Eropa Tekan Israel: Batalkan Pendaftaran Tanah di Tepi Barat
NEWSREAL.ID - RAPAT UNI EROPA: Para Pemimipin Uni Eropa menggelar pembicaraan terkait krisis Rusia-Ukraina, beberapa waktu lalu. (Foto: Anadolu Agency)

NEWSREAL. ID, JAKARTA- Uni Eropa mendesak Israel untuk membatalkan keputusan terkait proses pendaftaran tanah di Tepi Barat. Desakan ini muncul setelah Israel menyetujui langkah yang membuka jalan menjadikan sebagian besar wilayah Tepi Barat sebagai tanah milik negara.

Dalam pernyataan resminya, Uni Eropa memperingatkan bahwa kebijakan tersebut merupakan “eskalasi baru” yang berpotensi memperburuk situasi di wilayah pendudukan Palestina.

“Ini merupakan eskalasi baru setelah adanya langkah-langkah baru-baru ini yang bertujuan memperluas kendali Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat,” ujar juru bicara urusan luar negeri Uni Eropa, Anouar El Anouni, seperti dikutip dari AFP, Senin (16/2/2026).

Ia menegaskan, aneksasi wilayah merupakan tindakan ilegal menurut hukum internasional. “Kami menegaskan kembali bahwa aneksasi adalah tindakan ilegal menurut hukum internasional. Kami meminta Israel untuk membatalkan keputusan ini,” tegasnya.

Kecaman serupa juga datang dari sejumlah negara Arab. Mesir, Qatar, dan Yordania menilai kebijakan Israel sebagai “perebutan tanah besar-besaran” yang berpotensi mempercepat aneksasi wilayah Palestina.

Proses Aneksasi

Sementara itu, Otoritas Palestina menyerukan intervensi internasional untuk mencegah dimulainya proses aneksasi secara de facto yang dinilai melemahkan fondasi negara Palestina.

Berdasarkan laporan lembaga penyiaran publik Kan, langkah pengambilalihan ini menjadi yang pertama sejak Israel menduduki Tepi Barat pada 1967. Media Israel menyebutkan, proses pendaftaran tanah tersebut hanya akan diterapkan di Area C, wilayah yang mencakup sekitar 60 persen Tepi Barat dan berada di bawah kendali keamanan militer Israel.

Langkah kontroversial ini tak lepas dari keputusan kabinet keamanan Israel pekan lalu, yang didukung para menteri sayap kanan, untuk memperketat kontrol atas Tepi Barat. Kebijakan itu mencakup izin bagi warga Israel Yahudi membeli tanah secara langsung di wilayah tersebut serta memberi kewenangan otoritas Israel mengelola sejumlah situs keagamaan yang sebelumnya berada di bawah kendali Otoritas Palestina.

Serangkaian kebijakan ini terus memicu reaksi internasional dan meningkatkan kekhawatiran terhadap masa depan perdamaian serta peluang terwujudnya negara Palestina. (tb)

Berita Terbaru

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serang Iran

NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Pemerintah Austria menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi militer terhadap Iran. Penolakan ini didasarkan pada prinsip netralitas militer yang...

Pemerintah: Pemulangan Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Berjalan Lancar

NEWSREAL.ID, BEIRUT- Pemerintah Indonesia memastikan proses pemulangan tiga penjaga perdamaian asal Indonesia yang gugur dalam misi di Lebanon dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Berdasarkan...

Kepala Staf Angkatan Darat AS Dipecat di Tengah Perang

NEWSREAL.ID, WASHINGTON– Situasi militer Amerika Serikat tengah mengalami guncangan setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth memecat Kepala Staf Angkatan Darat, Randy George di tengah berlangsungnya konflik...

Soal Invasi Darat AS, Iran: Tak Satupun Prajurit Akan Dibiarkan Selamat

NEWSREAL.ID, TEHERAN– Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hatami melontarkan peringatan tegas kepada Amerika Serikat terkait kemungkinan invasi darat ke wilayahnya. Ia menegaskan tidak akan ada...

Liga Arab Tekan Dunia Internasional Cabut Vonis Mati Israel bagi Tahanan Palestina

NEWSREAL.ID, Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kebijakan kontroversial Israel soal hukuman mati menuai kecaman luas. Liga Arab mendesak dunia internasional segera turun...

Mufti Oman Soroti Diamnya Dunia Islam, Puji Perlawanan Iran terhadap Israel

NEWSREAL.ID, SANA- Mufti Agung Kesultanan Oman, Ahmed bin Hamad Al-Khalili melontarkan kritik keras terhadap sikap dunia Islam dan komunitas internasional yang dinilai pasif atas penderitaan...

Israel Geram Disudutkan Spanyol Soal TNI Tewas di Lebanon, Balik Tuding Hizbullah

NEWSREAL.ID, TEL AVIV- Ketegangan diplomatik mencuat setelah Israel merespons keras pernyataan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez terkait tewasnya prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB di...

Prabowo dan PM Jepang Sepakat Siap Jadi Mediator, Dorong Perdamaian Global

NEWSREAL.ID, TOKYO- Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyepakati penguatan kemitraan strategis kedua negara, sekaligus menegaskan komitmen untuk berperan aktif dalam menjaga...

Iran Gempur Pangkalan AS di Timur Tengah, Pesawat AWACS hingga A32B Dilaporkan Hancur

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat setelah Iran melancarkan serangan ke sejumlah aset militer Amerika Serikat di kawasan, termasuk di Arab Saudi dan...

Spanyol Tutup Total Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran, Tolak Fasilitas Militer AS

NEWSREAL.ID, MADRID- Pemerintah Spanyol mengambil langkah tegas dengan menutup wilayah udaranya bagi penerbangan yang terlibat dalam operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Kebijakan...

Houthi Yaman Ultimatum Israel: Serangan Tak Akan Berhenti Selama Konflik Berlanjut

NEWSREAL.ID, DOHA– Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Kelompok Ansar Allah atau Houthi Yaman menegaskan akan terus melancarkan serangan terhadap Israel selama agresi ke...

Iran Siapkan Satu Juta Kombatan Hadapi Potensi Invasi AS

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Pemerintah Iran dikabarkan telah menyiapkan lebih dari satu juta kombatan untuk menghadapi kemungkinan invasi darat...