
Di sebuah sudut Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kepulauan Bangka Belitung, seorang perwira berpangkat komisaris besar sering terlihat memegang cangkul, sepatu boot penuh tanah, dan kaos sederhana. Bukan sedang inspeksi atau memberi komando, tapi menanam sayur di lahan kosong. Ia adalah Kombes Norul Hidayat, kepala sekolah yang lebih sering bicara soal harga diri daripada jabatan, dan lebih keras menolak pungli daripada sekadar mengecamnya.
DI lingkungan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kepulauan Bangka Belitung, nama Kombes Norul Hidayat perlahan menjadi cerita tersendiri. Bukan karena gaya kepemimpinannya yang penuh seremoni, melainkan karena sikapnya yang sederhana dan tegas terhadap integritas.
Sejak awal menjabat sebagai Kepala SPN, Norul langsung menegaskan satu hal yang menurutnya tak boleh lagi menjadi kebiasaan: pungutan liar. Bagi Norul, praktik pungli di lembaga pendidikan kepolisian bukan sekadar pelanggaran aturan. Ia menganggapnya sebagai bibit masalah yang bisa merusak mental calon polisi sejak hari pertama mereka dididik.
“Kalau di dalam lembaga pendidikan sudah diajarkan yang tidak baik, nanti dia balasnya ke masyarakat,” begitu kira-kira prinsip yang sering ia sampaikan kepada anggota. Karena itu, langkah pertama yang ia lakukan saat memimpin SPN adalah mencoba “menolkan” pungli.
Ipda Oktario Wibowo, yang bertugas di SPN Babel mengingat betul bagaimana Norul memberi pesan keras kepada para pengasuh dan staf. Pesannya sederhana tapi tegas: jangan pernah menjembatani pemberian apa pun dari peserta didik kepada dirinya.
“Beliau bilang, jangan sampai kalian menjembatani pemberian dari siswa ke saya, baik uang ataupun apa pun,” kata Oktario. Peringatan itu bukan sekadar formalitas dalam apel. Norul menyampaikannya berulang-ulang, hingga para anggota memahami bahwa soal integritas bukan sesuatu yang bisa ditawar.
Bagi Norul, menerima pemberian dari siswa adalah bentuk pelecehan terhadap profesi. “Beliau bilang itu sama saja melecehkan harga diri kita,” ujar Oktario. Karena sikap itu pula, para anggota di SPN mengaku tidak berani melakukan praktik yang mengarah pada pungli.
Disangka Tukang Kebun
Jika berbicara tentang gaya hidup, Norul juga sering membuat orang terkejut. Sebagai pejabat berpangkat komisaris besar, ia justru dikenal sangat sederhana. Ia jarang terlihat dengan gaya hidup mewah, bahkan kendaraan yang digunakan sehari-hari hanyalah kendaraan dinas.
Di sela-sela waktu luang, Norul lebih sering menghabiskan waktunya mengurus kebun di area SPN. Lahan kosong yang sebelumnya tak terpakai diubah menjadi tempat menanam sayuran dan tanaman produktif. Ia melakukannya sendiri, tanpa memerintahkan anak buah.
Pemandangan seorang Kombes mengenakan kaos, celana training, dan sepatu boot sambil mencangkul tanah tentu bukan hal yang biasa. Bahkan pernah terjadi kejadian lucu.
Beberapa peserta didik yang baru datang ke SPN sempat mengira pria yang sedang berkebun itu adalah tukang kebun. Mereka baru tahu kemudian bahwa orang yang mereka lihat memegang cangkul itu adalah kepala sekolahnya.
Dalam urusan pendidikan, Norul dikenal sangat menekankan disiplin. Tepat waktu menjadi hal yang tidak bisa ditawar, baik bagi tenaga pengajar maupun peserta didik.
Namun disiplin yang ia maksud bukan sekadar soal baris-berbaris atau jadwal kegiatan. Ia juga menekankan moralitas dan nilai keagamaan. Bagi peserta didik beragama Islam, salat lima waktu di masjid menjadi kewajiban yang selalu ia ingatkan. Bahkan Norul sendiri sering menjadi imam. Tak jarang ia juga membangunkan siswa untuk salat tahajud.
Menurut orang tua siswa, pendekatan Norul terhadap peserta didik cukup berbeda. Ia tidak hanya memberi perintah, tetapi juga hadir langsung dalam keseharian mereka.

KEBUN SPN: Kepala SPN Polda Bangka Belitung Kombes Norul Hidayat (paling kanan) mengelola lahan SPN untuk ketahanan pangan. (Foto: Ist)
Tekankan Transparansi
Salah satu strategi Norul dalam mencegah pungli adalah transparansi. Di awal masa pendidikan, orang tua siswa dipanggil untuk diberi penjelasan tentang fasilitas yang akan diterima peserta didik serta anggaran yang digunakan.
Dengan cara itu, semua pihak mengetahui secara jelas apa yang seharusnya didapat siswa. Jika ada biaya tambahan yang tidak sesuai, orang tua diminta langsung melapor. Langkah lain yang cukup unik adalah melarang siswa membawa uang tunai di lingkungan SPN.
Semua transaksi harus dilakukan melalui transfer bank yang dapat dipantau oleh orang tua. Jika muncul transaksi yang mencurigakan, orang tua bisa segera menghubungi pihak sekolah. Sistem ini membuat ruang untuk praktik pungli menjadi jauh lebih sempit.
Norul tidak menutup mata bahwa menghapus kebiasaan lama bukan perkara mudah. Ia menyadari bahwa pungli pernah menjadi stigma yang melekat pada lembaga pendidikan kepolisian. Mengubahnya berarti mengubah kebiasaan yang sudah lama terjadi. Penolakan tentu ada, terutama dari mereka yang merasa terganggu dengan perubahan tersebut. Namun bagi Norul, perubahan harus dimulai dari contoh.
Ia percaya seorang pemimpin tidak cukup hanya memberi perintah. Ia harus menunjukkan langsung apa yang ia maksud. Karena itu, ia memilih turun tangan sendiri, baik dalam membangun sistem transparansi, memperbaiki administrasi, maupun mengelola lahan pertanian untuk kesejahteraan anggota.
Bagi Norul, SPN bukan sekadar tempat melatih fisik calon polisi. Ia melihatnya sebagai tempat membentuk karakter. Di sinilah calon polisi belajar tentang disiplin, integritas, dan tanggung jawab kepada masyarakat. Ia percaya kualitas polisi di masa depan sangat dipengaruhi oleh bagaimana mereka dididik sejak awal. Karena itu, pendidikan di SPN harus bersih dari praktik yang merusak nilai moral.
Dari kebun kecil yang ia kelola di sudut sekolah hingga ruang kelas tempat para siswa belajar disiplin, Norul mencoba menanam satu hal yang sama: kejujuran. Sebab bagi seorang polisi, kehormatan bukan hanya soal pangkat atau seragam. Kadang justru dimulai dari hal sederhana, seperti berani berkata tidak pada amplop yang datang diam-diam. (tb)
Darah Juang Tak Pernah Padam: John Tobing Tutup Usia
NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA- Kabar duka datang dari dunia pergerakan mahasiswa Indonesia. Pencipta lagu legendaris Darah Juang, Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau yang akrab disapa John Tobing,...
Tokoh-tokoh Wanita Berpengaruh dan Menginspirasi Asal Solo
SELAIN terkenal dengan seni budayanya, ternyata Solo juga melahirkan banyak tokoh besar yang berpengaruh bagi masyarakat sekitar, maupun untuk bangsa Indonesia. Tidak hanya kaum pria...
Capt Hakeng, Wisudawan Terbaik UBJ, Persembahkan Ilmu untuk Laut dan Bangsa
NEWSREAL.ID, BEKASI- Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ), salah satu kampus terbaik di Indonesia, merayakan Dies Natalis ke-XXIX sekaligus Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor Semester Genap...
Gugun Gumilar: Pengakuan Palestina Wujud Amanat Konstitusi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pengakuan terhadap kemerdekaan Palestina bukan sekadar isu geopolitik, tetapi bagian dari perjuangan umat manusia untuk keadilan dan perdamaian dunia. Hal tersebut disampaikan Gugun...
Sukses Atasi Cidera Rocky Putiray, Namanya Mencuat Buka Klinik Hingga Rekrut Mahasiswa
*Kisah Terapis Wisnu Mahardika TERAPI tulang cidera olahraga belakangan ini viral di dunia maya. Terapi yang berfokus pada pencegahan dan rehabilitasi cedera pada atlet dan...
Diah Warih Curi Perhatian Majalah Korea, Kiprah Sosial Kemanusiaannya Kian Diakui
JAKARTA – Founder Diwa Foundation dan Pendiri G-Nesia (organisasi masyarakat, Red), Diah Warih Anjari belum lama ini muncul di Popopo (Conecting People With Potential and...
Diah Warih Masuk Jajaran Top Tokoh Inspiratif Jateng 2023
SEMARANG,newsreal.id – Diah Warih Anjari menjadi satu dari 40 tokoh di Jawa Tengah yang dianugerahi sebagai tokoh inspiratif 2023. Selain nama Ketua Umum G-Nesia ini,...
Momentum Bersua Presiden Jokowi di Istana, Ini yang Disampaikan Diah Warih Anjari
JAKARTA,newsreal.id – Nama Diah Warih Anjari kembali mencuri perhatian publik Kota Solo. Belum lama ini Diwa sapaannya menggelar jumpa pers dengan berbagai elemen dari Forum...
Dinominasikan Raih Hoegeng Awards 2023, Ini Kiprah Lengkap AKBP Bayu Suseno
-Kisah Love Scam hingga Selamatkan Anak Korban Perdagangan KAPOLRES Bengkayang Kalimantan Barat AKBP Bayu Suseno, tidak tega melihat sejumlah perempuan menjadi korban penipuan bermodus cinta...
Calon Kuat Ketum Imarindo, Rori Perwira Ingin Pemerintah Perhatikan Profesi Manager Artis
RORI Perwira yang dikenal sebagai manager dari Basejam, Ferdy Element, Renaga Tahier dan beberapa artis dan band era 90-an dalam waktu dekat ini maju mencalonkan...
Ultah ke-42, Diwa Banjir Ucapan Mulai dari Jenderal, Tokoh Agama Hingga Artis
SOLO,newsreal.id – Sosok Diah Warih Anjari dikenal luas di kancah lokal maupun nasional. Di tingkat nasional namanya tenar semenjak maju sebagai balon wakil wali kota...
Subkhan Pimpin Forum QHSE BUMN Konstruksi
*Keselamatan dan Kesehatan Kerja jadi Sorotan JAKARTA,newsreal.id – Forum Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE) BUMN Karya Konstruksi, punya Ketua Umum (Ketum) baru. Kini Forum...

